ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Bank Tetap Buka Meski Gempa Malang Telan Korban Meninggal dan Banyak yang Luka-luka

Bank Tetap Buka Meski Gempa Malang Telan Korban Meninggal dan Banyak yang Luka-luka

Konfirmasitimes.com-Jakarta (11/04/2021). Gempa Malang, delapan orang dikabarkan meninggal dunia akibat gempa yang berpusat di perairan Malang Selatan.

Hal dilaporkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur berdasarkan data hingga Sabtu (10/04/2021) pukul 21.00 WIB.

Adapun rincian korban meninggal, lima di antaranya dari Kabuaten Lumajang, sementara tiga lainnya dari Kabupaten Malang.

“Sebagian besar korban tertimpa bangunan dan bebatuan,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jawa Timur Gatot Subroto, dalam keterangannya, Sabtu (10/04/2021).

Untuk korban luka tercatat 25 orang. satu di antaranya luka berat dari Kabupaten Lumajang.

Lebih lanjut korban luka ringan, 10 dari Kabupaten Lumajang, dua orang dari Kabupaten Malang, delapan orang dari Kabupaten Blitar, satu orang dari Tulungagung, satu orang dari Jember dan satu orang lagi dari Kota Blitar.

Berikut identitas korban meninggal dunia tersebut berdasarkan update data dari BPBD Jawa Timur :

  1. Ahmad Fadholi, warga Desa Tempurrejo Kecamatan Tempursari Lumajang.
  2. Sri Yani warga Desa Tempurrejo Kecamatan Tempursari Lumajang.
  3. Juwanto, warga Desa Kaliuling Kecamatan Tempursari Lumajang.
  4. Nasar warga Desa Kaliuling Kecamatan Tempursari Lumajang.
  5. Bonami, warga Desa Kaliuling Kecamatam Tempursari Lumajang.
  6. Imam warga Desa Sidorenggo Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang.
  7. Munadi warga Desa Wirotaman Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang.
  8. Misni warga Desa Tamansari Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang.

Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan, gempa magnitudo 6,1 (sebelumnya disebut 6,7) berpusat di 90 kilometer barat daya Kabupaten Malang.

Pusat gempa yakni di lepas pantai memiliki kedalaman 25 kilometer. Menurut BMKG, gempa ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.

Gempa ini juga dilaporkan terasa di Blitar, Kediri, Trenggalek, Jombang, Ngawi, Lombok Barat, Mataram, Kuta, Jimbaran, Denpasar, Mojokerto, Klaten, Lombok Utara, Sumbawa, Tabanan, Klungkung, Turen, dan Banjarnegara.

Bank tetap beroperasi

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk akan tetap melayani nasabah meski sejumlah kantor layanan terdampak gempa yang mengguncang Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Corporate Secretary BNI Mucharom menyampaikan layanan electronic channel seperti mesin ATM, EDC, BNI Mobile Banking, Internet Banking, serta SMS Banking di Malang tetap beroperasi normal.

Selain itu, ia memastikan nasabah juga dapat melakukan transaksi perbankan pada agen46 yang masih beroperasi usai terjadinya gempa.

“Dua dari Kantor Cabang BNI di Malang mengalami kerusakan minor dan sedang dilakukan upaya perbaikan. Tidak ada staf kami yang terluka dalam bencana ini. Kantor Cabang BNI di Malang tetap dapat memberikan layanan yang optimal,” kata Mucharom kepada media.

Mucharom mengatakan nasabah dapat menghubungi BNI Call di nomor 1500046 yang siaga 24 jam setiap harinya, apabila membutuhkan bantuan terkait layanan perbankan.

“Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban gempa Malang, BNI segera menyalurkan bantuan pasca gempa,” terang Mucharom.

Selain itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memastikan layanan perbankan di wilayah Malang Raya, Jawa Timur, tetap beroperasi pascagempa.

Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto mengatakan perusahaan segera melakukan pemantauan dan inventarisasi aset yang terdampak, dan hingga saat ini kondisi kantor maupun Unit Kerja BRI di daerah terdampak bencana dalam kondisi baik dan tidak ada kerusakan yang signifikan.

“Oleh karena itu, kami memastikan bahwa layanan perbankan (baik layanan kantor maupun e-channel) di wilayah tersebut, tetap beroperasi dan dapat melayani transaksi perbankan nasabah secara normal,” ujar Aestika kepada media.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Gimana Sih Kaderisasi Ala Pelajar NU Batang ?

Read Next

Benarkah Syair Lii Khomsatun itu Bid’ah? Simak Penjelasan Gus Dewa