ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
22 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Terlambat Lapor SPT Bisa Kena Denda, Termasuk Selebgram dan YouTuber

kantor pajak

Konfirmasitimes.com-Jakarta (14/03/2021). Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani meminta wajib pajak segera melapor SPT.

Peringatan itu dalam rangka untuk menghindari peningkatan volume pelaporan.

Menkeu mengingatkan batas akhir lapor Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) 31 Maret 2021.

Sementara, pelaporan terakhir untuk SPT WP badan pada akhir April 2021. Dengan demikian, perusahaan memiliki waktu sampai bulan depan untuk melakukan kewajibannya.

“Pembayar pajak individual kalau bisa minggu-minggu ini. Saya harap yang menggunakan SPT secara elektronik lebih banyak dan lebih awal, sehingga menghindari terjadinya error pada hari-hari terakhir dan jam-jam terakhir,” kata Sri Mulyani beberapa waktu lalu.

Wakil Presiden beberapa waktu lalu menyampaikan, membayar pajak dan melaporkan SPT merupakan kewajiban warga negara. Untuk itu, seluruh masyarakat wajib pajak (WP) diharapkan terus patuh membayar pajak dan segera melaporkan SPT Tahunan.

Menurut Wapres, pelaporan dan pembayaran pajak sangat penting. Apalagi di tengah pandemi covid-19 seperti saat ini yang sangat dibutuhkan untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional.

“Mari bersama kita tingkatkan kepatuhan pajak di negara kita. Seperti kita ketahui bahwa pajak merupakan sumber penerimaan negara yang sangat dibutuhkan untuk mendorong pemulihan ekonomi negara kita,” katanya.

Ada hal-hal yang perlu anda ketahui mengenai pelaporan SPT.

Pelaporan SPT, Anda tidak perlu datang ke Kantor Pajak, karena pelaporan SPT sudah melalui elektronik. Hal ini memudahkan pelapor pajak untuk tidak ke kantor pajak dalam melaporkan SPT-nya.

Bila anda terlambat lapor SPT, bisa kena denda, oleh karena itu jauh-jauh hari Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta wajib pajak melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) tahunan pajak penghasilan orang pribadi melalui online yaitu e-filing.

“Sukseskan untuk penyampaian SPT tahun 2020 bagi anda semuanya terutama para pembayar pajak individu, jangan lupa untuk melakukannya kalau bisa minggu-minggu ini, jangan menunggu sampai tanggal 31 Maret 2021 nanti, dan untuk pajak korporasi masih sampai dengan bulan April, dan tentu saja bisa juga dilakukan secara lebih segera

Menurut informasi yang dihimpun, dari data Direktorat Jenderal Pajak (DJP), hingga 8 Maret 2021, jumlah SPT yang masuk sebanyak 5.152.006, di mana 96% disampaikan melalui e-filing. Kepatuhan penyampaian SPT menjadi poin penting untuk peningkatan penerimaan pajak dan dalam jangka panjang mampu untuk peningkatan kemandirian bangsa. Bila dibandingkan dengan Tahun 2020, maka tingkat pelaporan SPT Tahun 2021 mengalami penurunan.

Perlu diketahui, sebelum lapor, anda harus mengetahui cara Lapor SPT pajak tahunan, yakni bisa melalui e-filing dapat dilakukan melalui www.pajak.go.id dengan memilih menu login di pojok kanan laman tersebut.

Sebelum melaporkan SPT, pastikan wajib pajak sudah memiliki dan melakukan aktivasi Electronic Filing Identification Number (EFIN). EFIN merupakan nomor identifikasi yang dikeluarkan oleh DJP untuk melakukan pelaporan SPT secara elektronik.

Sementara itu menurut keterangan Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Kementerian Keuangan Neilmaldrin Noor mengatakan secara teknis, mekanisme dikenakannya pajak atas penghasilan yang diterima oleh Wajib Pajak Orang Pribadi termasuk YouTuber sudah sejak lama diatur dalam UU Pajak Penghasilan dan aturan pelaksanaannya.

Berdasarkan aturan yang berlaku, Neilmaldrin mengatakan batas waktu pelaporan SPT Tahunan untuk wajib pajak (WP) orang pribadi (OP) pada 31 Maret dan WP badan pada 31 April setiap tahunnya. Pelaporan SPT Tahunan ini berlaku pajak tahun 2020.

Neilmaldrin menuturkan para selebgram, youtuber hingga artis diwajibkan melaporkan SPT Tahunan karena mereka orang pribadi yang memiliki NPWP dan penghasilannya berasal pekerjaan bebas. Adapun yang diwajibkan melaporkan SPT juga masyarakat yang memiliki NPWP.

“Baik penghasilannya dari usaha, sebagai pegawai swasta, termasuk penghasilan yang didapat lebih dari satu pemberi kerja, serta wajib pajak badan atau korporasi,” terangnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Perbedaan Dosa Ghibah dan Dosa Zina

Read Next

Resep Minuman yang Meredakan Efek Makan Berlebihan