ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
22 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Muncul Wacana Presiden 3 Periode, Jokowi: Ingin Cari Muka

Muncul Wacana Presiden 3 Periode, Jokowi: Ingin Cari Muka

Konfirmasitimes.com-Jakarta (14/03/2021). Amien Rais, politikus senior PAN ini menuding Presiden Indonesia saat ini, Joko Widodo (Jokowi) berencana mengusulkan masa jabatan presiden 3 periode.

“Yang lebih penting lagi dan paling berbahaya adalah ada usaha yang betul-betul luar biasa, skenario politik, dan backup keuangannya,” kata Amien Rais melalui video yang ditayangkan di akun YouTube pribadinya.

Adapun lembaga-lembaga tinggi tersebut antara lain DPR, MPR, DPD dan lembaga tinggi lainnya. Tak hanya itu bahkan juga melibatkan TNI dan Polri.

“(Mereka) diajak main politik dengan selera rezim,” kata Amien Rais.

Lebih lanjut, Amien Rais menilai kecurigaannya terkait hal itu, saat ini sedikit demi sedikit mulai terlihat jelas lewat sejumlah manuver politik.

“Jadi, sekarang sudah ada semacam publik opini yang semula samar-samar, tapi sekarang makin jelas ke arah mana rezim Jokowi ini melihat masa depannya,” katanya.

Lewat manuver politik itu, kata dia, pemerintah akan mengambil langkah pertama dengan meminta MPR menggelar sidang istimewa.

Sidang tersebut, lanjut Amien, nantinya akan menawarkan presiden dapat kembali terpilih pada periode ketiga.

“Jadi mereka akan mengambil langkah pertama, meminta sidang istimewa MPR yang mungkin satu atau dua pasal yang katanya perlu diperbaiki, yang mana saya juga tidak tahu,” jelas Amien.

“Tapi kemudian akan ditawarkan pasal baru dan memberikan hak bahwa presiden bisa dipilih 3 kali.”

Amien menambahkan, dirinya tidak bisa membayangkan jika hal tersebut benar-benar terjadi di negara ini.

“Kalau ini betul-betul keinginan mereka, maka kita sudah bisa segera mengatakan innalilallhi wainna ilaihi rojiun,” katanya.

Wacana jabatan presiden menjadi 3 periode muncul berbarengan dengan usulan amandemen UUD 1945 pada 2019 lalu.

Menurut informasi yang dihimpun, usulan itu diungkapkan oleh Mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono di akun Twitternya, @bumnbersatu, Sabtu (13/03/2021).

“Amandemen UUD 1945 untuk masa jabatan presiden menjadi 3 periode bagi presiden yang sudah terpilih 2 kali. Agar Jokowi & SBY bisa kembali mencalonkan lagi di Pilpres 2024,” tulis Arief Poyuono di Twitternya.

Wacana itu kini menjadi konsumsi publik dan banyak berbagai macam komentar yang keluar, baik dari politisi maupun pengamat.

Merespon Usulan Amendemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Pengamat Politik dan Direktur IndoStrategi Research and Consulting, Arif Nurul Imam menilai jabatan presiden tiga periode akan menghambat sirkulasi kepemimpinan nasional.

“Terkait usulan mantan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono agar melakukan amendemen UUD 1945 untuk mengubah masa jabatan presiden menjadi tiga periode tentu sah-sah saja sebagai diskursus politik,” kata Arif Nurul Imam, dalam keterangannya kepada media, Sabtu (13/03/2021).

Menurutnya usulan presiden tiga periode perlu dikaji lebih dalam dan kompleks.

“Seperti kenapa perlu tiga periode ? Apakah 2 periode tidak cukup waktu menjalankan visi misi?” ujar Arif.

Selain itu, Arief menyinggung, bagaimana dampak bagi perkembangan demokrasi nantinya.

