ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
23 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

UNICEF: Pasukan Keamanan Myanmar Menempati Lebih dari 60 Sekolah

Myanmar

Konfirmasitimes.com-Jakarta (20/03/2021). UNICEF mengumumkan pada hari Jumat bahwa pasukan keamanan di Myanmar telah menduduki lebih dari 60 sekolah dan pusat universitas di seluruh negeri, menandakan krisis yang meningkat.

UNICEF mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama bahwa setidaknya dalam satu insiden, pasukan keamanan Myanmar memukuli dua guru saat mereka memasuki daerah itu.

Pernyataan bersama UNICEF mengatakan insiden itu merupakan tanda meningkatnya krisis saat ini dan pelanggaran serius terhadap hak-hak anak. Dalam situasi apa pun sekolah tidak boleh digunakan oleh pasukan keamanan.

UNICEF juga telah memperingatkan bahwa pendudukan sekolah memperburuk krisis pembelajaran terhadap sekitar 12 juta anak dan remaja di Myanmar, yang berada di bawah tekanan parah akibat pandemi covid-19 dan penutupan sekolah selanjutnya.

Badan hak anak PBB telah meminta pasukan keamanan Myanmar untuk segera mengevakuasi daerah yang diduduki dan memastikan bahwa mereka tidak digunakan oleh militer atau personel keamanan.

Satu setengah bulan telah berlalu sejak kudeta 1 Februari di Myanmar, dan gerakan protes nasional yang diikuti 54 juta orang terus berlanjut di berbagai kota, melumpuhkan ekonomi dan kegiatan pemerintah.

Protes dan penindasan terus berlanjut karena jurnalis warga telah mampu mengorganisir demonstrasi serta liputan video protes karena gangguan internet seluler, meskipun komunikasi internet masih dimungkinkan melalui non-seluler. Gangguan layanan internet menunda sidang Perdana Menteri Aung San Suu Kyi yang digulingkan, yang dijadwalkan akan diadakan melalui konferensi video.

Myanmar berada dalam keadaan darurat sejak kudeta 4 Februari, dengan para pemimpin militer bertanggung jawab atas semua urusan pemerintah, tetapi pengumuman kekuasaan militer yang luas di Kota Yangon adalah tanda tekad para pemimpin militer untuk menjalankan lebih banyak keamanan dengan pasukan tentara sebagai gantinya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Prof. Dr. Yudhie Hr: Islam Nusantara Simbol Perlawanan Gerakan Arabisme

Read Next

Ngaji lewat Medsos? Gimana Sanad Keilmuannya?