ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Al-Idrisi: Geographer Muslim Dunia

Al-Idrisi: Geographer Muslim Dunia

Konfirmasitimes.com-Jakarta (11/04/2021). Abu Abdullah Muhammad bin Muhammad bin Abdullah bin Idris ash-Sharif atau yang selanjutnya disebut Al-Idrisi adalah seorang geographer muslim dunia. Lahir di Ceuta, Spanyol, pada tahun 493 H (1100 M).

Berhubung silsilahnya yang agung, Al-Idrisi juga dikenal dengan nama Asy-Syarif al-Idrisi.

John Block Friedman juga menyebutkan bahwa al-Idrisi termasuk salah satu keturunan Nabi Muhammad SAW.

Al-Idrisi menjadi dosen ilmu geografi di Eropa selama tiga abad. Al-Idrisi telah membuat bola dunia dikala mayoritas geographer muslim telah berhasil membuat ukuran permukaan bumi secara akurat. Beberapa peta dunia telah dibuat namun tidak sesempurna karya Al-Idrisi.

Seperti geographer lainnya, Al-Idrisi juga melakukan penjelajahan ke berbagai belahan dunia, termasuk ke Asia dan Afrika untuk mengumpulkan data geografi. Al-Idrisi selalu berusaha mengumpulkan bahan dan referensi sebanyak mungkin dan mengombinasikannya menjadi penemuan baru.

Al-Idrisi menyajikan data dengan sangat kompherensif yang menyebabkan kalangan militer fan navigator laut Eropa tertarik kepada kajian-kajiannya bahkn membuat Raja Roger II terpincut dan meminta Al-Idrisi untuk membuatkannya peta Kristen yang akurat.

Saat itu para geographer dan cartographer barat masih menggunakan pendekatan simbolis dan fantasi. Alih-alih menggunakan metode ilmiah seperti yang dilakukan ilmuan Muslim, ilmuan barat masih percaya pada hal-hal mistis dalam pembuatan peta. Al-Idrisi menyetujui permintaan dari Raja Roger dengan syarat Al-Idrisi diperbolehkan untuk memasukkan data wiliyah Sicilia yang dulunya adalah wilayah kekuasaan kaum Muslimin. Selanjutnya mereka mendirikan Akademi Geografi.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap Raja Roger II, Al-Idrisi melengkapi bola dunia karyanya dengan kitab Al-Rujari (Roger’s Book). Buku ini digambarkan sebagai bentuk deskripsi paling teliti dan cermat di dunia pada abad pertengahan. Sangat disayangkan bahwa selanjutnya orang Eropa menggunakan peta Al-Idrisi sebagai pedoman untuk melakukan penjajahan ke berbagai negara, Al-Idrisi dikenal sangat jenius dalam mengukur garis bujur dan garis lintang beberapa negara.

Selain itu, buku karya Al-Idrisi yang berjudul Nuzhat al-Mushtaq fi Ikhtiraq al-Afat dijadikan sebagai sebuah ensiklopedia. Setelah menyelesaikan buku tersebut, Al-Idrisi membuat sebuah kompilasi ensiklopedia yang lebih kompherensif berjudul Rawd Unnas wa Nuzht al-Nafs. Al-Idrisi wafat di Sicilia pada 1160.

(Dari berbagai sumber)

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Bacaan Niat Puasa Ramadhan untuk 1 Bulan Penuh

Read Next

Tips Hemat Selama Ramadhan