ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Sebelum Meninggalkan Jakarta, Sudah Cek ini Belum?

Maksa Mau Mudik? Ini Lho Hukumannya..

Konfirmasitimes.com-Jakarta (23/04/2021). Bagi warga DKI Jakarta yang berencana mudik atau ke luar kota, disarankan perlu memperhatikan aturan perjalanan yang baru dikeluarkan pemerintah provinsi.

Sebagai informasi, pada Kamis (22/04/2021), Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 menerbitkan Addendum Surat Edaran (SE) nomor 13 tahun 2021.

Adapun Addendum itu mengatur pengetatan persyaratan pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) selama H-14 pra Lebaran dan H+7 pasca Idul Fitri yang jatuh pada tanggal 14-15 Mei 2021.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo pun mengatakan aturan perjalanan bagi penumpang dengan kendaraan pribadi selama masa pengetatan mudik Lebaran.

Dalam SE itu, pemerintah menetapkan tanggal 22 April-5 Mei dan 18-24 Mei sebagai periode pengetatan mudik.

Selama periode itu, masyarakat diperbolehkan untuk meninggalkan Jakarta dengan semua moda transportasi.

Namun, pelaku perjalanan wajib melakukan sejumlah persiapan meninggalkan Jakarta.

Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum meninggalkan Jakarta pada masa periode pengetatan mudik.

Punya surat hasil negatif covid-19

Sebelum anda melakukan perjalanan keluar Jakarta, pertama anda harus mengurus pembuatan surat hasil negatif Covid-19.

Penumpang pesawat, kapal laut, dan kereta api wajib memperlihatkan surat hasil tes negatif PCR atau rapid test antigen dengan sampel diambil H-1 sebelum keberangkatan.

Aturan ini lebih ketat dari sebelumnya di mana sampel bisa diambil 3×24 jam.

Pilihan lain yang bisa anda digunakan adalah hasil tes negatif dari GeNose C19 pada hari keberangkatan, namun tidak semua menyediakan tes ini, bila anda ingin tetap tes GeNose C19, bisa cek dahulu lokasi layanan tesnya.

Adapun surat tes negatif covid-19 itu digunakan sebagai kewajiban anda memperlihatkan hasil tes tersebut di sepanjang periode pengetatan mudik.

Meski demikian prosedur anda harus memperlihatkan hasil tes Covid-19 tidak wajib bagi pelaku perjalanan darat.

Pelaku perjalanan darat yang hendak meninggalkan Jakarta dengan kendaraan pribadi di periode pengetatan mudik, kata Syafrin, hanya diimbau untuk melakukan tes Covid-19 saja.

“Untuk kendaraan pribadi memang jika kita membaca dari addendum SE 13 tadi maka diimbau, tetap sifatnya diimbau melakukan tes mandiri,” kata Syafrin, dalam keterangannya kepada media, Kamis (23/04/2021).

Namun perlu diingat, Syafrin mengatakan pihaknya akan melakukan pemeriksaan secara acak nantinya kepada pengguna kendaraan pribadi yang ke luar Jakarta.

“Sementara untuk perjalanan darat itu sifatnya bukan mandatori, jadi kami di terminal (untuk penumpang bus) itu melakukan pengecekan suhu terhadap setiap pelaku perjalanan,” kata Syafrin.

Sebagai pengingat pemerintah pusat sudah lebih dahulu menetapkan periode larangan mudik, termasuk bagi warga Jakarta.

Periode itu dimulai pada tanggal 6 hingga 17 Mei 2021.

Selama periode itu, masyarakat Jakarta dilarang ke luar kota dengan moda transportasi apapun.

Polda Metro Jaya bahkan sudah menyiapkan sejumlah titik penyekatan untuk memantau upaya kegiatan mudik dari masyarakat.

Akan tetapi, terdapat pengecualian. Pelaku perjalanan yang diperbolehkan selama periode larangan mudik ialah distributor logistik dan masyarakat dengan keperluan mendesak nonmudik seperti:

  • Perjalanan dinas
  • Kunjungan keluarga sakit
  • Kunjungan duka anggota keluarga meninggal
  • Ibu hamil didampingi oleh 1 orang anggota keluarga
  • Kepentingan persalinan yang didampingi maksimal 2 orang.

