ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
22 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Fakta-fakta Aprilia Manganang Resmi Menjadi Pria dan Punya Nama Baru

Fakta-fakta Aprilia Manganang Resmi Menjadi Pria dan Punya Nama Baru

Konfirmasitimes.com-Jakarta (19/03/2021). Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa mengumumkan Aprilia Manganang resmi menjadi pria.

Aprilia Manganang merupakan salah satu anggota TNI wanita yang didiagnosis mengalami kelainan hipospadia.

Aprilia Manganang dapat hadiah nama baru

Melalui akun YouTube TNI AD, Kamis (18/03/2021), Hetty Andika Perkasa memberikan nama baru untuk Aprilia Manganang.

“Saya ini seorang ibu yang selalu mendoakan anak-anaknya yang baik-baik. Saya ingin memberi nama untuk Manganang, kalau Manganang mau. Mau dikasih nama?,” ujar Ibu Hetty Andika Perkasa.

“Siap (mau),” jawab Aprilia Manganang dengan antusias.

“Saya kasih namanya dengan doa. Jadi saya kasih nama Manganang ‘Lanang’,” tutur istri Jenderal TNI Andika Perkasa itu.

Hetty menerangnya nama ‘Lanang’ diambil dari Bahasa Jawa yang artinya laki-laki. Dengan begitu harapan Hetty berharap Aprilia Manganang bisa menjadi laki-laki sejati.

“Lanang itu lelaki, itu Bahasa Jawa. Jadi saya berharap dengan nama Lanang ini, Manganang menjadi lelaki sejati. Saya kemarin bilang sama bapak, saya ingin bapak mendidik Lanang. Untuk menjadi lelaki yang bisa menjadi kebanggaan saya,” terangnya.

Sudah dianggap seperti anak sendiri, Ibu Hetty tampak menahan air matanya. Dia juga tak lupa mengungkapkan keinginannya untuk Manganang. Bahkan, Ibu Hetty juga telah meminta kepada sang suami untuk membantu Manganang menjadi laki-laki sejati.

“Memilih nama ini enggak gampang. Karena ini doa saya, mendoakan kamu supaya menjadi lelaki sejati. Lelaki sejati sesuai kodrat yang Tuhan buat untuk kamu karena kamu lahir sebagai lelaki. Kamu lahir sebagai lelaki dan saya dan bapak ingin membantu kamu untuk menjalani apa yang Tuhan lahirkan kamu sebagai laki-laki,” ungkap Hetty sambil menahan tangis.

Pergantian nama diresmikan oleh Pengadilan Negeri Tondano

Pengadilan Negeri Tondano mengabulkan permohonan penggantian nama Aprilia Manganang.

Dimana sebelumnya Aprilia Santini Manganang diganti menjadi Aprilio Perkasa Manganang.

Keputusan itu diambil oleh Majelis Hakim Nova Loura Sasube dalam persidangan penggantian nama, jenis kelamin, dan sejumlah dokumen kependudukan yang berlangsung secara virtual, Jumat (19/03/2021).

“Menetapkan pergantian nama pemohon yang semula bernama Aprilia Santini Manganang berubah menjadi nama Aprilio Perkasa Manganang,” kata Nova Loura Sasube saat membacakan keputusan.

Tak hanya itu, majelis hakim juga mengabulkan permohonan pemohon terkait perubahan jenis kelamin di mata hukum.

Hakim mengabulkan permohonan perubahan jenis kelamin dari perempuan menjadi laki-laki berdasarkan keterangan saksi, ahli, dan sejumlah bukti.

“Menetapkan pemohon Aprilia Santini Manganang mengubah jenis kelamin dari semula jenis kelamin perempuan menjadi jenis kelamin laki-laki,” ujar Nova.

Nova lalu memerintahkan panitera untuk mengirimkan salinan keputusan kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sangihe, untuk melengkapi berkas kependudukan.

Tujuan hal itu dilakukan agar terjadi perubahan data administrasi Manganang secara utuh.

“Memerintahkan kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sangihe untuk mencatat dalam register yang bersangkutan perubahan jenis kelamin pemohon Aprilia yang semula berjenis kelamin perempuan menjadi jenis kelamin laki-laki,” lanjutnya.

Sebelum mengajukan permohonan pergantian kelamin, Manganang sudah menjalani operasi rekonstruksi pada organ kelamin atau corrective surgery karena mengidap kelainan anatomi kelamin atau hipospadia.

