ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
22 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Kabar Buruk! Kena Dampak Ini, Nilai Rupiah Memprihatinkan

IHSG

Konfirmasitimes.com-Jakarta (24/03/2021). Tercatat hari ini Rabu 24 Maret 2021, pasar keuangan di Indonesia memburuk, diduga karena dampak sentimen negatif dari pasar global.

Sentimen negatif untuk rupiah datang karena di awal tahun kebutuhan valas korporasi sedang tinggi untuk pembayaran dan repatriasi dividen, utang jatuh tempo, dan sebagainya. permintaan valas yang tinggi membuat rupiah tertekan.

Sementara sentimen negatif untuk pasar keuangan secara umum datang dari Benua Eropa yang sempat membaik, kini kembali memburuk.

Selain itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diketahui berada di zona koreksi usai anjlok 0,80% ke level 6.201,79, sementara mata uang Garuda diperdagangkan melemah dibandingkan dengan dolar AS. Dilaporkan rupiah masih melemah 0,28% di level Rp 14.430/US$.

Menurut laporan WHO, jumlah pasien positif covid-19 di Benua Biru per 23 Maret 2021 adalah 42.870.334 orang. Bertambah 162.860 orang dari hari sebelumnya.

Selama dua minggu ini, mayoritas tambahan pasien baru adalah 198.751 orang per hari. Melonjak dibandingkan rerata 14 hari sebelumnya yakni 162.341 orang per hari.

Maka dari itu, Eropa kini dinilai sudah terpukul oleh gelombang serangan ketiga Covid-19. Gelombang yang membuat sejumlah negara kembali memperketat pembatasan sosial (social distancing).

Di Jerman, Kanselir Angela Merkel mengumumkan untuk perpanjangan lockdown hingga 18 April 2021. Warga Jerman diminta untuk tetap di rumah selama libur Hari Paskah.

“Kita sedang menghadapi serangan pandemi gelombang baru. Virus mutasi Inggris menjadi dominan,” kata Merkel, Reuters melaporkan.

Mulai akhir minggu lalu, Prancis memberlakukan karantina wilayah (lockdown) di tujuh wilayah, termasuk ibu kota Paris. ready viewed Lockdown akan berlaku selama sebulan. Selain itu, berlaku jam malam secara nasional yaitu pada pukul 19:00.

Kemudian pelaku pasar dihimbau perlu mewaspadai ketegangan antara China vs AS dan sekutunya. AS, Uni Eropa, Inggris, dan Kanada memberlakukan sanksi kepada pejabat pemerintah China yang dituding terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia terhadap etnis minoritas di Xinjiang.

“Di tengah kecaman internasional, (China) terus melakukan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Xinjiang,” kata Antony Blinken, Menteri Luar Negeri AS, dalam keterangan tertulis bersama.

“Sudah banyak bukti yang menunjukkan adanya pelanggaran hak asasi manusia secara sistemik oleh otoritas China,” lanjut pernyataan Kementerian Luar Negeri Kanada.

Uni Eropa menjatuhkan sanksi kepada empat orang pejabat pemerintahan China dan satu institusi. Sanksi yang dikenakan adalah larangan masuk dan pembekuan aset.

China tentu tidak terima. Beijing langsung membalas dengan memberlakukan sanksi kepada sejumlah anggota parlemen Uni Eropa, Komite Politik dan Keamanan Uni Eropa, serta dua institusi lainnya.

“Sanksi terhadap kami didasari atas dusta dan tidak dapat diterima,” tegas Wang Yi, Menteri Luar Negeri China, menurut Reuters.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Bagaimana Nikah Berdua Tanpa Saksi dan Tanpa Wali

Read Next

Mengintip Masjid Cina di Banten