ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
23 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Bukan Tamu Hotel, Satpam Usir Warga Lokal Saat Main di Pantai: Itu Milik Pribadi, Milik Hotel

Bukan Tamu Hotel, Satpam Usir Warga Lokal Saat Main di Pantai: Itu Milik Pribadi, Milik Hotel

Konfirmasitimes.com-Jakarta (24/03/2021). Perlakuan tidak menyenangkan dialami oleh seorang warga Bali ketika sedang bermain di pantai. Ia bercerita diusir oleh petugas keamanan lantaran memasuki kawasan sebuah hotel.

Bukan Tamu Hotel, Satpam Usir Warga Lokal Saat Main di Pantai: Itu Milik Pribadi, Milik Hotel

“Pantai ini kan milik publik. Ini pantai luas banget. Aku baru tahu kalo hotel bisa punya pantai. Aku masih syok dan kenapa aku diusir,” kata Mirah di akun Instagramnya, @mirahsugandhi.

Mirah mengunggah beberapa potongan video dan menceritakan rasa sakit hatinya usai diusir dari pantai yang menurutnya bisa dinikmati siapa saja.

Diketahui Mirah merupakan warga lokal, peristiwa pengusiran berawal ketika Mirah tengah bermain pasir di pantai dekat Hotel Puri Santrian.

Saat itu, Mirrah dan anaknya yang tengah bermain pasir di pinggir pantai. Tiba-tiba didatangi satpam yang langsung bertanya apakah dia tamu di hotel atau bukan.

Mirah mengungkapkan ia adalah warga lokal yang sedang bermain. Bukan tamu hotel yang kebetulan lokasinya persis berada dekat pantai tersebut.

“Terus gini dia bilang, jangan duduk di sini ya, kawasan hotel ini. Di pantai sebelah aja duduknya, pokoknya jangan di sini,” ucap Mirah, menirukan seseorang yang mengusirnya.

Bukan Tamu Hotel, Satpam Usir Warga Lokal Saat Main di Pantai: Itu Milik Pribadi, Milik Hotel

Keheranan, Mirah mengklaim sama sekali tidak menyentuh fasilitas hotel yang ada di dekat pantai dan hanya bermain pasir juga tidak memasuki area hotel.

Mirah dengan penasarannya, mempertanyakan apa mungkin pantai itu sudah terjual.

“Apakah pantai di Bali sudah dijual,” begitu tulis Mirah Sugandhi.

Dalam pernyataannya di video Mirah Sugandhi menuturkan kronologi diusir satpam Puri Santrian Sanur.

Hari ini aku habis diusir sama satpam di puri santrian sanur. Katanya aku nggak boleh duduk pinggir pantai ini karena itu milik pribadi, milik hotel.

Lalu aku ditanya, tamu hotel apa bukan? Ya jelas aku bukan. Aku cuma melancong saja ke pantai ini.
Pantai ini milik publik, umum. Terus dia usir aku, disuruh pergi dari situ.

Ya ampun tuhan ini pantai luas banget, satpamnya brengsek banget ya ampun.

Aku baru tahu hotel itu baru punya pantai, ya ampun. Plus deh

Aku masih shock banget. Ngapain aku diusir yah? Ini punya siapa pantainya? Serius aku tanya.

Tak sampai disitu, rupanya gayung bersambut, unggahan Mirah ini menjadi perbincangan publik hingga viral di media sosial.

Bukan Tamu Hotel, Satpam Usir Warga Lokal Saat Main di Pantai: Itu Milik Pribadi, Milik Hotel

akun @denpasar.viral mengunggah sebuah capture infotmasi Puri Santrian. Dalam unggahan itu disebutkan jika Puri Santrian punya privat beach atau pantai pribadi.

“Kelanjutan kasus @mirahsugandhi yang diusir oknum security @purisantrian. Apakah benar Puri Santrian punya Private Beach? Admin cek di salah satu e Commerce, terlihat fasilitas yang diberikan oleh Puri Santrian, salah satunya adalah Private Beach,” tulis @denpasar.viral.

Warganet pun berkomentar atas unggahan @denpasar.viral itu.

Salah satunya meyakinkan jika pantai di seluruh Indonesia bukan milik perseorangan.

“Menurut Undang Undang seluruh kawasan bibir pantai adalah milik negara bukan milik perseorangan atau tempat usaha, jadi dapat dengan bebas dinikmati masyarakat/ publik kususnya, dan bukannya sudah di atur oleh Perpres Nomor 51 tahun 2016 Tentang Batas Sempadan Pantai, jadi masyarakat harus nemiliki akses ke pantai. so kenapa masih ada yang mencantumkan jika pantai itu privat beach?.. Nampaknya belum ada kepastian dari pemprov untuk pengaturan batas sepadan oantai yang malah bikin pemilik hotel atau villa membuat seolah olah jika oantai persebut adalah milik pribadi,” tulis @iputu_yudistiramf.

Sementara itu, Dinas Pariwisata Denpasar menanggapi aksi petugas keamanan yang mengusir warga yang sedang duduk-duduk di Kawasan Pantai Sanur, Rabu (24/03/2021).

“Seharusnya tidak bisa terjadi seperti itu, mungkin kami akan mendekati hotelnya apa benar terjadi seperti itu. Pantai kan milik umum bukan milik hotel, itu sudah jelas. Jadi tidak boleh seharusnya terjadi seperti itu,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Denpasar Dezire Mulyani.

Pihaknya berjanji akan mengusut kasus tersebut, salah satunya dengan mengecek informasi itu ke pihak hotel.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Ramadan 2021; Ini yang Harus Diperhatikan Saat Sholat Tarawih di Masjid Nabawi

Read Next

Sholawat Musholla Langgar Waqaf AL-Amin Pagentan Singosari