ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Mahfud MD: Pemerintah Sangat Butuh Kebebasan Pers

mahfud md

Konfirmasitimes.com-Jakarta (18/04/2021). Pemerintah Indonesia sangat butuh kebebasan pers, maka dari itu kebebasan pers tidak boleh dilanggar.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dalam acara Dialog Kebebasan Pers dan Profesi Wartawan di Kantor Kemenko Polhukam Jumat sore (16/04/2021) lalu.

“Kita udah memilih demokrasi, dan demokrasi memiliki empat pilar, diantara keempat pilar itu, Pers adalah pilar yang paling sehat, sedangkan pilar yang lain banyak masalahnya,” ujar Mahfud MD.

Mahfud mengakui, pers mempunyai masalah juga tapi dibanding pilar demokrasi lain, eksekutif, yudikatif, dan legislatif, pers masih tergolong yang paling sehat.

Meski demikian, Mahfud MD mengungkapkan bahwa pemerintah sangat memerlukan kebebasan pers. Karena dalam sejarah perjalan bangsa, ketika terjadi kesewenang-wenangan pada pers, seperti sensor dan pengusiran wartawan, pembredelan, itu adalah awal dari kehancuran, seperti pada Orde Baru.

“Karena itu saya melihat bahwa Pers-lah yang menjadi pengawal kelangsungan demokrasi,” terang Mahfud.

Sebagai contoh, lanjut Mahmud saat orang takut kepada preman karena penegakan hukum sulit sekali, namun ketika pers memberitakan, orang menjadi berani bertindak, penegakan hukum pun berjalan. Karena cerminan masyarakat itu adalah pers.

“Dengan semangat itu, maka kalau ada kesalah pahaman dengan pemerintah, mari kita berdialog. Pers harus menjadi mitra kerjasama dengan pemerintah, tapi tidak boleh diganggu kebebasannya,” ujar Mahmud.

Sementara itu, menurut keterangan Ketua Dewan Pers, Mohammad Nuh, kebebasan Pers tidak serta merta, melainkan harus diperjuangkan.

“Tidak bisa dibiarkan terus ujug-ujug dapat kebebasan. Jika dibiarkan pasti melenceng, Saya setuju dengan Menko, bahwa kalau mau membangun NKRI ini, maka pilar pers harus diperkuat,” kata Nuh.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Penyegar Pikiran: Ikan Makan Roti

Read Next

Musik Lesung Tradisional Jawa