ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Lima Saksi Kasus Dugaan Korupsi Asabri Diperiksa Kejagung

Menantu Eks Dirut BTN Di Periksa Kejagung Terkait Kasus Gratifikasi

Konfirmasitimes.com-Jakarta (22/04/2021). Lima orang saksi terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) pada PT. Asabri diperiksa  Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung).

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak menyampaikan, kelima saksi yang diperiksa yakni, MR selaku Direktur PT. Binaartha Sekuritas, GP selaku Kepala Divisi Investasi PT. Asabri (Persero) periode Juni 2017 – Juli 2018, DAP selaku Fund Manager PT. Corfina Capital 2016-2018, SS selaku Presiden Direktur PT. Korea Investment Sekuritas Indonesia dan DA selaku Direktur Utama PT. Treasure Fund Investama.

“Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT. Asabri,” ujar Leonard dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/04/2021).

Leonard menilai pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan COVID-19, antara lain dengan memperhatikan jarak aman antara saksi yang diperiksa dengan penyidik yang telah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Saksi pun wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan.

Dalam kasus ini, Kejagung telah menetapkan sembilan tersangka diantaranya, JS selaku Direktur Jakarta Emiten Investor Relation, ARD dan SW selaku mantan Direktur Utama PT. Asabri, BE mantan Direktur Keuangan PT. Asabri, HS mantan Direktur PT. Asabri, IWS mantan Kadiv Investasi PT. Asabri, LP selaku Direktur Utama PT. Prima Jaringan, BTS selaku Direktur PT. Hanson Internasional dan HH selaku Direktur PT. Trada Alam Minera dan Direktur PT. Maxima Integra.

Akibat perbuatan para tersangka mengakibatkan kerugian awal keuangan Negara kurang lebih sebesar Rp23 triliun. Tim jaksa penyidik pun telah melakukan proses klarifikasi dalam rangka penghitungan kerugian keuangan negara.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Sholawat Bahagia Santri PECI

Read Next

Mendikbud Nadiem Makarim Akan Tarik Kembali Ujarnya di PBNU