ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
23 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Masyarakat Desa Bisa Diberdayakan untuk Menciptakan Produk Unggul

Masyarakat Desa Bisa Diberdayakan untuk Menciptakan Produk Unggul

Konfirmasitimes.com-Jakarta (04/04/2021). Produk di desa tak kalah kualitasnya dan bisa bersaing di pasar.

Menurut Wamen Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Budi Arie Setiadi, produk-produk desa kekinian mulai menunjukkan kuantitas dan kualitasnya.

“Produk-produk desa semakin hari semakin menunjukkan kuantitas dan kualitas yang cukup signifikan. Namun menurutnya, tingginya jumlah produksi di desa tak sejalan dengan akses pasar yang ada,” kata Wamen Budi Arie di Twitter Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Sabtu (03/04/2021).

Budi Arie mengungkapkan salah satu cara untuk meningkatkan ekonomi masyarakat desa adalah mendorong masyarakat desa untuk terus berproduksi. Untuk itu, dibutuhkan kemudahan akses pasar yang mumpuni untuk menampung hasil produksi tersebut.

Budi Arie menilai tidak ada rumus lain dalam mensejahterakan masyarakat desa kecuali menyelesaikan persoalan ekonomi.

“Persoalan jika ada kualitas produksinya yang kurang bagus, itu bisa dibina. Jangan underestimate (meremehkan) terhadap kreativitas dan produk anak-anak muda di daerah. Karena sebenarnya orang-orang kita jago-jago,” kata Budi Arie.

 Masyarakat Desa Bisa Diberdayakan untuk Menciptakan Produk Unggul

Anggaran dana desa pada dasarnya bisa dimanfaatkan untuk pemberdayaan masyarakat seperti menciptakan produk-produk bernilai lokal yang bisa memiliki kualitas yang mampu bersaing dipasar.

 Jika kewirausahaan didesa tumbuh maka produk-produk lokal yang dimiliki oleh setiap desa dapat dipasarkan secara nasional maupun internasional.

Sebelumnya Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar, menyampaikan hingga kini peruntukan penggunaan Dana Desa masih belum maksimal.

Menurut Mendes PDTT penyebabnya adalah perencanaan pembangunan di desa masih berbasis keinginan, bukan berbasis permasalahan, seperti yang terdapat dalam tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDGs) Desa.

“Padahal, Dana Desa itu sebenarnya adalah untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi di sana (desa), salah satu permasalahan yang dihadapi oleh sebuah desa yaitu kemiskinan, pengangguran, kelaparan, serta kualitas pendidikan angka partisipasi murni belajar yang selalu menurun,” kata Abdul Halim Iskandar, dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Abdul Halim Iskandar juga mengungkapkan percepatan pembangunan di desa akan mudah terwujud bila Dana Desa yang jumlahnya mencapai Rp72 triliun pada tahun ini betul-betul digunakan dan dikelola dengan tepat sasaran.

Dia berharap 74.961 desa seluruh Indonesia bisa mengikuti peta jalan (roadmap) pembangunan desa, melalui SDGs Desa, yang telah disiapkan Kemendes PDTT.

Dengan demikian Abdul Halim Iskandar, mengharapkan ada dukungan dari berbagai pihak, terutama perguruan tinggi dalam menerapkan SDGs Desa.

“Dan itu butuh dukungan dari semua pihak termasuk dari perguruan tinggi, dan alhamdulillah pada hari ini kami dari kementerian desa mendapatkan penghormatan untuk membangun perjanjian kerja bersama dengan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA),” kata Abdul Halim Iskandar.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Tanya Jawab Hukum : Anak Angkat Dapat Warisan Melebihi Anak Kandung Karena Wasiat, Bisaa Engga???

Read Next

Merawat Pohon Pisang Supaya Tidak Roboh