ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
14 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Pura-pura Sebagai Petugas KPK; Melakukan Pemerasan dan Penipuan Demi Penuhi Kebutuhan Keluarga

Terlibat Investasi Bodong, Peserta Ajang Pencarian Bakat Ditangkap Polisi

Konfirmasitimes.com-Jakarta (07/03/2021). Diduga sering memeras kepala Sekolah Dasar (SD) di beberapa desa dan kecamatan di Kabupaten Nias Selatan, Nias, Sumatera Utara, polisi menangkap tiga orang petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gadungan.

Kapolres Nias Selatan AKBP Arke F Ambat menyampaikan, ketiga tersangka yang ditangkap yakni Arnes Arisoca (61), Saripul Ikhwan Tanjung (39) dan Aliran Duha (60).

“Ketiga tersangka mengaku sebagai anggota KPK dan LSM Pemantau Penggunaan Keuangan Negara (P2KN) yang bertugas untuk mengaudit investigasi dan monitoring penggunaan keuangan negara,” ujar Arke F Ambat, dalam keterangannya, Sabtu (06/03/2021).

Ketiga tersangka itu menipu dan melakukan pemerasan terhitung sejak November 2020. Para korban diperas mulai dari Rp 600 ribu hingga Rp 6 juta.

“Korban berjumlah tujuh orang yang seluruhnya merupakan Kepala Sekolah Dasar (SD). Total uang yang diperas sampai saat ini sudah sekitar Rp 9,8 juta,” kata Arke.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan uang tunai Rp 4,8 juta, satu unit mobil, tiga unit handphone, satu stempel, sembilan lembar kartu pengenal, dan 55 lembar sistem informasi desa (SID) dari berbagai desa se-Kabupaten Nias Selatan. Kemudian, 49 lembar kertas kosong berlogo DPP LSM P2KN, 33 lembar surat berlogo DPP LSM P2KN yang isinya tulisan tangan mengenai kunjungan kerja Tim Investigator Nasional di 33 desa yang ada di wilayah Kabupaten Nias Selatan.

“Selanjutnya, 32 lembar surat berlogo DPP LSM P2KN yang isinya tulisan tangan mengenai kunjungan kerja Tim Investigator Nasional di 32 sekolah yang ada di Kabupaten Nias Selatan, dan satu potong rompi warna hitam,” terang Arke.

Arke menyampaikan ketiga tersangka mengaku melakukan pemerasan untuk mendapatkan uang demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Atas perbuatannya para tersangka dijerat dengan Pasal 368 ayat (1) Subs Pasal 369 ayat (1) Subs Pasal 378 Jo. Pasal 64 dari KUHPidana.

“Mereka terancam hukuman 9 tahun penjara,” kata Arke.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Kaesang Selingkuh, Mantan Camer: Kembalikan Kunci Mobil Anak Saya dan STNKnya

Read Next

Kajian K.H. Abdul Mujib