ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
24 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Ini Penyebab Kebakaran di Matraman Jaktim yang Tewaskan Puluhan Orang

Ilustrasi

Ilustrasi

Konfirmasitimes.com-Jakarta (25/03/2021). Kebakaran dahsyat menghanguskan kawasan permukiman padat penduduk Jalan Pisangan Baru III RT.06/10, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (25/03/2021) dini hari.

Dalam kebakaran itu. dilaporkan setidaknya sepuluh orang meninggal dunia.

“Objek yang terbakar rumah kontrakan lima pintu,” ujar Kasi Operasional Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Gatot Sulaeman, dalam keterangannya.

Dugaan sementara kebakaran dipicu dari korsleting listrik. Berdasarkan keterangan warga di lokasi, Gatot mengungkapkan api sudah terlihat membesar.

“Saksi melihat api sudah menyala dengan besar, kemudian para korban diduga terjebak ketika berusaha keluar menyelamatkan diri, bersama anak istri,” kata Gatot.

Gatot mengatakan bahwa laporan mengenai peristiwa kebakaran tersebut diterima pada pukul 04.50 WIB. Pihaknya kemudian langsung menerjunkan sebanyak 14 unit mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api.

Gatot sementara merinci nama-nama korban tewas dalam insiden nahas itu. Gatot menyebut kesepuluh jenazah korban tewas kebakaran itu adalah Sri Mulyani (50), Deby (28), Ria (17), Dani (30), Nizan (1,5), Beni (42), Nova (40), Baeva (15), Fani (20) dan Ni Imam.

Semua jenazah sudah dibawa ke RSCM untuk proses autopsi. Sebanyak 14 unit mobil pemadam dan 70 personel dikerahkan dalam kejadian kebakaran ini. 

Proses pemadaman api selesai pada pukul 05.50 WIB. Akibat peristiwa kebakaran ini kerugian materi ditaksir mencapai Rp800 juta.

Sementara itu, Kapolres Jakarta Timur, Kombes Pol Erwin Kurniawan mengatakan dari keterangan saksi mata yang melihat dari awal kobaran api sempat mendengar suara teriakan dari salah satu rumah yang sudah terbakar.

“Setelah proses pemadaman baru ditemukan jenazah korban ada di dua rumah. Mereka diduga terjebak api membesar, dan tidak bisa menyelamatkan diri,” kata Erwin Kurniawan, dalam keterangannya kepada media.

Erwin mengatakan api yang menyala sekitar pukul 4 pagi membesar dengan cepat sehingga korban tidak sempat menyelamatkan diri.

“Karena posisi rumah kontrakan di pojok dan gang sempit, jangkauan air dari petugas pemadam kebakaran tidak maksimal sehingga proses pemadaman agak terhambat,” lanjut Erwin Kurniawan.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Gunung Merapi Kembali Semburkan Guguran Lava Pijar

Read Next

Serabi Khas Tegal Uwenak dan Gurih, Lur.. Wajib Coba!