ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Iran Mulai Memperkaya Uranium Hingga 60 Persen

Iran Mulai Memperkaya Uranium Hingga 60 Persen

Konfirmasitimes.com-Jakarta (14/04/2021). Iran mulai memperkaya uranium hingga 60 persen, kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

Meski tak disebutkan secara rinci, tetapi kabar itu diduga niat Teheran untuk meningkatkan aktivitas nuklir setelah sabotase di fasilitas Natanz.

Saluran Press TV melaporkan dengan mengacu pada diplomat bahwa proses akan dimulai pada 14 April, yang telah diberitahukan oleh Iran kepada IAEA.

Sebelumnya, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei mengatakan bahwa Teheran akan memperkaya uranium hingga 60 persen jika kepentingan negaranya memerlukan.

Pada 11 April, gangguan distribusi listrik terjadi di fasilitas nuklir Natanz. Kepala Organisasi Energi Atom Iran, Ali Akbar Salehi, menyebut insiden itu sebagai “manifestasi terorisme nuklir.”

The New York Times, mengutip sumber, menulis bahwa insiden itu didahului oleh ledakan yang diorganisir oleh Israel. Setelah itu, Kepala Kementerian Luar Negeri Iran pun mengumumkan keterlibatan Tel Aviv dalam insiden tersebut .

Pada 2015, Iran dan “enam” mediator internasional (Rusia, AS, Inggris, China, Prancis, Jerman) mencapai kesepakatan bersejarah untuk menyelesaikan masalah atom Iran yang sudah lama ada. Para pihak mengadopsi Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), yang implementasinya menghapus sanksi ekonomi dan keuangan yang diberlakukan sebelumnya dari Dewan Keamanan PBB, Amerika Serikat dan Uni Eropa dari Teheran.

Perjanjian itu bahkan tidak berlangsung selama tiga tahun: pada Mei 2018, Amerika Serikat mengumumkan penarikan sepihak darinya dan pemulihan sanksi keras terhadap Iran.

Tepat satu tahun setelah itu, Teheran mengumumkan pengurangan bertahap dalam komitmennya pada tahun 2015. Pada akhir tahun 2020, negara tersebut mengadopsi undang-undang tentang intensifikasi kegiatan nuklir.
Sekarang para ilmuwan nuklir Iran telah membawa pengayaan uranium ke level 20 persen (kesepakatan nuklir menyiratkan pengayaan pada level 3,67 persen), dan juga membatasi kemampuan inspeksi IAEA sejak 23 Februari .

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Daftar Sekolah Kedinasan, Catat! Ini yang Perlu Diperhatikan

Read Next

Data CVR Sriwijaya Air SJ-182 Berhasil Diunduh