ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
23 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Presiden: Hindari Praktik Keagamaan Ekslusif dan Tertutup

Presiden

Konfirmasitimes.com-Jakarta (07/04/2021). Presiden Joko Widodo mengimbau agar menghindari praktik keagamaan yang bersifat eksklusif. Sebab, praktik ini akan menciderai nilai-nilai luhur yang terkandung dalam pilar kebangsaan Bhineka Tunggal Ika. 

“Praktik-praktik keagamaan yang eksklusif dan tertutup harus kita hindari,” ujar Presiden Joko Widodo melalui tayangan Akun YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu (07/04/2021).

Praktik keagamaan dimaksud yang dapat merusak nilai-nilai yang terkandung dalam pilar bangsa Bhineka Tunggal Ika yang diimplementasikan oleh masyarakat saat ini. Terancamnya hal itu, akan membuat dampak negatif bagi harmonisasi kehidupan berbangsa dan negara.

Konsekuensi dari rusaknya Bhineka Tunggal Ika, akan muncul secara masif perilaku intoleran yang berasal dari pengikut praktik keagamaan tertutup tersebut. Tindakan ini, tentunya akan menjadi cikal bakal terjadinya aksi yang menyimpang pada waktu ke depan.

“Sikap yang tidak sesuai dengan Bhineka Tunggal Ika akan merusak sendi-sendi kebangsaan kita,” katanya.

Ini berbahaya, akan menimbulkan tindakan-tindakan yang memicu konflik antar pemeluk agama yang berlainan. Dan juga tindakan esktrim yang cenderung kriminal kepada pemeluk agama lainnya dalam sehati-hari.

“Sikap keras beragama yang menimbulkan perpecahan dalam masyarakat tidak boleh ada di negeri kita,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, Presiden meminta, para pemangku kepentingan dapat mendorong upaya moderasi beragama. Mengingat, hal tersebut tengah gencar dilakukan oleh pemerintah dalam merawat nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika di dalam negeri.

Caranya, senantiasa berpedoman pada ajaran-ajaran agama yang menyejukkan. Maksudnya, ajaran agama yang senantiasa mengajarkan rasa saling menghormati, keramahan, dan menjunjung tinggi sikap toleransi.

Dengan begitu, ajaran agama yang diterapkan oleh masyarakat dalam sehari-hari dapat membawa dampak positif bagi seluruh kehidupan berbangsa dan negara.

“Sebuah keharusan saling menghargai segala perbedaan termasuk, perbedaan keyakinan, saling menghormati dan belajar dari orang lain sehingga tercapai kesamaan sikap,” pungkasnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

BLT UMKM 2021 Cair 2 Tahap, Segera Daftar dan Penuhi Syarat Ini

Read Next

Saudi Izinkan Umrah Secara Terbatas, Ini Syaratnya