ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
22 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Doa Iftitah NU dan Artinya

Doa Iftitah NU dan Artinya

Konfirmasitimes.com-Jakarta (13/03/2021). Doa iftitah adalah bacaan sholat yang dilafadzkan setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca surat wajib yaitu Al-Fatihah.

Banyak muslim mencari tahu doa iftitah yang benar maupun doa iftitah yang sesuai sunnah.

Berikut ulasan Doa Iftitah NU dan Artinya yang dihimpun dari berbagai sumber.

Doa Iftitah NU dan Artinya, Bacaan Takbiratul Ihram dan Doa Iftitah

Jika menilik dari sejarah yang dituliskan pada suatu riwayat. Doa iftitah satu ini memang tak langsung diucapkan dari mulut Rasulullah SAW.

Dulu saat Rasulullah SAW dan juga para sahabat akan melakukan shalat secara berjamaah.

Lalu datang seorang pria yang setelah takbiratul ihram membaca beberapa lantunan doa sebelum ia membaca surat Al – fatihah.

Suara pada saat ia membaca doa terdengar sangat lantang sampai masuk ke telinga Rasulullah SAW. Selepas melaksanakan sholat, tak mau kehilangan rasa penasaran Rasulullah SAW pun langsung bertanya siapa tadi gerangan yang melafadzkan dengan lantang doa tadi.

Rasulullah SAW pun mengagumi lafadz doa itu bahkan lafadz tersebut sampai dapat membuka pintu – pintu yang ada di langit.

Semenjak kejadian itulah, doa iftitah ini pun dijadikan sunnah yang dapat dibaca pada gerakan sholat. Serta doa iftitah juga menjadi salah satu rukun pada sholat.

Bacaan doa iftitah NU dan artinya

Pertama

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

“Allahuakbar kabiiro, walhamdulillahikasiro, wasubhanallahibukrotawa asyiilaa

Artinya:

“Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang sangat banyak, Maha Suci Allah, baik pada waktu pagi dan juga petang” (HR. Muslim 2/99).

Hadits tersebut telah diriwayatkan oleh Ibnu Umar Radhiallahu’anhu, yang berbunyi:

“Pada saat kami telah shalat bersama Rasulullah SAW, terdapat seorang lelaki yang sedang berdoa iftitah: (kemudian disebutkan doa di atas). Rasulullah SAW kemudian bersabda: ‘Aku heran, dibukakan untuknya pintu -pintu langit‘. Ibnu Umar juga berkata: ’Aku tak pernah meninggalkan doa ini sejak beliau berkata seperti itu’”.

Kedua

اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِىَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَ اتِ وَالْاَرْضَ حَنِيفًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِ كِيْنَ اِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَهْيَايَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَ اَنَا اَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

“Innii wajjahtu wajhiya lil ladzii fathoros samaawaati wal ardho haniifam mushlimaw wamaa ana minal musyrikiin, innaa sholaatii wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillahirabbil aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimin.”

Artinya:

“Sesungguhnya aku hadapkan wajahku terhadap Allah yang sudah menciptakan langit dan juga bumi dalam kondisi yang tunduk serta aku bukanlah dari golongan orang – orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku, sesembelihanku, hidupku serta matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam. Tidak terdapat sekutu untuk -Nya. Serta dengan yang begitu aku diperintahkan. Serta aku merupakan orang yang pertama dalam berserah diri.”

Kedua bacaan Doa Iftitah NU dan Artinya di atas itu umumnya digabung.

Hukum membaca doa iftitah

Doa iftitah dibaca setelah takbiratul ihram baik pada shalat wajib maupun shalat sunnah.

Doa iftitah ini dibaca ketika waktu yang tersisa masih cukup untuk melaksanakan shalat hingga selesai tanpa keluar dari waktunya.

Dalam shalat berjamaah doa iftitah dianjurkan bagi makmum dengan kelapangan waktu yang memungkinkannya untuk mengejar rukuk bersama imam.

“(Dianjurkan) ada ulama mengatakan, diwajibkan (setelah takbiratul ihram) shalat wajib, atau shalat sunnah selain shalat jenazah (membaca doa iftitah) doa yang dibaca perlahan jika aman dari luputnya waktu shalat dan kuat pada sangka makmum mendapatkan rukuk imam (selama ia belum mulai masuk) membaca ta‘awudz, atau Surat Al-Fatihah meski karena lupa.”(Lihat Zainuddin Al-Malibari, Fathul Mu‘in pada hamisy I‘anatut Thalibin, [Beirut, Darul Fikr: 2005 M/1425-1426 H], juz I, halaman 170).

Adapun mereka yang terlanjur membaca ta’awudz atau Surat Al-Fatihah tidak perlu membaca doa iftitah. Mereka tidak dianjurkan lagi membacanya karena telah kehilangan momentumnya sebagaimana keterangan pada Kitab I‘anatut Thalibin berikut ini.

“(Seseorang) dianjurkan membaca doa iftitah selagi ia belum mulai membaca ta‘awwudz atau Surat Al-Fatihah. Jika telah mulai masuk ke dalam bacaan itu, maka luputlah anjuran (untuk membaca doa iftitah). Ia tidak dianjurkan untuk kembali padanya (doa iftitah) karena telah luput tempat (momen)-nya.” (Lihat Sayyid Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi, I‘anatut Thalibin, [Beirut, Darul Fikr: 2005 M/1425-1426 H], juz I, halaman 170).

Itulah ulasan Doa Iftitah NU dan Artinya untuk Anda, semoga bermanfaat.

Panduan lengkap sholat  wajib 5 waktu  dan macam-macam  sholat sunnah .

(Dari berbagai sumber)

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Polisi Tangkap Pelaku Tabrak Lari Pesepeda di Bundaran HI

Read Next

KKB Sandera Pesawat Susi Air, Pilot: Mereka Kecewa Tak Diberi Dana Desa