ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
14 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Merintis Karir dari Bawah, Bupati Kolaka Timur Meninggal Karena Ini Usai Main Sepak Bola

Merintis Karir dari Bawah, Bupati Kolaka Timur Meninggal Karena Ini Usai Main Sepak Bola

Konfirmasitimes.com-Jakarta (20/03/2021). Kolaka Timur berduka atas meninggalnya Samsul Bahri Majid, Bupati Kolaka Timur yang belum genap sebulan menjabat.

Almarhum meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Konawe pada Jumat (19/03/2021) pukul 19.45 Wita.

Samsul sempat pingsan setelah mengikuti pertandingan sepak bola, sebelum akhirnya mengembuskan nafas terakhirnya.

Diberitakan, Bupati Kolaka Timur Samsul belum sebulan dilantik menjadi kepala daerah. Samsul dilantik pada tanggal 26 Februari 2021.

Pada hari Jumat (19/03/2021), Almarhum masih bertanding sepak bola dengan jajaran pengurus Partai Gerindra di Lapangan Nur Latamoro sekitar pukul 17.00 Wita.

Setelah itu, Samsul tiba-tiba ambruk dan meninggal dunia pada pukul 19.45 Wita saat menjalani perawatan di RSUD Konawe.

“Innalillah Wainna Ilaihi Rajiun, kabar duka cita untuk seluruh masyarakat Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) dan keluarga besar Bupati Koltim sendiri,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kolaka Timur I Nyoman Abdi.

Adapun berdasarkan informasi yang dihimpun, suasana RSUD Konawe pasca meninggalnya Almarhum terekam dalam sebuah video dan menyebar di media sosial dan grup WhatsApp.

Terlihat dalam video, keluarga Almarhum dan warga memadati RSUD Konawe, bahkan ada yang sampai menangis histeris.

Menurut keterangan I Nyoman Abdi, Almarhum meninggal dunia di usia 53 tahun.

“Segenap keluarga besar Pemda Koltim dan keluarga besar beliau, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya jika ada kesalahan dan kekhilafan beliau selama ini,” katanya.

Mengenal lebih dekat Bupati Kolaka Timur Samsul Bahri

Almarhum lahir di Kolaka pada tanggal 10 Januari 1968. Masa kecilnya ia habiskan di Kolaka. Almarhum menikah dengan istrinya bernama Diana Massi dan dikaruniai empat orang anak. Almarhum terpilih sebagai Bupati Kolaka Timur bersama Wakil Bupati Kolaka Timur, Andi Merya Nur.

Pendidikan

  • SD Negeri 2 Kolaka tahun 1980.
  • MTsN Kolaka
  • MA Negeri Bau Bau
  • Pendidikan sarjana di Universitas Hasanuddin tahun 1986 hingga 1991.
  • Pascasarjana di Universitas Haluoleo tahun 2010 hingga 2013.

Organisasi:

  • Ketua I Lembaga Adat dan Budaya Mekongga (1992-1997)
  • Ketua KNPI Kolaka (1998-2005)
  • Ketua II KAHMI Kolaka (2013-2020)
  • Ketua KBPP Polri Resort Kolaka (2014-2020)
  • Sekretaris ICMI Kolaka (2001-2006)

Karir

  • Camat Tirawuta (2003-2006)
  • Camat Kolaka (2006-2007)
  • Kabag Humas Setda Kabupaten Kolaka (2007-2009)
  • Kabag Organisasi Setda Kabupaten Kolaka (2009-2013)
  • Asisten II Setda Kabupaten Kolaka (2013-2014)
  • Staf Ahli Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Kolaka Timur (2014)
  • Asisten III Setda Kabupaten Kolaka Timur (2014-2018)
  • Plt Sekda Kabupaten Kolaka Timur (2016-2018)
  • Staf Ahli Bupati Kolaka Timur (2019)
  • Bupati Kolaka Timur (2021)

Diagnosa penyebab meninggalnya Bupati Kolaka Timur

Menurut keterangan, dr. Abdianto Ilman yang diketahui ikut serta menangani almarhum, menyampaikan bahwa kondisi Bupati Kolaka Timur ini dalam keadaan tidak sadarkan diri saat masuk IGD.

Sebagai informasi ada dua dokter ahli yang melakukan penanganan terhadap alhamrhum diantaranya ahli jantung, dr Syarif dan ahli anastesi dr Romy.

Tim dokter menuturkan bahwa almarhum meninggal dunia dengan diagnosa cardiac arrest.

“Kalau dari medis penyebabnya cardiac arrest. Berhentinya pompa jantung, sehingga suplai darah ke otak tidak ada. Bahasa masyarakatnya, serangan jantung,” jelasnya.

Menurut informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, serangan jantung adalah salah satu jenis penyakit jantung yang dapat membahayakan nyawa seseorang.

Serangan Jantung bisa disebut sebagai masalah kesehatan yang terjadi ketika aliran darah yang kaya akan oksigen tiba-tiba terhambat ke otot jantung, sehingga jantung tidak mendapat oksigen.

Apabila aliran darah tidak dipulihkan dengan cepat, bagian dari otot jantung akan mulai mati. Bahkan, tidak menutup kemungkinan bahwa Anda yang sudah mengalami kondisi ini akan mengalaminya lagi di kemudian hari.

Hal itu bisa terjadi apabila gaya hidup seseorang yang dulu tidak diubah menjadi lebih sehat. Sekitar 20% pasien berumur 45 tahun ke atas beresiko tinggi untuk terkena serangan yang kedua. Hal tersebut umumnya terjadi sekitar 5 tahun setelah serangan yang pertama.

Gejala serangan jantung bisa kita kenali dengan kondisi yang cukup bisa dirasakan. Dada terasa nyeri seperti tertimpa benda berat (dari sedang hingga parah) adalah gejala yang paling umum dirasakan oleh orang yang mengalami kondisi ini.

Rasa sakit juga dapat terjadi di rahang, pundak atau lengan (terutama lengan sebelah kiri). Rasa nyeri sering kali digambarkan seperti diremas, berat, atau tertekan.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Ricik-ricik Banyumasan MIN 1 Banyumas

Read Next

Bagaimana Gadget Memengaruhi Perilaku Anak-anak Prasekolah