ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Pemerintah Telah Menyalurkan Tunggakan Insentif Nakes, Total Anggaran Rp246,8 Miliar

Insentif Nakes Berkurang, Begini Alasannya

Konfirmasitimes.com-Jakarta (22/04/2021). 30.105 tenaga kesehatan yang terlibat dalam penanganan COVID-19 telah menerima tunggakan insentif Tahun Anggaran 2021 oleh pemerintah.

Tahun 2021, pemerintah telah melakukan perubahan pemberian insentif tenaga kesehatan tangani COVID-19. Aturan baru seputar pemberian insentif bagi tenaga kesehatan yang terlibat dalam penanganan COVID-19 tertuang dalam KMK No.HK.01.07/MENKES/4239/2021.

Plt Kepala Badan PPSDM Kesehatan Kirana Pritasari mengatakan dalam aturan baru ini insentif akan dikirim langsung ke rekening tenaga kesehatan, hal ini untuk meminimalisir kekhawatiran adanya potongan ataupun pungutan. Untuk memastikan insentif sampai kepada sasaran, Kemenkes juga melakukan random check kepada tenaga kesehatan penerima insentif.

”Untuk 2021 ini insentif diberikan langsung ke rekening tenaga kesehatan. Ini dimaksudkan agar tidak terjadi keterlambatan ataupun penyimpangan serta agar lebih transparan,” katanya.

Kirana juga menyampaikan Fasilitas Pelayanan Kesehatan (fasyankes) memberikan pelayanan COVID-19 seperti Rumah Sakit (RS) milik pemerintah pusat, RS lapangan, RS milik Pemda dan RS Swasta, maka tenaga kesehatan yang ditugaskan untuk memberikan layanan tersebut berhak mendapatkan insentif.

Kirana Pritasari menyampaikan, sudah 30.105 tenaga kesehatan menerima pembayaran tunggakan insentif TA 2021.

“Hingga kini (20/04/2021), tunggakan insentif TA 2021 telah terbayarkan kepada 30.105 tenaga kesehatan, insentif TA 2021 5.664 orang dan santunan kematian sebanyak 76 orang, sehingga total tenaga kesehatan yang telah menerima insentif dan santunan sebanyak 35.845 orang dengan total anggaran sekitar Rp246,8 miliar,” kata Kirana, dalam keterangan tertulisnya.

Sedangkan untuk tahun 2021, per 20 April, usulan insentif yang masuk melalui aplikasi ada 181 faskes dengan jumlah nakes sebanyak 30.105 dan total insentif sekitar Rp186,6 miliar.

Kirana meminta kepada rumah sakit untuk segera mengusulkan daftar nakes yang mendapatkan insentif supaya bisa cepat terbayarkan.

”Kami sangat mengharapkan fasyankes yang tahun 2021 ini memberikan pelayanan harap untuk segera menginput data, untuk pengajuan insentif tenaga kesehatannya,” ujar Kirana.

Selain menggunakan anggaran pemerintah pusat, pembayaran insentif juga turut menggunakan anggaran Pemerintah Daerah.

”Tenaga kesehatan yang memiliki risiko keterpaparan yang berhak menerima insentif, jadi tidak seluruh tenaga kesehatan di fasyankes tersebut berhak atas insentif ini tetapi bagi mereka yang terlibat langsung melayani pasien COVID-19,” jelasnya.

Sekretaris Jenderal Kemenkes Oscar Primadi menuturkan kombinasi di antara keduanya merupakan upaya untuk mempercepat penyaluran insentif kepada tenaga kesehatan yang tangani COVID-19.

”Untuk RS milik Pemda, Puskesmas dan Labkesda merupakan tanggung jawab daerah agar pembayarannya lebih cepat,” tutur Oscar.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Mendikbud RI Nadiem Makarim Klarifikasi KH. Hasyim Asy’ari

Read Next

Perjuangan Terberat …!!!! Puasa Sampai 20 Jam, Nggak Kebayang Laparnya