ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
23 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Viral! Video Jaksa Terima Suap Kasus Rizieq Shihab, Kejagung Beri Klarifikasi

Dugaan Korupsi di BPJS Ketenagakerjaan, Kejagung Jadwalkan Periksa 20 Saksi

Konfirmasitimes.com-Jakarta (21/03/2021). Viral, sebuah video beredar di media sosial mengegerkan dunia maya, video itu dengan narasi “terbongkar pengakuan seorang jaksa yang mengaku menerima suap kasus sidang Rizieq Shihab, innalillah semakin hancur wajah hukum Indonesia”.

Menanggapi hal itu, Kejaksaan Agung (Kejagung) menyampaikan penjelasan atau klarifikasi terkait video itu.

Dalam Video tersebut mengkaitkan penjelasan Yulianto, selaku Kepala Sub Direktorat Tindak Pidana Korupsi pada Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus kepada media pada 2016.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak menyatakan bahwa video penangkapan seorang oknum Jaksa oleh Tim Saber Pungli Kejaksaan Agung adalah peristiwa yang terjadi pada November 2016 yang lalu dan bukan merupakan pengakuan Jaksa yang menerima suap kasus sidang Rizieq Shihab.

“Bahwa penangkapan oknum Jaksa AF di Jawa Timur tersebut terkait dengan pemberian suap dalam penanganan perkara Tindak Pidana Korupsi Penjualan Tanah Kas Desa di Desa Kali Mok Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep Jawa Timur,” ujar Leonard dalam keterangannya, Sabtu (20/03/2021).

Bahwa pejabat yang menjelaskan penangkapan oknum Jaksa AF pada video tersebut, adalah Bapak Yulianto, yang saat ini sudah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Leonard menekankan bahwa informasi dalam video tersebut adalah tidak benar atau hoax.

“Kami juga meminta masyarakat untuk tidak menyebar-luaskan video tersebut serta tidak mudah percaya dan terprovokasi dengan berita bohong atau hoax sebagaimana video yang sedang beredar saat ini,” tegas dia.

Leonard menegaskan bahwa video penangkapan oknum Jaksa AF tidak ada kaitan dan hubungannya sama sekali dengan proses sidang Muhammad Rizieq alias Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang saat ini sedang disidangkan.

Leonard menghimbau agar masyarakat tidak membuat berita atau video atau informasi yang tidak benar kebenarannya dan menyebar-luaskannya kepada masyarakat melalui jaringan media sosial yang ada.

Kemudian ia mengingatkan perbuatan tersebut dapat dijerat dengan Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik khususnya pasal 45A ayat (1) yang berbunyi “Setiap orang, yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan dipidana dengan pidana penjara 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp1.000.000.000″.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

KPU Kalsel Bakal Pemungutan Suara Ulang

Read Next

Pendaftaran Berakhir Hari Ini, Jangan Lupa Cek Apakah Anda Lolos Kartu Prakerja dengan Cara Ini