ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
23 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Ramadan 2021, Khofifah: THR Jangan Dicicil

Khofifah

Konfirmasitimes.com-Jakarta (08/04/2021). Ramadan 2021, perusahaan Jatim diharapkan tidak menyicil pembayaran tunjangan hari raya (THR) 2021.

“Ini menjelang Ramadan, kemudian akan masuk juga Idul Fitri. Kami mohon THR untuk pekerja jangan dicicil,” kata Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa, dalam keterangannya, beberapa waktu lalu.

Tak hanya Gubernur Jatim, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto jug meminta pengusaha untuk memberikan THR Idul Fitri tidak dicicil.

Lebih lanjut, Gubenur Jatim mengingatkan agar perusahaan tetap mempertahankan perusahaan nihil kecelakaan sehingga bisa menjadi percontohan bagi perusahaan-perusahaan yang lain.

“Nihil kecelakaan menjadi penting karena perlindungan terhadap tenaga kerja itu juga penting terhadap keselamatan serta kesehatan pekerja,” katanya.

Dalam kesempatan sama, Khofifah memberikan penghargaan untuk sejumlah kepala daerah yang sukses menjadi pembina keselamatan dan kesehatan kerja serta melakukan penandatanganan pakta integritas pencegahan perkawinan anak di Provinsi Jawa Timur oleh pemerintah serta unsur dan lembaga masyarakat.

Terpisah, Direkur Pengupahan Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, Dinar Titus Jogaswitani mengaku aturan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) masih dalam pembahasan.

Situasi pandemi Covid-19 masih menekan ekonomi pengusaha. Maka dari itu, kemampuan para pengusaha menjadi pertimbangan tersendiri dalam mengatur pembayaran THR.

“Sedang kami bahas untuk  membuktikan apakah betul pengusaha mampu membayar THR,” ungkap Dinar, dalam keterangannya kepada media, Rabu (07/04/2021).

Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, kepastian pembayaran THR menolak bila THR diberikan secara dicicil.

“Prinsipnya buruh meminta THR dibayar penuh dan tidak dicicil,” kata Said.

Kemudian waktu pembayaran THR sebaiknya sesuai dengan aturan yang ada. Berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan nomor 6 tahun 2016, THR paling lambat dibayarkan 7 hari sebelum hari raya keagamaan.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Bencana NTT, MUI: Masyarakat NTT Harap Bersabar

Read Next

Airlangga Ungkap Ekonomi Indonesia Mulai Pulih