ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

GeNose Kini Sudah Ada di Pelabuhan Tanjung Perak

GeNose Kini Sudah Ada di Pelabuhan Tanjung Perak

Konfirmasitimes.com-Jakarta (18/04/2021). Pada Sabtu, 17 April 2021 kemarin, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menerapkan alat tes GeNose C-19 di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Dirjen Hubla, Agus H Purnomo menyampaikan, acara launching penggunaan alat tes GeNose C-19 ini diadakan sebagai salah satu upaya mencegah dan memutus rantai penyebaran COVID-19 yang terus berpotensi meningkat melalui mobilitas manusia atau perjalanan orang, khususnya dalam hal ini melalui transportasi laut.

Tak hanya itu, penggunaan alat ini salah satu bagian dari protokol kesehatan dalam kebiasaan baru demi terciptanya kehidupan yang produktif dan aman dari COVID-19, serta melakukan pembatasan pelaku perjalanan pengguna moda transportasi darat, laut, dan udara.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak terkait yang telah bersinergi dan berkoordinasi dalam mewujudkan penggunaan alat tes GeNose C-19 di sektor transportasi laut,” kata Dirjen Agus dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (17/04/2021).

Alat tes Genose akan menjadi salah satu alternatif persyaratan bepergian untuk calon penumpang kapal.

Hal itu telah tercantum dalam Surat Edaran (SE) No.12/2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi COVID-19.

Penggunaan alat tes GeNose C-19 pada sektor transportasi laut sendiri sudah dimulai sejak peluncuran pertama di Pelabuhan Tanjung Priok pada awal April lalu. Lalu, direncanakan untuk dilanjutkan pada Pelabuhan Utama yang lain, dan tentunya diharapkan dapat diterapkan juga pada pelabuhan-pelabuhan lainnya di seluruh Indonesia.

Penggunaan alat tes GeNose C-19 , kata Agus, sebagai salah satu syarat perjalanan penumpang transportasi telah melalui proses studi, penelitian dan uji coba.

Tak hanya cepat melakukan deteksi dan memiliki akurasi tinggi, penggunaan alat ini jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan tes usap PCR.

“Oleh karena itulah, alat tes GeNose C-19 mulai digunakan sebagai salah satu alternatif pemeriksaan kesehatan yang menjadi syarat perjalanan penumpang transportasi, yang dimulai pertama kali pada transportasi darat, yaitu Kereta Api, dan kemudian diterapkan pula pada transportasi laut,” kata Agus.

Penggunaan alat tes ini di sektor transportasi laut juga telah melalui berbagai proses, antara lain uji coba yang dilakukan pada perjalanan penumpang transportasi laut di Pelabuhan Tanjung Priok dengan menggunakan kapal milik PT. Pelni mulai 1 – 12 Maret 2021 yang lalu.

Kemudian, telah dilakukan pula studi banding terkait penggunaan alat tes GeNose C-19 ini pada moda transportasi darat (kereta api) di Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir, pelatihan bagi para petugas operator, serta telah dibuat pula SOP yang harus dilakukan terhadap calon penumpang yang dinyatakan positif.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

15 Ton Kurma dan 30.000 eksemplar Alquran dari Arab Saudi untuk Masyarakat Muslim Indonesia

Read Next

Longsor di Desa Kaliurang Tewaskan Tiga Orang, Dua Luka-luka