ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
22 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Kecelakaan di Tanjakan Cae, Bupati Sumedang Bilang Begini

Kecelakaan di Tanjakan Cae, Bupati Sumedang Bilang Begini

Konfirmasitimes.com-Jakarta (11/03/2021). Setidaknya 27 penumpang tewas dari total 59 penumpang di dalam bus yang terlibat kecelakaan maut.

Kecelakaan itu terjadi di Tanjakan Cae, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (10/03/2021) sekitar pukul 18.30 WIB.

Penumpang bus terdiri dari rombongan SMP IT Al Muawwanah, Cisalak, Subang.

Sebelum kecelakaan terjadi, mereka pulang dari Pimjahan, Kabupaten Tasikmlaya menuju Subang via Wado, Sumedang.

Menurut keterangan salah seorang warga Kecamatan Wado, Waslim (59) menyampaikan, sopir bus diduga tewas.

“Sopir busnya juga meninggal, tadi sudah dievakuasi,” kata Waslim, dalam keterangannya kepada media.

Waslim menuturkan mengatakan saat evakuasi banyak korban dengan posisi terjepit di dalam bus.

Waslim bersama warga lainnya berhasil mengevakuasi 20 korban.

“Alhamdulillah tadi di awal-awal ada 11 orang selamat yang kami amankan, 9 orang lainnya sudah meninggal, kondisinya tragis,” tutur Waslim.

Waslim menyebutkan, Tanjakan Cae, Wado, Sumedang memang terkenal ekstrem.

“Kondisinya memang menanjak dan berkelok. Kalau sopir yang tahu medan di sini pasti sudah paham. Mungkin sopirnya ini tidak tahu medan, jadi sebelum masuk jurang tidak paham cara mengendalikan busnya,” kata Waslim.

Sementara itu, Mimin Mintarsih (52) salah satu penumpang yang selamat menuturkan detik-detik sebelum kecelakaan terjadi.

Warga Desa Paku Haji, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang tersebut duduk di jok kedua dari sopir.

Dia ikut dalam rombongan tersebut bersama dua anaknya yang berusia 2 tahun dan 11 tahun. Mimin dan dua anaknya selamat dari kecelakaan maut tersebut.

Menurut Mimin di tengah perjalan para penumpang mencium bau sangi kampas rem. Lalu salah seorang penumpang pun meminta sopir untuk memeriksanya.

Saat itu sopir bus menyebut jika remnya blong.

“Sopir bilang remnya blong,” kata Mimin.

Mimin bercerita sesaat sebelum masuk jurang, bus oleng.

“Bus goyang-goyang, terus masuk jurang,” ucap Mimin.

Lalu seluruh penumpang bus yang terdiri dari siswa, orang tua, pendamping, dan guru serempak mengucapkan takbir.

“Semua orang teriak Allahhu Akbar, takbir,” ujar Mimin. Akibat kecelakaan itu, Mimin terjepit jok di dalam bus. Sedangkan kedua anaknya terpental ke belakang.

Untungnya, Mimin bisa menyelamatkan diri dan merangkak mencari anaknya, lalu keluar dari bus.

“Saya terjepit jok, saya merangkak cari anak saya dan keluar dari bus,” ujarnya.

Terpisah, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan Tanjakan Cae terkenal sebagai jalur maut karena rawan kecelakaan.

“Tanjakan Cae yang ada di kaki Gunung Cakrabuana merupakan kawasan rawan kecelakaan lalu lintas,” kata Bupati.

Dony Ahmad Munir menyampaikan, selain jalannya yang terjal, tanjakan itu juga minim penerangan di malam hari. Lantaran itu, dia mengatakan, setiap kendaraan yang lewat di Tanjakan Cae harus berhati-hati agar tidak terjadi insiden kecelakaan.

“Kendaraan yang melintas kawasan tersebut harus ekstra hati-hati,” kata Dony Ahmad Munir..

Sebelum peristiwa kecelakaan yang dialami Bus Sri Padma pada Rabu (10/03/2021) malam, kecelakaan yang sama juga pernah terjadi pada 2012 silam.

Bus Maju Jaya jurusan Tasikmalaya-Subang terperosok ke jurang karena rem blong hingga mengakibatkan 12 penumpang tewas dalam kecelakaan itu.

Tak disangka, sembilan tahun kemudian kecelakaan serupa kembali terulang di Tanjakan Cae. Pada Rabu (10/03/2021) malam, Bus Sri Padma Kencana yang membawa rombongan peziarah dari Subang terjun ke jurang saat melewati Tanjakan Cae.

“Mudah mudahan korban meninggal dunia husnul khotimah, keluarga yang ditinggal diberikan ketabahan dan kasabaran. Korban selamat segera pulih dan sehat. Para petugas di lapangan yang sedang evakuasi diberi kekuatan, kesehatan dan keselamatan,” kata Dony.

Mendengar kabar kecelakaan itu, Kasat Lantas Polresta Bandung Beserta Staf dan Bhayangkari turut berbelasungkawa.

“Kasat Lantas Polresta Bandung Beserta Staf dan Bhayangkari Turut Berduka Cita Atas Musibah Kecelakaan “Bus Sri Padmi Kencana” Di Tanjakan Cae Kec. Wado Kab. Sumedang . . Semoga Keluarga Yang Ditinggalkan Diberikan Ketabahan,” tulisnya di Twitter.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Ziarah ke Makam Habib Hasan Bin Toha / Mbah Singo Barong Semarang

Read Next

Majelis Asyifa Silaturrahim Ke PBNU