Bagi masyarakat yang terdesak untuk meninggalkan Jakarta selama periode larangan mudik diwajibkan untuk membawa surat izin perjalanan tertulis atau surat izin keluar/masuk (SIKM).

SIKM sendiri adalah persyaratan bagi orang yang tinggal di luar Jabodetabek untuk keluar/masuk wilayah DKI Jakarta.

Ketentuan SIKM adalah sebagai berikut:

  • Bagi pegawai instansi pemerintahan/Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN)/ Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), prajurit TNI dan anggota Polri melampirkan surat izin tertulis dari pejabat setingkat Eselon II yang dilengkapi tandatangan basah/tandatangan elektronik pejabat serta identitas diri calon pelaku perjalanan;
  • Bagi pegawai swasta melampirkan surat izin tertulis dari pimpinan perusahaan yang dilengkapi tandatangan basah/tandatangan elektronik pimpinan perusahaan serta identitas diri calon pelaku perjalanan;
  • Bagi pekerja sektor informal melampirkan surat izin tertulis dari Kepala Desa/Lurah yang dilengkapi tandatangan basah/tandatangan elektronik Kepala Desa/Lurah serta identitas diri calon pelaku perjalanan;
  • Bagi masyarakat umum nonpekerja melampirkan surat izin tertulis dari Kepala Desa/Lurah yang dilengkapi tandatangan basah/tandatangan elektronik Kepala Desa/Lurah serta identitas diri calon pelaku perjalanan.
  • Surat izin tersebut berlaku secara individual untuk satu kali perjalanan pulang-pergi lintas kota/kabupaten/provinsi/negara, dan bersifat wajib bagi pelaku perjalanan usia 17 tahun ke atas.

Skrining dokumen surat izin tersebut, beserta surat keterangan negatif Covid-19, dilakukan di pintu kedatangan atau pos kontrol yang berada di rest area, perbatasan kota besar, dan titik penyekatan daerah aglomerasi.

Sebelumnya, Ditlantas Polda Metro telah mengumumkan delapan titik penyekatan yang ada di jalan tol arteri hingga terminal.

Total ada delapan lokasi penyekatan yang dimaksudkan untuk memfilterisasi pengendara dan warga yang ingin mudik.

Berikut ini lokasi delapan titik penyekatan yang telah ditetapkan :

Titik check point di jalan tol:

  1. Jalan tol arah Cikampek
  2. Jalan tol arah Merak

Titik check point di jalan arteri non-tol:

  1. Harapan Indah, Kota Bekasi
  2. Jati Uwung, Tangerang Kota
  3. Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi

Titik check point di terminal bus:

  1. Pulogebang
  2. Kampung Rambutan
  3. Kalideres

Dengan adanya titik penyekatan itu, polisi akan memaksa pengendara untuk memutar balik kendaraan.

Tak hanya itu, Polda Metro Jaya juga menyiapkan lokasi penyekatan bahkan di jalan tikus selama periode larangan mudik.

Lokasi tersebut antara lain:

Tangerang:

  1. Lippo Karawaci
  2. Batu Ceper
  3. Jatiuwung
  4. Ciledug
  5. Kebon Nanas

Tangerang Selatan:

  1. Puspitek
  2. Bitung

Depok:

  1. Cibinong, Jati Jajar
  2. Jalan Raya Bambu Kuning

Bekasi Kota:

  1. Sumber Arta
  2. Patung Garuda
  3. Bantar Gebang

Kabupaten Bekasi:

  1. Cibarusah
  2. Kedung Waringin
  3. Setu
  4. Pebayuran.

Dalam Tol:

  1. Tol Cikarang Barat
  2. Tol Bitung atau Cukupa

Tak lupa, bagi anda yang melakukan perjalanan melalui udara dan laut diwajibkan mengisi e-HAC sebagai syarat perjalanan.

Selain itu, untuk pelaku perjalanan dengan transportasi darat, pengisian e-HAC sifatnya adalah imbauan.

Perlu diketahui, e-HAC adalah kartu kewaspadaan kesehatan yang mencatat alamat tujuan dan keberangkatan pelaku perjalanan.

Anda bisa mengisinya melalui aplikasi atau situs resmi e-HAC.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Man Ana Santri PeCi

Read Next

Sholawat Ya Nabi Salam ‘alaika