ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
23 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Tunggu Hasil Kajian, BPOM Tak Rekomendasi Vaksin COVID-19 AstraZeneca

AstraZeneca

Konfirmasitimes.com-Jakarta (18/03/2021). Di beberapa negara Uni Eropa melakukan penangguhan penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca lantaran ditemukannya efek samping pembekuan darah.

Dengan latar belakang itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakanmasih akan melakukan kajian lebih lanjut terhadap vaksin COVID-19 AstraZeneca.

Dengan demikian, BPOM tidak memberikan rekomendasi penggunaannya selama hasil kajian belum diperoleh.

Langkah ini diambil BPOM untuk kehati-hatian, dan bersama dengan tim pakar Komisi Nasional Penilai Obat, Komisi Nasional Pengkajian dan Penanggulanan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (PP KIPI), dan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) akan melakukan kajian lebih lanjut.

“Maka, selama masih dalam proses kajian, vaksin COVID-19 AstraZeneca direkomendasikan tidak digunakan,” kata Ketua BPOM, Penny K. Lukito, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/03/2021).

AstraZeneca telah diterima Indonesia melalui COVAX Facility yang diproduksi di Korea Selatan, dengan jaminan mutu sesuai standar persyaratan global untuk Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).

Bets produk vaksin COVID-19 AstraZeneca yang telah masuk ke Indonesia tersebut berbeda dengan bets produk yang diduga menyebabkan pembekuan darah dan diproduksi di fasilitas produksi yang berbeda.

Hingga tanggal 17 Maret 2021, diketahui telah dilakukan penangguhan penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca di 15 negara di Eropa. 

Bets tertentu (ABV5300, ABV3025, dan ABV2856) yang menyebabkan dua kasus pembekuan darah pasca penyuntikan di Austria dan Denmark , ditegaskan Badan POM tidak masuk ke Indonesia.

Sebelumnya diberitakan bahwa Otoritas Kesehatan Denmark pada Kamis (11/03/2021) menghentikan penggunaan vaksin virus corona AstraZeneca selama 14 hari.

Keputusan itu mengikuti laporan dari “kasus serius (terjadi – red) pembekuan darah di antara orang-orang yang divaksinasi,” bunyi pernyataan itu.

Otoritas Kesehatan Denmark juga berhenti mengatakan ada hubungan langsung antara vaksin dan pembekuan darah, “pada saat ini”.

Tak lama setelah pengumuman itu, Islandia pun mengikutinya, menghentikan penggunaan vaksin AstraZeneca.

Denmark, otoritas Uni Eropa melakukan investigasi

Badan Obat Denmark menyampaikan telah melakukan penyelidikan terhadap vaksin tersebut.

Penyelidikan sedang dilakukan oleh lembaga terkait di negara-negara Uni Eropa lainnya serta Badan Obat-obatan Eropa (European Medicines Agency / EMA).

EMA bertanggung jawab atas evaluasi dan pengawasan produk obat di UE.

Kami dan Badan Obat-obatan Denmark harus menanggapi laporan kemungkinan efek samping yang serius, baik dari Denmark dan negara-negara Eropa lainnya,

kata direktur Otoritas Kesehatan Denmark, Soren Brostrom, dalam sebuah pernyataan.

Mengenal Vaksin AstraZeneca

Vaksin AstraZeneca-Oxford adalah vaksin vektor adenovirus simpanse. Ini berarti bahwa tim pengembang vaksin mengambil virus yang biasanya menginfeksi simpanse, dan dimodifikasi secara genetik untuk menghindari kemungkinan konsekuensi penyakit pada manusia.

Virus yang dimodifikasi ini membawa sebagian dari Covid-19 coronavirus yang disebut protein spike, bagian menonjol seperti paku yang ada di permukaan virus corona SARS-CoV-2.

Saat vaksin dikirim ke sel manusia, ini memicu respons kekebalan terhadap protein spike, menghasilkan antibodi dan sel memori yang akan mampu mengenali virus penyebab Covid-19.

Vaksin vektor adenovirus telah dikembangkan sejak lama, khususnya untuk melawan malaria, HIV, dan Ebola.

Dalam sebuah makalah yang diterbitkan pada Januari, penulis menjelaskan bahwa vaksin menawarkan perlindungan 64,1 persen setelah setidaknya satu dosis standar.
Selain itu, efikasi jika diberikan dalam dua dosis adalah 70,4 persen.

Kemudian pada orang yang meminum setengah dosis kemudian satu dosis penuh efikasinya 90 persen.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Catat! Mensos Bakal Siapkan Tiga Bantuan untuk Anda

Read Next

Benarkah Tasawuf Biang Kemunduran Umat Islam?