ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
24 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Tak Hanya Kerjasama Ekonomi, UEA Hibahkan Masjid untuk Indonesia

Tak Hanya Kerjasama Ekonomi, UEA Hibahkan Masjid untuk Indonesia

Konfirmasitimes.com-Jakarta (07/03/2021). Sejak Sabtu (06/03/2021) kemarin, pembangunan masjid Raya Sheikh Zayed Solo ditandai peletakkan batu pertama oleh Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas bersama Ketua Otoritas Umum Bidang Urusan Islam dan Wakaf Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Matar Al Kaabi.

Pembangunan masjid itu berdasarkan kerjasama antara Indonesia dan Uni Emirat Arab.

Peletakan batu pertama pembangunan replika dari masjid megah di UEA tersebut dilakukan dengan mencurahkan cor beton ke dalam lobang. Ikut juga meletakkan batu pertama, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Energi dan Industri UEA Suhail Mohammed Al Mazrouei, Wakil Gubernur Jateng Gus Taj Yasin Maimoen dan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka.

Peletakan batu pertama masjid yang berlokasi di Kampung Gilingan, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah (Jateng) ini berlangsung dengan prokes pencegahan COVID-19 secara ketat. Pembangunan masjid ini diperkirakan menelan biaya sekitar USD20 juta atau hampir Rp300 miliar, dan seluruhnya ditanggung pemerintah UEA.

Desain masjid ini akan dibuat mirip Grand Mosque di Abu Dhabi, ibu kota UEA dengan empat menara menjulang, satu kubah utama, dikelilingi kubah-kubah kecil dan ornamen bangunan Timur Tengah.

Menag Yaqut Cholil Qoumas dalam sambutannya mengatakan, pembangunan replika Grand Mosque Muhammad Bin Zayed atau Masjid Raya Sheikh Zayed Solo ini merupakan hibah Putra Mahkota Persatuan Emirat Arab kepada Bapak Presiden Joko Widodo.

“Masjid yang punya nilai sejarah kontemporer ini nantinya akan didedikasikan kepada seluruh umat Islam dan dikelola oleh pemerintah Republik Indonesia,” ujar Yaqut Cholil Qoumas, dalam keterangan tertulis.

“Saya berharap pelaksanaan pembangunan masjid berjalan lancar dengan dukungan dan doa restu dari semua pihak. Masjid ini, insya Allah, membawa manfaat yang besar bagi masyarakat Surakarta khususnya, Jawa Tengah serta bangsa Indonesia umumnya,” lanjutnya.

Menurut Yaqut Cholil Qoumas kunjungan ini bukan hanya membawa misi bisnis dan investasi untuk pembangunan ekonomi, melainkan juga investasi pembangunan mental spiritual yang amat penting bagi masa depan umat manusia dan dunia yang berkeadaban, yaitu: hibah pembangunan masjid.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Cepat Pulih Indonesiaku ❤, Santriwati Nihayatul Amal

Read Next

Bedah Buku Sejarah Situbondo