ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
22 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Yuhu! Ada Wisata Kapal Pesiar di Kepulauan Seribu

Yuhu! Ada Wisata Kapal Pesiar di Kepulauan Seribu

Konfirmasitimes.com-Jakarta (24/03/2021). Kini di Putri Duyung Ancol, ada yang baru dimana semakin menjadi daya tarik wisata di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Apa itu yang baru? Iya, Kapal Agustine Phinisi.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) secara resmi meluncurkan kapal itu pada Selasa (23/03/2021) kemarin.

Kapal Agustine Phinisi merupakan hasil kolaborasi antara Manajemen PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk. dengan Agustine Phinisi. Nama Augustine sendiri diambil dari nama keluarga yaitu keluarga yaitu Oma Augustine.

“Kolaborasi ini menjadi kunci dalam pengembangan dan kemajuan tiap industri khususnya sektor pariwisata,” ujar Deputi Bidang Produk Wisata Dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf, Rizky Handayani ketika menghadiri acara “Grand Launching Kapal Agustine Phinisi”, di Putri Duyung Ancol, Jakarta Utara.

Rizki menyampaikan pulau seribu memiliki potensi wisata yang luar biasa, maka dari itu diharapkan adanya kapal ini semakin menambah daya tarik wisatawan.

“Kita tahu sebenarnya di Pulau Seribu ini memiliki potensi pariwisata yang luar biasa. Namun, hanya sedikit orang yang memaknai bahwa Kepulauan Seribu bagian dari atraksi wisata di DKI Jakarta. Dengan adanya Kapal Agustine ini diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata yang baru di Pulau Seribu,” jelas Rizki Handayani, dalam keterangannya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal pesiar itu selesai dibuat pada 2020, di Tanah Beru, Bulukumba Sulawesi Selatan. Kapal yang berukuran sepanjang 30 meter ini dibuat secara tradisional oleh pembuat kapal terbaik di Tanahberu, Bulukumba, Sulawesi Selatan. Badan kapalnya terbuat dari kayu ulin dan kayu jati.

Agustine Phinisi mengusung konsep live on board dengan menawarkan paket wisata seperti brunch trip dan sunset trip, yaitu berlayar selama empat jam di Teluk Jakarta.

Serta ada day trip yaitu berlayar ke Kepulauan Seribu selama satu hari penuh. Apabila wisatawan ingin ingin menginap, Augustine Phinisi juga memiliki paket menginap di atas kapal selama 1 malam atau 2 malam. 

Kapasitas kapal ini sebanyak 12 tamu. Fasilitas yang disediakan yaitu 4 kamar tidur, lengkap dengan 4 kamar mandi, ruang makan, dapur, smart TV, ruang karaoke, koleksi buku, mainan anak-anak dan 2 ruang santai.

Trip activities yang ditawarkan diantaranya adalah snorkeling, scuba siving, freedive, kayaking, bird watching, yoga, coral planting, dan lainnya.

“Agustine Phinisi juga menawarkan paket-paket wisata yang berkaitan dengan environmental sustainability seperti beach clean up, yang diharapkan menjadi pembelajaran bagi para pengunjung bagaimana wisata yang bertanggung jawab dengan tetap menjaga lingkungan sekitar,” ungkap Rizki.

Wisata  live on board ini juga memiliki paket privet trip, dimana pengunjung hanya berlayar dengan groupnya masing-masing. Sehingga, hal tersebut dinilai sesuai dengan konsep wisata di masa adaptasi kebiasaan baru yaitu lebih customized, personalized, localized, dan smaller in size.

Selain itu, berwisata live on board merupakan pandemic winner, karena saat ini wisata minat khusus seperti live on board ini sangat digemari.

Harga yang ditawarkan kapal Agustine Phinisi sekitar Rp1,000,000 hingga Rp3,250,000. Harga tersebut tergantung dari paket-paket yang diambil oleh wisatawan.

Rizki Handayani mengingatkan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE secara ketat dan disiplin. Agar terciptanya rasa aman dan nyaman bagi wisatawan saat berlayar menggunakan kapal Agustine Phinisi.

Sebelumnya Kemenparekraf/Baparekraf telah membuat hand book atau buku panduan mengenai protokol kesehatan berbasis CHSE yang dapat diunduh melalui situs https://chse.kemenparekraf.go.id/.

Pemilik sekaligus Direktur Agustine Phinisi, Diandra Hadi, menuturkan lagu nenek moyangku seorang pelaut, merupakan sepenggal lirik dari lagu nasional yang menunjukkan bahwa Indonesia memiliki identitas kemaritiman yang sangat kental.

Diandra pun meyakini bahwa masyarakat yang tinggal di pusat kota mendambakan melakukan wisata ditemani dengan keindahan laut Indonesia.

“Sebagai warga Jakarta yang banyak bermain dan belajar di Kepulauan Seribu sejak kecil, saya ingin dapat memperlihatkan dan mempromosikan keindahan Kepulauan Seribu ke banyak orang. Karena walaupun jaraknya dekat, ternyata masih banyak warga Jakarta yang belum mengetahui keindahan Kepulauan Seribu,“ lanjutnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Syaban Bulan Nabi Bersama Ust Suroso

Read Next

Santri Peci Sholawat Nabi