ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
24 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Saham Bank Panin Merosot Tajam, Gegara Digeledah KPK?

Saham Bank Panin Merosot Tajam, Gegara Digeledah KPK?

Konfirmasitimes.com-Jakarta (25/03/2021). Buntut dari beredarnya kabar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor pusat bank Panin di Jakarta menyisakan efek negatif dengan jatuhnya harga saham emiten-emiten yang tergabung dalam Grup Panin.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, Kantor PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) atau Bank Panin digeledah KPK berhubungan dengan dugaan suap di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan.

Saham-saham anjlok bersamaan pada perdagangan Rabu kemarin (24/03/2021) kemarin.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan, harga saham bank BUKU IV dengan kode saham PNBN ini merosot.

Tak hanya itu, mayoritas saham Grup Panin yang anjlok, terkoreksi parah pada penutupan perdagangan Rabu (24/03/2021) kemarin.

Berbarengan dengan itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ambruk 1,54% di posisi 6.156 dengan catatan net buy asing rendah Rp 55 miliar dalam sehari.

Menurut data BEI, ada enam emiten Grup Panin yang sahamnya berakhir di zona merah dengan koreksi paling parah dicatatkan oleh induk usaha PNBN yakni PT Panin Financial Tbk (PNLF). Saham PNLF terkoreksi parah 4,39% ke level Rp 218/saham.

Sementara emiten Grup Panin yang paling jumbo yakni PNBN alias Bank Panin juga terpantau ambruk parah 3,98% ke level Rp 1.085/unit.

Kemudian anak usaha Grup Panin di bidang bank syariah, sekuritas, multifinance, hingga asuransi, terpantau seluruhnya tumbang.

Tercatat PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) terkoreksi 2,75%, PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS) ambruk 2,41%, PT Paninvest Tbk (PNIN) tumbang 1,25%, sedangkan koreksi paling tipis dibukukan oleh PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) yang terkoreksi 0,76%.

Berdasarkan data BEI, dalam sebulan terakhir, saham Grup Panin yang paling anjlok dicatatkan PNLF dan Bank Panin Dubai. Sementara saham dengan kinerja terbaik sebulan terakhir yakni bisnis multifinance-nya, Clipan Finance. Saham Clipan bahkan mencatatkan return positif 9,24% sejak awal tahun ini.

Berikut pergerakan Harga Saham Grup Panin dalam Sebulan

  1. Clipan Finance (CFIN), sebulan +3,17%, YTD +9,24% Rp 260
  2. Bank Panin (PNBN), sebulan -1,51%, YTD +1,88% Rp 1.085
  3. Panin Sekuritas (PANS), sebulan -1,98%, YTD 3,50% Rp 1.240
  4. Paninvest (PNIN), sebulan -3,66%, YTD -8,67% Rp 790
  5. Bank Panin Dubai Syariah (PNBS), sebulan -3,57%, YTD -2,41% Rp 81
  6. Panin Financial (PNLF), sebulan -5,22%, YTD -11,38%

Sebelumnya, terjadi penggeledahan di kantor pusat Bank Panin untuk mencari alat bukti baru pada Selasa, 23 Maret 2021 terkait kasus dugaan korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait dengan pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 pada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

“Tim penyidik KPK telah selesai melaksanakan penggeledahan di wilayah DKI Jakarta yang bertempat di Kantor Pusat Bank Panin, Jakarta Pusat,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (23/03/2021) malam.

Sementara itu menurut keterangan Direktur Utama Panin Herwidayatmo, ia menyampaikan, PaninBank  memberikan akses seluas-luasanya bagi penyidik KPK untuk menjelaskan tugas sesuai ketentuan. 

“Kami menghormati proses hukum yang sedang dijalankan oleh KPK dan akan bersikap kooperatif selama proses hukum tersebut,” kata Herwidayatmo dalam keterangannya kepada media.

Tak ingin mendului proses hukum, Herwidayatmo mengatakan jika memang kasus ini terkait dengan pajak perusahaan, Panin Bank akan tunduk dan patuh selama temuan pajak tersebut sesuai dengan aturan perpajakan yang berlaku.

Selama proses pemeriksaan pajak tahun 2016, Panin Bank mengikuti seluruh mekanisme dan prosedur yang benar.

“Kami selama ini adalah Wajib Pajak yang taat dan mengikuti seluruh aturan perpajakan,” kata Herwidayatmo.

Perlu diketahui, Bank Panin merupakan salah satu perusahaan yang diduga memberikan hadiah atau janji hadiah kepada aparat pajak yakni Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani. 

Ketiga perusahaan yang diduga menyuap pajak hingga Rp 50 miliar secara bertahap itu adalah PT Johlin Baratama, Bank Panin dan Gunung Madu Plantion, perusahaan gula milik keluarga Cendana. 

Menurut informasi yang dihimpun, dalam pemeriksaan tambahan tahun buku 2016, Panin Bank ditetapkan kurang bayar Rp 300 miliar. Panin Bank membayarkan penetapan pajak tersebut. 

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Desa Wisata di Garut, Eksotis Sekaligus Instagrammable

Read Next

Subhanallah Pastor Ini Kagumi Ulama NU dan Masjid Terbesar di Asia Tenggara