ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
24 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Telan Dua Korban, UIN Malang Bubarkan UKM Pagar Nusa

Telan Dua Korban, UIN Malang Bubarkan UKM Pagar Nusa

Konfirmasitimes.com-Jakarta (14/03/2021). Dua orang mahasiswa UIN Malang Provinsi Jawa Timur meninggal dunia pada saat mengikuti diklat penerimaan anggota baru UKM Pencak Silat Pagar Nusa.

Pelaksanaan diklat ini diketahui tidak mengantongi izin dari pihak universitas.

Dua orang mahasiswa yang meninggal itu diantaranya Miftah Rizky Pratama mahasiswa asal Bandung, yang merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Jurusan Tadris Matematika, dan Faisal Lathiful Fakhri asal Lamongan, yang merupakan mahasiswa Fakultas Syariah Jurusan Hukum Ekonomi Syariah.

Keduanya meninggal dunia pada Sabtu (06/03/2021), sekitar pukul 14.00 WIB, pada saat mengikuti diklat pencak silat Pagar Nusa di Coban Rais, Kota Batu. Keduanya dilaporkan meninggal dunia dalam perjalanan ke fasilitas layanan kesehatan.

Merespon hal itu, Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang Provinsi Jawa Timur berencana membubarkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) pencak silat Pagar Nusa usai adanya dua mahasiswa yang meninggal dunia usai mengikuti diklat itu.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Israqunnajah di Batu, Sabtu (13/03/2021) dalam keterangannya menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil usai dilakukan rapat bersama para pimpinan dari universitas yang terletak di Kota Malang itu.

“Kami memiliki pedoman kemahasiswaan, butir-butir yang ada dalam pedoman tersebut sudah cukup bagi kami. Organisasi atau UKM Pagar Nusa, kita bubarkan,” ujar Israqunnajah ketika memberikan keterangan di Polres Batu.

Lebih lanjut pembubaran tersebut, kata Israqunnajah berdasarkan buku pedoman kegiatan mahasiswa yang salah satu klausulnya menyebutkan kegiatan yang bisa mengabaikan keselamatan jiwa. Hal itu menjadi dasar pembubaran UKM Pagar Nusa UIN Malang.

“Ada satu klausul yang menyebutkan kegiatan yang bisa mengabaikan keselamatan jiwa, itu yang kita pakai,” terang Israqunnajah.

Atas dua mahasiswanya yang meninggal, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyampaikan duka mendalam kepada pihak keluarga korban yang berada di Lamongan dan Bandung. Saat ini pihak kampus telah menginstruksikan kepada seluruh civitas agar mengadakan doa bersama untuk kedua almarhum.

“Sesungguhnya perasaan duka tidak akan pernah terwakili dengan kami silaturahmi dan bertakziah ke Bandung maupun Lamongan,” ungkap Israqunnajah.

Sebagaimana diketahui diklat itu diikuti oleh 41 orang peserta, pada 5-7 Maret 2021. Di hari pertama pelaksanaan kegiatan dilakukan di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, dan pada hari kedua dilanjutkan di Coban Rais, Kota Batu.

Dua orang korban yang meninggal tersebut, sempat dibawa ke Rumah Sakit Karsa Husada Kota Batu, sementara satu lainnya ke Puskesmas Karangploso, Kabupaten Malang. Namun, keduanya meninggal dunia.

Sebanyak dua orang mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang meninggal saat mengikuti pembaiatan penerimaan peserta baru Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) pencak silat Pagar Nusa.

Dari hasil penyelidikan, Jajaran Polres Batu tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan terhadap dua mahasiswa tersebut.

Hal itu berdasarkan hasil visum et repertum yang dilakukan Puskesmas Karangploso dan Rumah Sakit Karsa Husada, tempat kedua korban mendapat perawatan medis.

Korban M Faisal Lathiful Fakhri (19) mahasiswa asal Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, sebelumnya dibawa ke Puskesmas Karangploso.

Sedangkan Miftah Rizki Pratama (20) asal Kota Bandung, Jawa Barat dibawa ke Rumah Sakit Karsa Husada.

“Hasil visum mengatakan bahwa tidak ditemukan adanya bukti-bukti yang mengarah bahwa ada kekerasan yang ditemukan pada tubuh jenazah. Artinya jenazah ketika dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan adanya bukti yang mengarah bahwa telah terjadi perbuatan atau tindak pidana kekerasan. Ini berdasarkan hasil visum luarnya,” ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Batu, AKP Jeifson Sitorus di Mapolres Batu, Sabtu (13/03/2021).

Walau demikian, pihaknya tetap menaikkan kasus tersebut ke tingkat penyidikan.

Penyidikan difokuskan terhadap korban Miftah yang berasal dari Kota Bandung, Jawa Barat.

Sebab, keluarga korban Faisal yang berasal dari Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, sudah mengikhlaskan kejadian itu.

Keluarga korban asal Lamongan ikhlas dengan kejadian itu.

Kejadian itu dianggap sebagai musibah.

Siti Nur Hamimah, Ibu dari korban Faisal menyampaikan, anaknya memang kerap mengikuti kegiatan pencak silat.

“Saya sudah menerima dengan ikhlas dengan lapang dada. Karena sudah menjadi kesenangan anak saya mengikuti kegiatan ekstra tersebut. Bukan kali ini saja,” kata Siti.

Sementara itu, paman dari korban Miftah, Muhammad Syarif mempertanyakan penyebab keponakannya meninggal.

Ia ingin mengetahui secara langsung hasil visum terhadap korban.

Apalagi, polisi mengatakan, tak ada tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Oleh sebab itu kami dari keluarga Bandung belum menerima kondisi ini seperti keluarga Lamongan yang sudah menerima sebagai takdir. Kami belum memutuskan menerima ini sebagai takdir dan selesai begitu saja atau kami akan tetap ingin tindak lanjut melalui proses hukum,” jelasnya.

Pihak kepolisian tidak tidak melanjutkan penegakan hukum lebih lanjut baru korban yang dari Lamongan.

“Sampai sekarang ini yang sudah memberikan permohonan resmi meminta Polres Batu untuk tidak melanjutkan penegakan hukum lebih lanjut baru korban yang dari Lamongan,” ujarnya.

Pihaknya melanjutkan penyidikan terhadap kasus tersebut berdasarkan barang bukti dokumentasi kegiatan dan percakapan elektronik terkait kejadian itu.

“(Barang bukti) ada handphone yang berisi komunikasi sebelum dan sesudah adanya korban meninggal. Kemudian ada laptop berisi dokumentasi rangkaian kegiatan pembaiatan penerimaan anggota baru Pagar Nusa,” terangnya.

Hingga kini sudah ada 44 saksi yang diperiksa terkait kejadian itu.

“Sampai sekarang kita sudah lakukan pemeriksaan terhadap 44 saksi. Termasuk dari pihak kampus, panitian, peserta masyarakat sekitar dan ahli pidana,” katanya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Liga Arab Mengutuk Pembukaan Misi Diplomatik Ceko Di Yerusalem

Read Next

Perbedaan Dosa Ghibah dan Dosa Zina