“Kita tentu tak bisa gegabah hanya karena kekurangan waktu, tapi dengan jabatan presiden tiga periode yang pasti akan menghambat sirkulasi kepemimpinan nasional,” katanya.

PKS Tolak presiden 3 periode

Hidayat Nur Wahid selaku Wakil Ketua MPR dari Fraksi PKS dengan tegas mengatakan pihaknya menolak wacana jabatan Presiden menjadi tiga periode.

“PKS tolak wacana jabatan Presiden 3 periode,” tulis Hidayat Nur Wahid di Twitternya.

Menurutnya, saat ini yang dibutuhkan yaitu perubahan atau revisi terhadap Undang-undang Pemilihan Umum (UU Pemilu) karena revisi UU Pemilu dilakukan agar Pemilu lebih demokratis dan berkualitas.

“Yang diperlukan sekarang perubahan UU Pemilu, agar Pemilu lebih demokratis dan berkwalitas,” katanya.

Hidayat Nur Wahid pun mengingatkan bila presiden saat ini pun pernah menolak wacana itu.

“Bukan perubahan UUD untuk menambah masa jabatan Presiden jadi 3 periode. Apalagi Presiden @jokowi juga pernah menolaknya,” kata Hidayat Nur Wahid.

Namun, wacana jabatan presiden 3 periode tersebut sebenarnya sudah pernah ditolak Jokowi.

Menanggapi hal itu, Presiden Jokowi buka suara. Jokowi saat itu menegaskan menolak usulan jabatan presiden menjadi tiga periode. Bahkan Jokowi merasa usulan itu seperti hendak mendorongnya supaya jatuh tersungkur.

“Usulan itu menjerumuskan saya,” kata Jokowi lewat akun Twitternya, Minggu (02/12/2019).

Jokowi menyebutkan jika dirinya produk pemilihan presiden yang dipilih langsung oleh rakyat berdasarkan konstitusi. Karena itu, dia tegas menolak usulan masa jabatan presiden 3 periode.

“Saya adalah produk pemilihan langsung berdasarkan UUD 1945 pasca reformasi. Posisi saya jelas: tak setuju dengan usul masa jabatan Presiden tiga periode,” tulis Jokowi di Twitter.

Jokowi menilai menyelesaikan masalah tekanan dari pihak luar dinilai sebagai tugas yang lebih penting ketimbang mewujudkan wacana masa jabatan presiden tiga periode.

“Saat ini lebih baik kita konsentrasi melewati tekanan eksternal yang tidak mudah diselesaikan,” ujar Jokowi.

Pada kesempatan lain, Jokowi menilai pihak yang memunculkan wacana presiden tiga periode itu ialah sengaja hendak mencari muka ke dirinya. Dia pun menilai sebaiknya amandemen UUD tidak perlu dilakukan.

“Sejak awal sudah saya sampaikan bahwa saya produk pemilihan langsung. Saat itu waktu ada keinginan amandemen, apa jawaban saya? Untuk urusan haluan negara, jangan melebar ke mana-mana,” kata Jokowi kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (02/12/2019).

“Kenyataannya seperti itu kan. Presiden dipilih MPR, presiden 3 periode, presiden satu kali 8 tahun. Seperti yang saya sampaikan. Jadi, lebih baik tidak usah amendemen,” lanjutnya.

Daripada amandemen UUD 1945 melebar, Jokowi meminta lebih baik berfokus ke tekanan-tekanan eksternal. Jokowi tak langsung menunjuk hidung pihak yang dia maksud, namun dia menyebut ada yang ingin mencari muka hingga menjerumuskannya.

“Ada yang ngomong presiden dipilih 3 periode, itu ada 3. Ingin menampar muka saya, ingin cari muka, padahal saya punya muka. Ketiga ingin menjerumuskan. Itu saja, sudah saya sampaikan,” kata Jokowi.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Sempat Memanas! Kisruh Akses Jalan Ditutup di Desa Widodaren Berakhir Damai

Read Next

Daily Life di Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an Tebuireng