ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
23 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

AS Berlakukan Sanksi Baru Terhadap Myanmar

AS Berlakukan Sanksi Baru Terhadap Myanmar

Konfirmasitimes.com-Jakarta (23/03/2021). Departemen Keuangan AS memberlakukan sanksi baru terhadap pejabat dan institusi Myanmar.

Sanksi baru AS menargetkan individu dan kelompok yang terkait dengan militer Myanmar dan tindakan keras terhadap pengunjuk rasa pro-demokrasi, Reuters melaporkan.

Dalam langkah baru Departemen Keuangan AS, kepala polisi Thean Healing dan perwira militer Aung Soo, serta dua kelompok militer, Divisi Infanteri Burma ke-33 dan Divisi Infanteri Ringan Burma ke-77, telah diberi sanksi.

“Kekerasan mematikan oleh pasukan keamanan Burma terhadap pengunjuk rasa damai harus diakhiri,” kata Andre Gaki, direktur Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri Departemen Keuangan AS.

“Kami masih bersama orang-orang Burma,” katanya.

Sanksi baru AS datang ketika Uni Eropa mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Senin bahwa mereka telah menempatkan beberapa pejabat di Myanmar, China, Korea Utara, Libya, Rusia, Sudan Selatan dan Eritrea, serta empat entitas dalam daftar sanksi hak asasi manusia UE.

Sanksi tersebut termasuk larangan perjalanan dan pembekuan aset individu yang diduga melanggar standar hak asasi manusia.

Menurut pernyataan dari Uni Eropa, kepala komisi pemilihan Myanmar telah dimasukkan dalam daftar sanksi karena membatalkan hasil pemilihan parlemen 2020 dan 10 jenderal dari pemerintah kudeta karena menekan pengunjuk rasa.

Myanmar berada dalam keadaan darurat sejak kudeta 4 Februari, dengan para pemimpin militer bertanggung jawab atas semua urusan pemerintah, tetapi pengumuman kekuasaan militer yang ekstensif di Kota Yangon adalah tanda tekad para pemimpin militer untuk menjalankan lebih banyak keamanan dengan pasukan tentara sebagai gantinya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Siapkan Diri Daftar CPNS 2021, Ini Gaji PNS yang Bikin ‘Melongo’

Read Next

Demi Pertahankan Ladang Minyak, Arab Saudi Minta Bantuan AS