ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
23 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Sekelompok Orang Ritual Tanpa Busana di Rawa Gegerkan Warga Cigeulis

Sekelompok Orang Ritual Tanpa Busana di Rawa Gegerkan Warga Cigeulis

Konfirmasitimes.com-Jakarta (12/03/2021). Sekelompok orang terdiri dari 16 orang laki-laki dan perempuan berendam di rawa dengan telanjang bulat.

Peristiwa itu membuat geger warga Desa Karang bolong, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Dugaan sementara, mereka sedang melakukan ritual aliran tertentu.

Menurut Polres Pandeglang, 16 orang yang diamankan terdiri dari pria dan wanita dewasa serta anak-anak saat melakukan ritual aliran yang diduga sesat itu.

Ritual aliran sesat bernama Hakekok itu dilakukan di penampuangan air PT GAL, di tengah perkebunan kelapa sawit di Desa Karangbolong, pada pukul 10.00 WIB, Kamis (11/3/2021) pagi.

“Ada 16 orang yang diamankan. Terdiri dari lima perempuan dewasa, delapan laki-laki, dan tiga anak-anak,” ujar Wakapolres Pandeglang Kompol Riky Crisma Wardana kepada media.

Mereka kemudian ditangkap polisi dan dibawa ke Polsek Cigeulis.

“Sementara masih dalam penyelidikan Satreskrim, akan kita dalami, kita akan berkoordinasi dengan Bakorpakem, Ketuanya Kejari Pandeglang, apakah masuk ajaran sesat atau bukan,” ujar Wakapolres Pandeglang, Kompol Roky Crisma Wardana , dalam keterangannya, Kamis (11/03/2021).

Ritual itu diketahui untuk membersihkan diri dari segala dosa, dan menjadi orang yang lebih baik.

Para peserta ritual mengaku baru melakukan satu kali ritual, yakni pada saat polisi melakukan penangkapan.

Dari keterangan para peserta ritual, aliran Hakekok ini dibawa oleh seorang warga berinisial A. Warga ini mengaku murid pemimpin ajaran tersebut yang berasal dari Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Menurut informasi yang dihimpun, mereka tiba di Polres Pandeglang sekitar pukul 16.30 WIB. Berdasarkan keterangan sementara yang dihimpun penyidik dari anggota yang berendam di rawa, mereka menganut ajaran Akekoh atau Balatasutak.

Padepokannya diketahui berada di Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dahulu, ajaran itu dibawa oleh E yang sudah meninggal, kemudian diteruskan A (52) yang masih satu keluarga.

“Ketuanya saudara A, umur 52 tahun. Untuk ajarannya, menganut ajaran Akekoh, dibawa oleh saudara E, almarhum. Diteruskan saudara A, dengan ajaran Balatasutak,” jelasnya.

Barang bukti sementara berupa pakaian dan identitas 16 orang yang dikumpulkan oleh Polres Pandeglang.

Selanjutnya pihak berwenang akan melakukan rapat dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menetapkan apakah ajaran Balatasutak atau Akekoh termasuk ke dalam aliran sesat atau tidak.

“Nanti ada kajian dari MUI, aliran sesat atau bukan. Sudah kita antisipasi juga, supaya tidak ada gejolak di masyarakat Cigeulis. Untuk masyarakat Cigeulis jangan resah, orangnya juga sudah kita amankan ya. Besok juga kita akan melaksanakan rapat,” kata Roky.

Masyarakat diiminta jangan tak terprovokasi oleh informasi yang belum diketahui kebenarannya. Polisi juga sudah berjaga di Kecamatan Cigeulis supaya masyarakat tidak resah.

Selain itu polisi meminta warga Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, yang menjadi lokasi keberadaan aliran tersebut, agar tidak khawatir dengan kegiatan ajaran tersebut.

Pihak kepolisian memastikan kelompok yang melakukan kegiatan tersebut telah ditangani pihaknya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Arab Saudi Bantah Pertemuan Antara Mohammed Bin Salman dengan PM Israel

Read Next

Serem! Denmark dan Islandia Hentikan Penggunaan Vaksin AstraZeneca atas Temuan Kasus Pembekuan Darah, Bagaimana Indonesia?