ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
14 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Asupan Nutrisi Ibu Menyusui yang Puasa Ramadhan

Menyusui

Konfirmasitimes.com-Jakarta (08/04/2021). Menyusui tidak menjadi kendala bagi Ibu untuk menjalankan ibadah puasa ya. Namun, kondisi tubuh dan pola makan harus diperhatikan selama puasa. Jangan sampai Ibu menyusui turun berat badan atau mengalami dehidrasi selama puasa. Ibu dengan kondisi tersebut dapat mempertimbangkan untuk tidak berpuasa.

Selama puasa Ramadhan, Bunda yang menyusui membutuhkan 2.600 sampai 2.800 kalori. Kebutuhan ini bisa dipenuhi dari makanan yang dikonsumsi selama dua kali waktu makan.

“Jika ada penurunan berat badan sedikit, untuk puasa berikutnya lagi harus diperhatikan asupannya. Harus ditambah lagi cairan, karbohdrat, protein, dan lemak yang cukup. Kalau ibu dalam kondisi fit, bisa tetap lanjutkan puasa,” kata konselor ASI, dr. Ameetha Drupadi, CIMI, dalam Live Instagram, beberapa waktu lalu.

Menyusui

Ketika Ibu berpuasa itu, lemak dalam makanan yang harusnya tersedia untuk membentuk ASI akhirnya berkurang. Nah, cadangan lemak Bunda lah yang akhirnya digunakan untuk membentuk ASI ini.

“Ibu menyusui membutuhkan 2.600 sampai 2.800 kalori. Kalau ibu menyusui bisa mencukupi nutrisinya, diperbolehkan berpuasa,” ujar Ameetha.

Pola makan selama menyusui baik puasa atau tidak tetaplah sama. Bedanya waktu makan yang sebelumnya tiga kali sehari, dikurangi menjadi dua kali dengan porsi yang sama.

Bila Ibu menyusui merasa kuat dan kebutuhan kalori terpenuhi, puasa tetap bisa dijalankan. Sebaliknya, bila Bunda menjadi lemas hingga dehidrasi, sebaiknya tidak usah berpuasa dan menggantinya di hari lain.

Menyusui

Sama saat tidak puasa, asupan Ibu menyusui tetap harus tercukupi di bulan Ramadhan. Jika memutuskan untuk puasa, maka Bunda harus memenuhi kebutuhan kalori harian, yakni 2.600 sampai 2.800 kalori.
Kebutuhan kalori ini dapat terpenuhi dari makanan yang dikonsumsi di waktu sahur, berbuka, dan malam hari setelah salat tarawih. Selain kalori, proporsi dan jenis makanan yang dikonsumsi juga harus tepat.

“Harus cukup karbohidrat, itu 50 persen dari keseluruhan, protein 30 persen, lemak 10 persen, dan sayuran serta cairan itu 10 persen,” terang Ameetha.

Ibu menyusui perlu mengonsumsi makanan tinggi protein selama berpuasa. Jangan lupa asupan karbohidrat dari nasi atau umbi-umbian untuk menambah energi.

“Protein tinggi bisa didapat dari daging merah, karbohidrat ada di nasi, umbi, dan pasta. Bisa ditambah kurma atau madu untuk energi karena mengandung gula. Gula bisa meningkatkan energi saat berpuasa,” ujar Ameetha.

Setelah mencukupi itu semua, Bunda tetap harus mengonsumsi cairan yang cukup selama menyusui. Untuk mencegah dehidrasi selama puasa, konsumsi 3 sampai 4 gelas air di waktu sahur dan buka puasa.

Di jeda waktu berbuka hingga sahur, konsumsi cairan tetap harus dipenuhi. Bunda menyusui membutuhkan setidaknya 3 liter air selama puasa untuk memproduksi ASI.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

KH. Anas Noor Salim: Khotmil Quran Doa Bersama untuk Perintis Pendiri dan Pejuang di YPA Singosari

Read Next

BNPB Minta Warga di Daerah Rawan Bencana Lakukan Ronda