Manganang masuk sebagai TNI AD dari program khusus, lalu direkrut lantaran kepiawaiannya bermain voli.

Selama di TNI AD, Manganang memperkuat tim nasional Voli Indonesia dan telah menjuarai ajang internasional, salah satunya SEA Games.

Bersama tim voli nasional, Manganang sukses meraih medali perunggu pada SEA Games 2013 dan 2015 serta medali perak pada edisi 2017.

Perasaan Manganang berubah status

Saat sidang penetapan nama dan status jenis kelamin berlangsung, hakim sempat bertanya kepada Manganang.

“Perasaan pemohon setelah jalani operasi meskipun katanya masih ada operasi selanjutnya?,” tanya hakim kepada Manganang.

Manganang menjawab pertanyaan itu dengan suara gemetar sambil mata berkaca-kaca.

“Perasaan sekarang sangat bahagia. Selama 28 tahun saya menjalani status sebagai wanita dan saya bersyukur saya bisa lewati itu dan saya berterima kasih kepada Bapak KSAD dan ibu, saya sangat bersyukur atas saran semuanya saya bisa lewati itu dan mungkin ini momen terindah buat saya, saya mau lewati ini dengan hidup baru,” jelas Manganang. 

Hakim merespon jawaban itu dengan meminta Manganang untuk tidak menangis.

“Jangan nangis, jangan nangis,” kata hakim yang mendengar suara Manganang bergetar.

Manganang dengan tegas mengungkapnya jika dirinya ingin menjadi seorang laki-laki sejati.

“Maaf ibu, saya ingin menjadi laki-laki sejati dan bisa bertanggung jawab,” lanjut Manganang.

Manganang menurut kesaksian ahli

Kol. dr. Guntoro yang merupakan saksi ahli perubahan identitas Manganang, mengungkapkan Manganang adalah laki-laki karena memiliki penis dan tidak pernah haid atau menstruasi.

Dalam sidang itu, Guntoro mengungkap hasil pemeriksaan terhadap Manganang.

“Pada 9 Februari, Aprilia datang memeriksakan dirinya. Saya periksa mulai dari keadaan umum penampilan. Saya buka pakaian saya amati posturnya cenderung laki-laki, dada bidang, pinggul tidak besar, payudara rata, jadi secara umum postur laki-laki,” kata Guntoro.

“Kemudian saya khususkan ke genitalia, di situ saya dapati ada penisnya dengan ukuran lebih kecil dari normal, 4 cm panjang, diameter hampir 2 cm. Saya dapatkan kantong buah zakar/testis dua, kanan-kiri, kemudian saluran kencing tek terdapat dalam ujung penis, tapi berada di bawah kantong kemaluan buah zakar. Secara fisik saya diagnosis sebagai hipospadia,” jelas Guntoro.

Guntoro menerangkan penyakit hipospadia yang dialami Manganang bertipe skrotalis. Guntoro menyebutkan Manganang harus buang air kecil dengan jongkok karena memiliki lubang saluran penis di bawah.

“Jadi pemohon [Aprilia] sejak kecil buang air kecil karena urine keluar dari bawah, jadi harus jongkok. Ini yang oleh orang tua menandakan dia wanita. Semakin membuat dugaan orang tua memutuskan dia wanita. Organ genital tidak khas organ laki-laki cara jelas, kencing jongkok, keluarga menganggap dia perempuan,” terang Guntoro.

“Aprilia tidak pernah haid atau menstruasi. Jadi dia tidak punya rahim. Setelah pemeriksaan fisik, dilanjutkan pemeriksaan untuk memperkuat dengan MRI, memeriksa organ dalam, rongga panggul, dan di situ tidak ditemukan rahim indung telur atau vagina, malah menemukan prostat yang hanya dimiliki laki-laki. Dari pemeriksaan MRI dipastikan kantong buah zakar ada buah zakar. Yg menunjukkan dia laki-laki,” lanjutnya.

Lebih lanjut, kata Guntoro, tim dokter RSPAD Gatot Soebroto sudah melakukan operasi untuk memperbaiki saluran kencing dan meluruskan penis Aprilia yang bengkok, kemudian membuat lubang saluran di ujung penis. Manganang juga akan menjalani operasi kedua agar bisa buang air kecil dari ujung penis pada 4-6 bulan ke depan.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Jangan Meremehkan Perbuatan Baik Seseorang Sekecil Apapun

Read Next

Solusi Dari Semua Masalah Adalah Perbanyak Sholawat Nabi