ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
23 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Mengapa Eksepsi Rizieq Shihab Ditolak? Ini Alasannya

Pengadilan Negri Jakarta Timur Selasa (06/04/2021)

Sidang Pengadilan Negri Jakarta Timur Selasa (06/04/2021)

Konfirmasitimes.com-Jakarta (07/04/2021). Eksepsi atau nota keberatan yang dilayangkan terdakwa Rizieq Shihab dalam kasus kerumunan massa di Petamburan, Jakarta Pusat ditolak Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Dengan demikian maka sidang akan dilanjutkan dengan pemeriksaan pokok perkara.

“Berdasarkan pertimbangan tersebut yang dikemukakan terdakwa dan penasihat hukum tak berdasarkan hukum. Keberatan atas eksepsi yang diajukan terdakwa dan penasihat hukum terdakwa tak dapat diterima,” ujar hakim ketua Suparman Nyompa saat membacakan amar putusan sela di PN Jakarta Timur, Selasa (06/04/2021).

Pengadilan Negri Jakarta Timur Selasa (06/04/2021)
Sidang Pengadilan Negri Jakarta Timur Selasa (06/04/2021)

Majelis Hakim, dalam pertimbangannya, menolak tuduhan Rizieq yang menilai jaksa telah melakukan kriminalisasi terhadap acara Maulid Nabi Muhammad di Petamburan. Justru, menurut majelis hakim, alasan keberatan Rizieq bukan materi keberatan sebagaimana dimaksud pasal 143 ayat 2 KUHAP.

“Apakah terdakwa melakukan perbuatan dan tidak melakukan perbuatan, maka harus diperiksa bukti-bukti di persidangan, karena itu keberatan terdakwa sudah masuk materi perkara,” ujar majelis hakim.

Majelis Hakim menilai dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap Rizieq di kasus kerumunan Petamburan telah disiapkan sesuai aturan yang berlaku.

Menurut Majelis hakim, poin-poin eksepsi Rizieq lainnya juga telah banyak yang masuk dalam materi pokok perkara. Karena itu, hakim akan memeriksa bukti-bukti lanjutan di persidangan selanjutnya. Majelis hakim pun memerintahkan jaksa melanjutkan pemeriksaan pokok perkara.

“Selanjutnya pemeriksaan perkara tetap dilanjutkan,” kata Hakim.

Rizieq, dalam eksepsi itu, menilai jaksa telah melakukan kriminalisasi terhadap acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelarnya di kediamannya di Petamburan pada pertengahan November 2020.

Menurut Rizieq acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Petamburan telah mengikuti protokol kesehatan (prokes). Bahkan, jumlah massanya tidak sebanyak kerumunan bandara saat Rizieq kembali dari Indonesia waktu itu.

Tak hanya terjerat kasus kerumunan, Rizieq juga didakwa menghasut masyarakat untuk melanggar pembatasan sosial dengan menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan putrinya di Petamburan, Jakarta Pusat saat masa pandemi virus corona masih merebak.

Pada kasus Petamburan, Rizieq dijerat dengan lima dakwaan alternatif. Di antaranya, pertama Pasal 160 KUHP jo Pasal 99 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Kemudian Pasal 216 ayat (1) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dan atau ketiga Pasal 93 UU nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Selanjutnya, pasal 14 ayat (1) UU nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan atau Pasal 82A ayat (1) jo 59 ayat (3) huruf c dan d UU Nomor 16 Tahun 2017 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan atas UU nomor 17 Tahun 2013 tenang Organisasi Kemasyarakatan menjadi UU jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 10 huruf b KUHP jo Pasal 35 ayat (1) KUHP.

Sebagai informasi, Rizieq melakukan perbuatan itu bersama dengan eks pentolan FPI lainnya, Haris Ubaidillah, Ahmad Sabri Lubis, Ali Alwi Alatas, Idrus, Maman Suryadi.

Rizieq dinilai tidak mengindahkan himbauan Wali Kota Jakarta Pusat dan Kapolres Jakarta Pusat terkait penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan putrinya di Petamburan.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Kabar Baik Bagi Pelaku Usaha! Kriteria Penjaminan Kredit Berubah

Read Next

Pelanggaran Data Terjadi, Apa yang Harus Dilakukan Pengguna?