ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
24 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Rakyat Afghanistan Marah Terkait Rencana Perdamaian AS yang Baru

Rakyat Afghanistan Marah Terkait Rencana Perdamaian AS yang Baru

Konfirmasitimes.com-Jakarta (10/03/2021). Surat Menteri Luar Negeri AS kepada Presiden Afghanistan dan pejabat Afghanistan lainnya mengenai rencana perdamaian baru Washington telah membuat marah publik dan masyarakat Afghanistan menyebut surat itu aib.

Dalam surat Anthony Blinken yang berisi rencana perdamaian AS yang baru, yang baru-baru ini diserahkan kepada pejabat AS, telah menuai banyak reaksi negatif di antara pemerintah dan rakyat negara ini.

Dalam kaitan ini, opini publik Afganistan dan rakyat negeri ini telah bereaksi terhadap rencana tersebut dengan mengungkapkan keprihatinan akan berlanjutnya kehadiran pasukan Barat, khususnya Amerika Serikat, dalam jaringan virtual.

Mantan Menteri Luar Negeri Afghanistan Rangin Dadfar Spanta mengunggah cuitan bahwa surat itu bukan alasan untuk bersukacita.

Dia menambahkan: “Sejarah telah berulang kali menunjukkan bahwa ketundukan kepada orang lain tidak mengarah pada kebebasan dan kemakmuran.”

Rasool Rezaei, seorang warga Afghanistan, menulis di Facebook: “Tujuan utamanya adalah untuk mendominasi rakyat Afghanistan, dan pihak berwenang memainkan peran mereka. Dominasi kelompok atas nasib rakyat Afghanistan tidak terjadi dalam semalam, dan itu dimulai beberapa tahun yang lalu, dan Amerika Serikat sedang bekerja untuk mencapai tujuannya. Rakyat Afghanistanlah yang menjadi korban konflik dan serangan, dan nasib orang-orang ini tidak penting bagi siapa pun.

Fahim Miran, pengguna Facebook, juga menulis bahwa Amerika Serikat melihat Afghanistan sebagai salah satu negara bagiannya, dan surat Anthony Blinken menunjukkan situasi yang sama untuk negara kita.

Dalam sepucuk surat kepada Presiden Afghanistan Mohammad Ashraf Ghani, Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken mengatakan bahwa opsi untuk menarik pasukan AS dari Afghanistan masih dibahas, tetapi peninjauan perjanjian perdamaian AS dengan Taliban belum diselesaikan.

Surat Menteri Luar Negeri AS kepada Presiden Afghanistan mengenai rencana perdamaian baru mendapat reaksi luas di antara rakyat Afghanistan dan aktivis politik. Beberapa telah menyerukan perlawanan terhadap rencana tersebut, sementara yang lain mengatakan Ashraf Ghani harus menerima rencana AS yang baru.

Menanggapi surat Menteri Luar Negeri AS kepada Ashraf Ghani dan Abdullah Abdullah tentang rencana perdamaian baru, Wakil Presiden Afghanistan Amrullah Saleh mengatakan bahwa Afghanistan tidak akan menandatangani instrumen penjaga perdamaian AS. 

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Amalan Malam 27 Rajab 2021, Rabu 10 Maret

Read Next

14 Migran Afrika Tewas di Lepas Pantai Tunisia