ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
23 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Siap-siap Daftar, Ini Kuota dan Formasi Penerimaan CPNS dan PPPK 2021

Update CPNS 2021; Siapkan Syarat Ini, dan Catat Jadwalnya, Tes SKB CPNS Palangka Raya Digelar Setelah Pandemi Covid-19 Berakhir

Konfirmasitimes.com-Jakarta (07/03/2021). Pemerintah Indonesia tahun 2021 ini bakal membuka penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Beberapa hari yang lalu perihal penerimaan CPNS dan PPPK itu dibahas dalam rapat penyederhanaan birokrasi dan pengadaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2021 di lingkungan Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah.

Dalam rapat tersebut, besaran kuota penerimaan CASN adalah sekitar 1,3 juta ASN.

Dari rapat yang telah diadakan oleh Kemenpan RB, besaran kuota penerimaan ASN di 2021 ditetapkan sekitar 1,3 juta ASN.

Proses pengadaan CPNS dan Guru PPPK tahun 2021, dengan total jumlah sekitar 1,3 juta ini pegawai merupakan pengalaman pertama bagi pemerintah.

“Jumlah yang tidak pernah kita lakukan sebelumnya,” ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo, dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Menurut laman KemenpanRB, kuota penerimaan CASN sebesar 1,3 juta tersebut terdiri dari:

  • 1 juta formasi guru PPK.
  • 189.000 formasi ASN di pemerintah daerah.
  • 83.000 formasi CPNS/CPPPK ASN di pemerintah pusat.
  • Jumlah 1,3 juta formasi ini merupakan kebutuhan untuk 2 tahun, yakni 2020 sampai 2021.

Sementara itu formasi yang dibuka dalam penerimaan CASN 2021, yakni:

  • Pelamar dari Guru Honorer Eks THK-2 dan Lulusan PPG.
  • Formasi ASN pemerintah daerah.
  • Terdiri dari 70.000 PPPK JF selain guru dan 119.000 CPNS jabatan teknis yang sangat diperlukan termasuk tenaga kesehatan.
  • Formasi CPNS/PPPK pemerintah pusat.

Jumlah sesuai dengan kebutuhan masing-masing instansi untuk berbagai jabatan yang dibutuhkan.

Terkait formasi guru, masih menyisakan banyak pertanyaan. Pasalnya dalam penerimaan ini, guru agama kabarnya tidak termasuk.

Bahkan apabila sampai akhir bulan ini tidak ada formasi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK untuk guru agama, maka ratusan ribu guru agama yang berstatus honorer mengancam akan mogok mengajar.

Ketua Umum DPP Asosiasi Guru PAI Indonesia (AGPAII) Mahnan Marbawi menyampaikan hak-hak para guru agama untuk meningkatkan statusnya sebagai aparatur sipil negara (ASN) PPPK tidak diberikan.

“Formasi PPPK untuk guru agama di luar honorer K2 tidak ada. Ini bentuk ketidakadilan terhadap guru pendidikan agama,” kata Marbawi, dalam keterangannya kepada media, Sabtu (06/03/2021).

Selain itu tidak adanya formasi PPPK untuk guru agama (di luar formasi 9.464 untuk sisa honorer K2 pada rekrutmen PPPK Februari 2019), menunjukkan ketidakadilan pemerintah.

Guru agama yang sebagian besar honorer, memegang peranan sangat penting dalam menciptakan generasi berakhlak mulia.

Marbawi mengatakan, ada desakan guru agama melakukan mogok mengajar nasional.

“Kawan-kawan dari guru agama dan pendidikan agama Islam (PAI) sudah mendesak mogok mengajar, cuma masih saya cegah. Saya minta mereka bersabar sampai akhir Maret ini untuk mendengarkan pengumuman resmi pemerintah soal rekrutmen CPNS dan PPPK,” katanya.

Jika dalam pengumuman Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo akhir bulan ini, formasi PPPK untuk guru agama di luar honorer K2 tidak ada, lanjut Marbawi, desakan mogok mengajar tidak bisa dicegah lagi.

Mogok mengajar menjadi jalan terakhir bagi guru-guru agama terutama PAI untuk memperjuangkan hak-hak mereka.

“Apa bedanya kami dengan guru-guru-guru honorer mata pelajaran lainnya. Memang guru agama di bawah Kementerian Agama. Kemenag tidak sama dengan Kemendikbud. Padahal sama-sama dipimpin menteri,” tuturnya.

Dia menambahkan, permintaan formasi PPPK untuk guru agama sudah disuarakan AGPAII sejak Desember 2020. Sayangnya, sampai sekarang permintaan tersebut belum dikabulkan pemerintah.

Jadwal Seleksi

Sementara jadwal pengadaan seleksi CASN 2021 saat ini masih dalam proses pembahasan dengan Kemendikbud dan BKN.

Menurut keterangan Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengatakan, BKN saat ini tengah mengembangkan platform pendaftaran terintegrasi melalui portal Sistem Seleksi calon ASN (SSCASN).

Platform pendaftaran terintegrasi ini untuk mengakomodir pendaftaran seluruh seleksi ASN.

Pendaftaran dalam portal SSCASN dibagi ke dalam 3 platform utama yakni:

  • Sistem Seleksi CPNS (SSCN).
  • Sistem Seleksi CPNS melalui Pendidikan Kedinasan (SSCN DIKDIN).
  • Sistem Seleksi PPPK (SSP3K).

Nantinya pengolahan nilai hasil seleksi akan diintegrasikan ke dalam portal.

Proses pengolahan nilai masuk akan diproses tanpa campur tangan pihak mana pun dan sesuai dengan ketentuan.

“Portal SSCASN juga akan menyediakan fitur pengolahan hasil seleksi seperti SKD dan SKB,” ujar Haria dalam rapat koordinasi virtual yang digelar KemenpanRB.

SSCASN nantinya juga akan diintegrasikan dengan data NIK di Dukcapil sebagai data awal pendaftaran.

Untuk formasi guru, SSCASN akan terintegrasi dengan pengecekan data Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) untuk validasi data Dapodik.

SSCASN juga akan terintegrasi dengan akreditasi program studi maupun akreditasi Universitas dan Lembaga Pendidikan Tinggi termasuk validasi nomor ijazah yang dikelola Kemenristekdikti.

Sedangkan untuk pelamar formasi Tenaga Kesehatan, SSCASN akan terintegrasi dengan data Surat Tanda Registrasi (STR) atas kerja sama BKN dengan Kemenkes.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Mbah Tohir Bungkuk

Read Next

The Power Of Emak Bersihkan Desa