ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Integrasi Sihalal-Cerol Tengah Disiapkan BPJPH-LPPOM MUI

Integrasi Sihalal-Cerol Tengah Disiapkan BPJPH-LPPOM MUI

Konfirmasitimes.com-Jakarta (17/04/2021). Dalam rangka mendukung layanan sertifikasi halal, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) terus berupaya melakukan pengembangan aplikasi Sihalal.

Sertifikasi halal menjadi ‘core business‘ yang bertugas dalam penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (JPH).

Beberapa waktu lalu, BPJPH dan Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) tengah membicarakan penyiapan Standard Operating Procedure (SOP) integrasi data dan aplikasi layanan sertifikasi halal.

Kedua aplikasi berbasis data itu adalah Sistem Informasi Halal (SIHALAL) yang dikembangkan oleh BPJPH dan CEROL (sertipikat online) yang dikembangkan oleh LPPOM MUI.

Sekretaris BPJPH Muhammad Lutfi Hamid menyampaikan, sebagai lembaga penyelenggara layanan publik, BPJPH perlu terus menyempurnakan layanan sertifikasi halal yang dilaksanakannya. Terlebih, amanat regulasi baru JPH, setelah terbitnya UU 11/2020 tentang Cipta Kerja dan PP 39/2021 tentang Penyelenggaraan Bidang JPH, bahwa durasi pelaksanaan sertifikasi halal dituntut untuk lebih cepat dari sebelumnya.

“Di antara upaya itu adalah mengembangkan aplikasi layanan digital. Salah satunya dengan mengintegrasikan data dan aplikasi layanan BPJPH dengan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) yang ada. Sehingga proses sertifikasi halal dapat berjalan efektif tanpa ada hambatan yang tidak perlu, seperti entri dua kali misalnya,” ujar M Lutfi Hamid dalam keterangannya,  Jumat (16/04/2021).

Lutfi mengatakan data yang dikelola BPJPH menjadi referensi seluruh pemangku kepentingan JPH.

“Dengan adanya satu data untuk bersama yang terintegrasi dan dikelola dengan baik dalam suatu sistem informasi, maka diharapkan ini akan membantu kita semua di dalam mewujudkan proses penyelenggaraan layanan sertifikasi halal yang cepat dan akuntabel,” lanjutnya.

Pembahasan integrasi data dan aplikasi layanan kedua pihak itu diharapkan akan memfinalkan sejumlah hal teknis; mulai dari integrasi dan akses data antara BPJPH dan LPH, hingga mekanisme pembayaran yang perlu dilakukan dalam proses bisnis sertifikasi halal. Setelah integrasi sistem selesai, selanjutnya akan dilakukan simulasi aplikasi secara utuh. Diharapkan pada akhir Mei mendatang, hasil integrasi ini sudah bisa dijalankan untuk mendukung layanan.

Pengelola Sistem Informasi Halal (SIHALAL) BPJPH, Muhammad Yanuar Arief mengatakan pengembangan SIHALAL akan terintegrasi dengan Lembaga Pemeriksa Halal atau LPH. Pada akhir 2021, sistem tersebut juga akan terintegrasi dengan beberapa marketplace di Indonesia seperti Tokopedia, Bukalapak, juga layanan digital LinkAja, dan lain sebagainya.

“Ini kita maksudkan agar pelaku usaha tak hanya semakin mudah untuk mengakses sertifikasi halal saja, namun sekaligus juga mendorong market produk UMK serta memperkuat pengembangan ekosistem halal kita,” katanya 

Kemudian, Yanuar mengatakan bahwa timeline kerja telah disusun bersama oleh tim teknis BPJPH dan LPPOM MUI. Timeline itu mulai dari finalisasi bisnis proses dan SOP, user acceptance test (UAT) pada web-service dan integrasi aplikasi, hingga simulasi aplikasi untuk memastikan kesiapan penggunaan.

“Saat ini kami terus melakukan penguatan sistem layanan SIHALAL, di antaranya dengan cara mengintegrasikan data dengan lembaga-lembaga terkait. Saat ini sistem SIHALAL juga sudah terintegrasi dengan OSS sehingga untuk pendaftaran sertifikasi halal sudah diwajibkan memiliki Nomor Induk Berusaha atau NIB,” ujar Yanuar Arief.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Potensi Reaksi Pasar Minyak Terhadap Pencabutan Sanksi Terhadap Iran

Read Next

China Terus Memimpin Dunia dalam Pertumbuhan Ekonomi