ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
24 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Sempat Memanas! Kisruh Akses Jalan Ditutup di Desa Widodaren Berakhir Damai

Sempat Memanas! Kisruh Akses Jalan Ditutup di Desa Widodaren Berakhir Damai

Konfirmasitimes.com-Jakarta (14/03/2021). Permasalahan akses jalan di Desa Widodaren Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang antara Keluarga Sukendro dan Suharto berbuntut panjang.

Perselisihan akses jalan itu sampai ke meja mediasi yang berjalan alot.

Meski sudah meminta maaf, namun Keluarga Suharto belum menyanggupi tuntutan keluarga Sukendro. Sang pemilik tanah itu yang bersikeras meminta ganti rugi Rp150 juta.

Keluarga Sukendro mengajukan tuntutan lantaran merasa sudah dirugikan dengan keterangan bohong ke media massa.

“Kita sudah minta maaf, ya mungkin ada kekeliruan pembicaraan atau masalah hati saat melakukan mediasi. Namanya orang Jawa ada unggah-ungguh, salah tidak salah kita harus minta maaf,” ujar Tri budi Utomo, yang mewakili keluarga Suharto, dalam keterangannya kepada media, Sabtu (13/03/2021).

Dalam mediasi itu, terungkap pihak pemilik tanah, Sukendro bersedia memberikan jalan selebar 1 meter sepanjang 25 meter. Namun pihak Sukendro meminta uang ganti rugi bangunan dan imateril total Rp150 juta.

Tri menuturkan bahwa keluarga Sukendro mematok tanah 1×25 meter untuk akses jalan seharga Rp150 juta. Pihaknya pun kemudian mencoba menawar Rp10 juta, dan kemudian dinaikan lagi Rp16 juta.

“Tapi ternyata yang bersangkutan kekeh di angka itu, jadi kita untuk harga Rp. 150 juta tidak sanggup,” katanya.

“Saya beralasan membangun rumah di tanah milik sendiri ada sertifikat dan ada IMB. Sehingga merasa tidak ada yang dilanggar mengenai jual beli. Kami sudah mengembalikan uang muka Rp50 juta sehingga dianggap tidak ada penjualan tanah tersebut,” ujar Sukendro, Sabtu (13/03/2021).

Mendapati kebuntuan saat mediasi akhirnya pihak kepolisian ke depan akan kembali memediasi kedua belah pihak.

Sejauh ini empat keluarga warga Desa Widodaren masih menunggu akses jalan dibuka kembali.

Tak sampai disitu, warga yang terisolir diminta untuk meminta maaf di media TV, cetak juga online karena Sukendro merasa dicemarkan nama baiknya.

Menurut keterangan Tri, permintaan maaf telah disampaikan melalui media TV, cetak juga online.

“Permintaan maaf untuk keluarga sudah dilakukan dan melalui media TV juga cetak dan online juga telah dilakukan,” kata Tri Budi.

Kini Polsek Petarukan bersama Forkopimca selalu berperan aktif dalam membantu pemerintah desa Widodaren untuk menjaga kerukunan warganya.

“Diduga terdapat kesalahpahaman, sehingga kami melakukan mediasi agar kedua belah pihak dapat kembali hidup rukun dan harmonis,” katanya.

Sementara, akses masuk masih melintasi got atau selokan air dan beresiko terperosok. Jalan yang biasa dilalui sudah berdiri bangunan setengah jadi berukuran lebar sekitar 4 meter panjang sekitar 25 meter. Saat ini kondisi empat keluarga terdiri 16 jiwa ini benar- benar kesulitan dan tidak bisa keluar rumah dengan leluasa. Terlebih ada anak kecil, balita juga orang tua.

Kini perselisihan itu sudah berakhir damai.

Perdamaian itu terjadi usai Polsek Petarukan, bersama Camat, dan Danramil Petarukan, memfasilitasi pertemuan kedua belah pihak di aula Polsek Petarukan. Dalam mediasi itu terungkap, usai tertutup bangunan milik Sukendro, tiga rumah milik Suharto, Kismanto, dan Agus ternyata tidak terisolasi.

Kapolsek Petarukan, AKP Heru Irawan mengatakan, masih terdapat jalan alternatif lain selebar satu meter yang berada tepat di sebelah rumah Suharto.

“Bahkan jalur alternatif tersebut langsung menghubungkan tiga rumah warga dengan jalan pantura, jaraknya kurang lebih 50 meter,” katanya.

Walau begitu, Heru menyampaikan Polsek Petarukan, Camat, dan Koramil Petarukan, selalu berperan aktif dalam membantu Pemerintah Desa Widodaren, untuk menjaga kerukunan warganya.

“Diduga terdapat kesalahpahaman, sehingga kami melakukan mediasi agar kedua belah pihak dapat kembali hidup rukun dan harmonis,” kata Heru.

Setelah selesai mediasi, Tri Budi yang mewakili keluarga Suharto menyampaikan permohonan maaf pada keluarga Sukendro.

“Kami ingin menyampaikan, tidak ada niatan dari keluarga kami untuk memviralkan permasalahan ini di media sosial dan lainnya,” ujar Tri Budi.

“Kami mohon maaf bila sebelumnya ada kesalahan, kami mengharapkan ada hubungan silaturahmi yang baik antara kami dengan keluarga bapak Sukendro,” kata Tri Budi.

Sementara menurut pengakuan Sukendro, dirinya ingin membangun rumah untuk anaknya di lokasi yang biasa untuk akses jalan keluarga Suharto.

“Sebenarnya anak saya tiga. Kebetulan saya berniat untuk membangunkan rumah untuk anak ketiga di lokasi yang biasa menjadi akses jalan keluarga bapak Suharto,” kata Sukendro.

Sukendro akhirnya pun menerima permintaan maaf dari keluarga Suharto, menurutnya persoalan itu dipicu karena salah paham.

“Saya menerima permintaan maaf keluarga bapak Suharto, permasalahannya kita salah paham saja pak,” ujarnya. ia untuk membicarakan secara kekeluargaan dengan keluarga bapak Suharto agar bisa tercapai kesepakatan terkait penjualan tanah untuk akses jalan,” kata Sukendro.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Tes Ngaji, Aldi Taher Pasti Malu Sama Anak Ini

Read Next

Muncul Wacana Presiden 3 Periode, Jokowi: Ingin Cari Muka