ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
23 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Seorang WNA Diperiksa Kejagung Sebagai Saksi Kasus Asabri

Dugaan Korupsi di BPJS Ketenagakerjaan, Kejagung Jadwalkan Periksa 20 Saksi

Konfirmasitimes.com-Jakarta (13/03/2021). Satu orang Warga Negara Asing (WNA) diperiksa Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) sebagai saksi yang terkait dengan Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada PT. Asabri.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak menyampaikan, saksi yang diperiksa yaitu DAM warga negara Australia selaku Direktur PT. Danmar Explorindo.

“Sebelumnya, DAM dijadwalkan untuk diperiksa sebagai saksi pada Senin 1 Maret 2021, namun karena kesibukan pekerjaan di negara Australia, maka saksi baru dapat memenuhi panggilan dari Direktorat Penyidikan JAM Pidsus Kejaksaan Agung pada hari ini Jumat 12 Maret 2021,” kata Leonard dalam keteranganya, Jumat (12/03/2021).

Pemeriksaan saksi, kata Leonard dilakukan guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT. Asabri.

Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan COVID–19, antara lain dengan memperhatikan jarak aman antara saksi dengan Penyidik yang telah menggunakan alat pelindung diri (APD). Saksi pun wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan.

Dalam kasus ini, Kejagung telah menetapkan sembilan tersangka diantaranya, JS selaku Direktur Jakarta Emiten Investor Relation, ARD dan SW selaku mantan Direktur Utama PT. Asabri, BE mantan Direktur Keuangan PT. Asabri, HS mantan Direktur PT. Asabri, IWS mantan Kadiv Investasi PT. Asabri, LP selaku Direktur Utama PT. Prima Jaringan, BTS selaku Direktur PT. Hanson Internasional dan HH selaku Direktur PT. Trada Alam Minera dan Direktur PT. Maxima Integra.

Atas perbuatan para tersangka mengakibatkan kerugian keuangan Negara kurang lebih sebesar Rp23 triliun. 

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Addinu Lana

Read Next

Membongkar Sekte Sesat Hakekok Blakasuta Bersama KH. Dr. Ahmad Mukri