ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Lagi Puasa Keluar Madzi, Apa Hukumnya?

Lagi Puasa Keluar Madzi, Apa Hukumnya?

Konfirmasitimes.com-Jakarta (11/04/2021). Saat puasa keluar madzi apakah bisa membatalkan puasa, bagaimana islam menangani hal ini, berikut ulasannya.

Madzi merupakan cairan putih, bening, lengket yang keluar dari kemaluan ketika dalam kondisi syahwat, tidak memuncrat dan setelah keluar pun tidak menimbulkan rasa lemas. Berbeda dengan mani, setelah keluar, ia akan menimbulkan rasa lemas.

Madzi bisa hadir kapanpun, umumnya bila pasangan suami istri sedang bermesraan. Akan tetapi bagaimana hukumnya jika air madzi (tanpa mani) keluar saat sedang puasa?

Syekh Hasan Hitou mengatakan dalam kitabnya, Fiqh ash-Shiyam:

“Jika seorang suami mencium istrinya dan dia sedang berpuasa, kemudian merasa nikmat dan keluar madzi, namun tidak mengeluarkan mani, maka jumhur berpendapat puasanya tidak batal, dan itu adalah pendapat ulama Syafi’iyyah tanpa ada perbedaan di antara mereka. Ibnu al-Mundzir menceritakan pendapat tadi (orang yang keluar madzi tidak batal puasanya), dari Hasan al-Bashri, asy-Sya’bi, al-Awza’i, Abu Hanifah, Abu Tsaur, beliau (Ibnu al-Mundzir) berkata: ‘Aku berpendapat demikian’.” (Syekh Hasan Hitou, Fiqh ash-Shiyam, halaman 68).

Para ulama yang berpendapat seperti di atas, berdalil bahwa madzi keluar tidak melalui inzal (proses keluarnya mani), sedangkan madzi yang keluar itu mirip seperti kencing atau sesuatu lain yang keluar, dan tidak mewajibkan mandi.

Dari pendapat ini kita dapat mengetahui bahwa keluarnya madzi menurut jumhur ulama itu tidak membatalkan puasa.

Namun ada pendapat yang mengatakan bahwa madzi yang keluar karena berciuman itu membatalkan puasa, pendapat ini dikeluarkan oleh imam Malik dan Imam Ahmad.

“Imam Malik dan Imam Ahmad berpendapat bahwa madzi yang keluar setelah berciuman itu membatalkan puasa.” (Syekh Hasan Hitou, Fiqh ash-Shiyam, halaman 68).

Itulah penjelasan status hukum puasa orang yang keluar madzi. Kesimpulannya, menurut jumhur (mayoritas) ulama, keluarnya madzi tidak membatalkan karena ia seperti keluarnya air kencing, tidak ada proses inzal, berbeda dengan mani.

Panduan lengkap sholat wajib 5 waktu dan macam-macam sholat sunnah.

(Dari berbagai sumber)

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Rumus Hadroh Pelan untuk Pemula, Syi’ir Gusdur (Tanpo Waton), Ya Rasulallah

Read Next

Selalu Ribut Tentukan Awal Ramadhan Kyai Syarif Beri Solusi Cerdas …!!!