ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
23 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Heboh! Debt Collector Ambil Paksa Kendaraan Terekam Video

Heboh! Debt Collector Ambil Paksa Kendaraan Terekam Video

Konfirmasitimes.com-Jakarta (24/03/2021). Sekelompok petugas debt collector tengah berusaha mengambil paksa kendaraan orang lain di Jalan Pangeran Antasari, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (22/03/2021) lalu.

Peristiwa itu terekam dalam sebuah dan menjadi viral di media sosial. Menanggapi hal itu, Kapolsek Metro Kebayoran Baru AKBP Supriyanto dalam keterangannya telah memerintahkan anggotanya untuk mendatangi lokasi insiden perampasan itu

Akan tetapi, polisi tak mendapati kelompok debt collector itu

“Tapi saat kami tiba, mereka sudah nggak ada di sana. Kalau kelihatan sama kami, kami bawa (tangkap-red) itu,” ujar Supriyanto, dalam keterangannya kepada media.

Supriyanto menjelaskan bila debt collector tidak diizinkan mengambil paksa kendaraan seseorang sebelum ada putusan pengadilan.

“Karena kalau belum ada (putusan pengadilan) ini sama saja dengan perampasan,” katanya.

Untuk itu, masyarakat dihimbau untuk tak takut menghadapi debt collector yang berusaha mengambil paksa kendaraan ketika sedang mengemudi.

Bila perlu, kata dia, masyarakat sebaiknya meminta perlindungan ke pos polisi terdekat apabila diberhentikan oleh kelompok debt collector.

“Jangan mau berhenti atau cari pos polisi terdekat jika dikejar mereka,” kata Supriyanto.

Sementara itu, menurut keterangan Ketua Pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menyampaikan, peraturan perihal debt collector sekarang ini lebih ketat.

Dan yang perlu diingat, saat ini namanya bukan debt collector melainkan juru tagih.

“Juru tagih tetap boleh, asal mengikuti aturan-aturan yang sudah ditentukan, enggak sembarangan. Misalnya untuk cara dan jam telepon saja itu ada ketentuannya,” kata Tulus kepada media, beberapa waktu lalu.

Tulus menerangkan, bila juru tagih ingin menarik kendaraan maka ada syarat yang harus dipenuhi, yakni wajib membawa surat sita fidusia dari pengadilan.

“Ketika mendatangi konsumen, juru tagihnya membawa atau tidak surat sita fidusia dari pengadilan? Karena konsumen dianggap bakal bayar, boleh diambil motor atau mobilnya tetapi harus seizin pengadilan, tidak boleh sembarangan,” terang Tulus.

Selain itu, menurut keterangan Juru bicara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sekar Putih Djarot, dikatakan bahwa, proses penarikan kendaraan oleh leasing sebenarnya bisa saja dilakukan, namun tetap ada syarat-syaratnya, tidak bisa langsung menarik kendaraan.

Laporkan kesini bila juru tagih mengambil paksa kendaraan anda:

  1. Kantor Polisi

Pertama Anda bisa adukan ke kantor polisi terdekat.

Membuat laporan, sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.

  1. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)

Bila ada perilaku ‘premanisme’ oleh juru tagih saat menagih utang, Anda dapat melaporkannya ke YLKI melalui:

• Call center: 021-7981858 atau 7971378

• Datang langsung ke Jl. Pancoran Barat VII/1, Durentiga, Jakarta Selatan 12760

• Pelayanan pengaduan konsumen: Senin-Jumat pukul 09.00-15.00 WIB.

Untuk saat ini, layanan pengaduan YLKI telah beralih ke sistem online.

Jadi bila ingin melakukan pengaduan, dapat membuat janji atau permintaan lebih dahulu lewat http://pelayanan.ylki.or.id.

  1. Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Lembaga ini merupakan otoritas pengawas industri jasa keuangan yang wajib melindungi kepentingan konsumen atau masyarakat.

Pengaduan tersebut dapat Anda layangkan ke OJK melalui

Surat: Ditujukan kepada Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen. Beralamat di Menara Radius Prawiro, Lantai 2 Komplek Perkantoran BI, Jl. MH. Thamrin No. 2, Jakarta Pusat 10350.

• Telepon: 157 (Senin-Jumat pukul 08.00-17.00 WIB, kecuali hari libur)

• Email: konsumen@ojk.go.id

• Form pengaduan online: http://konsumen.ojk.go.id/FormPengaduan.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Modus Gandakan Uang, Jadul; Manusia Supersonik Bisa Hasilkan Triliuan Dalam Sekejap

Read Next

Bagaimana Nikah Berdua Tanpa Saksi dan Tanpa Wali