ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Oh.. Ternyata Karena Ini Jalan Tol Japek Diganti Jalan Mohamed bin Zayed

Tol Jakarta-Cikampek

Konfirmasitimes.com-Jakarta (13/04/2021). Berhubung pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) telah menyematkan nama Presiden Joko Widodo sebagai nama salah satu jalan utama di Abu Dhabi, nama Jalan Tol Japek (Jakarta-Cikampek) II Layang menjadi Jalan Layang MBZ Sheikh Mohamed Bin Zayed, kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Perlu diketahui, Mohamed Bin Zayed adalah putra mahkota Abu Dhabi dan deputi komandan tertinggi Pasukan Angkatan Darat UEA.

Perubahan nama jalan itu merupakan perintah langsung dari Presiden Joko Widodo.

Terlebih, Jalan Joko Widodo adalah jalan strategis antara Abu Dhabi National Exhibition Center menuju kompleks kedutaan telah dinamai Jalan Presiden Joko Widodo.

“Ini juga merupakan penghormatan pada bangsa Indonesia yang diberikan oleh pemerintah UEA, khususnya Syeikh Mohamed Bin Zayed. Itu latar belakang dari perubahan nama ini,” ujar Pratikno, dalam keterangannya saat Peresmian Penamaan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek yang disaksikan secara virtual, Senin (12/04/2021).

Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian menuturkan, perubahan nama dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 417/KPTSM/2021 pada 8 April 2021.

Jalan Tol Cikampek II Layang memiliki panjang 36,4 kilometer. Konstruksi jalan tol tersebut dilakukan pada 2017 dan diresmikan pada Desember 2019 oleh Jokowi.

Pihaknya mencatat, kepadatan lalu lintas jalur tersebut sebanyak 200 ribu kendaraan per hari. Tol tersebut juga merupakan urat nadi dan solusi kemacetan Jakarta-Ckampek serta sebaliknya.

“Dengan diresmikannya nama jalan layang hari ini, semoga lebih meningkatkan hubungan kerja sama dan diplomatik antara Indonesia dan UEA,” tutur Hedy.

Sementara itu, Duta Besar Uni Emirat Arab untuk indonesia Abdulla Salem Obaid Al-Dhaheri mengatakan, hubungan kedua negara berada pada momentum yang positif. Sejauh ini, kolaborasi antar kedua negara mencakup berbagai sektor, seperti minyak dan gas, pendidikan, kesehatan, agrikultur, perbankan, ritel, dan lainnya.

Abdulla percaya, hubungan kedua negara akan semakin berkembang di masa depan.

“Kami berkomunikasi hampir setiap hari,” katanya.

Hubungan diplomatik antara Indonesia dan UEA telah berlangsung sejak 1976. Sejauh ini, hubungan kedua negara terus meningkat seiring dengan adanya kerja sama pada bidang sosial, kebudayaan, dan ekonomi.

Pada bidang ekonomi, UEA menjadi salah satu negara investor terbesar di Tanah Air. Terakhir, UEA menanamkan dananya pada lembaga Indonesia Investment Authority (INA) dalam jumlah besar, yaitu US$ 10 miliar atau sekitar Rp 140 triliun.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Kisah Nyata : Jin Pasik di Pasir Layung Bandung. Bagian 1. (Pemburu Hantu Indonesia)

Read Next

Juru Bicara Gedung Putih: Amerika Serikat Tidak Terlibat dalam Insiden Natanz