ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
23 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Kemenag Izinkan Warga Buka Bersama di Restoran Pada Ramadhan 2021

Ramadhan 2021, Kemenag Izinkan Warga Buka Bersama di Restoran

Konfirmasitimes.com-Jakarta (06/04/2021). Kementerian Agama (Kemenag) menerbitkan surat edaran tentang ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H/2021 Masehi. Menag Yaqut berharap surat edaran itu bisa menjadi pedoman bagi seluruh umat muslim Tanah Air.

Dalam surat edaran tersebut, Kemenag mengizinkan kegiatan buka puasa bersama (bukber) dilaksanakan, asalkan dengan beberapa peraturan seperti, kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan.

“Dalam hal kegiatan buka puasa bersama tetap dilaksanakan,” tulis Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam rilisnya.

“Harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan,”.

Surat edaran nomor 3 tahun 2021 yang ditandatangani Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, berisi sejumlah panduan-panduan ibadah maupun aktivitas di bulan Ramadhan di tengah pandemi.

Kemenag berpesan agar kegiatan bukber ini tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Tak hanya bukber, Kemenag juga mengizinkan Salat Tarawih dan Idul Fitri dilaksanakan.

“Salat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021 M dapat dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat,” ujar Menag Yaqut.

“Kecuali jika perkembangan Covid-19 mengalami peningkatan berdasarkan pengumuman Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk seluruh wilayah negeri atau pemerintah daerah di daerahnya masing-masing,” sambungnya.

Selain itu, dalam penyelenggaraan ibadah dan dakwah di bulan Ramadhan, segenap umat Islam dan para mubaligh/penceramah agama agar menjaga ukhuwwah Islamiyah dan ukhuwwah wathaniyah.

“Para mubaligh/penceramah agama diharapkan berperan memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan, akhlaqul Karimah, kemaslahatan umat,” katanya.

Menag Yaqut juga mengimbau agar para mubaligh juga dalam tausiyahnya agar kembali menanamkan nilai-nilai kebangsaan dalam bingkai kesatuan Republik Indonesia, dengan selalu mengedepankan Ahlakul Kariimah.

“Dan nilai-nilai kebangsaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui bahasa dakwah yang tepat dan bijak sesuai tuntunan Alquran dan As-sunnah,” sambungnya.

“Surat Edaran ini bertujuan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan protokol kesehatan,” ujarnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Gus Nanal Ainal Fauz Bertabaruk dengan Kiswah Rasulullah SAW

Read Next

Jawahirul Bukhori