ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
14 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Profil Artidjo Alkostar, Ketua KPK: Semangat Berantas Korupsi

Profil Artidjo Alkostar, Ketua KPK: Semangat Berantas Korupsi

Konfirmasitimes.com-Jakarta (01/03/2021). Artidjo Alkostar, Mantan Hakim Agung sekaligus anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meninggal dunia pada Minggu (28/02/2021) siang kemarin.

Informasi meninggalnya Artidjo turut disampaikan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM Mahfud MD melalui Twitter.

“Kita ditinggalkan lagi oleh seorang tokoh penegak hukum yang penuh integritas. Mantan hakim agung Artidjo Alkostar yang kini menjabat sebagai salah seorang anggota Dewan Pengawas KPK telah wafat siang ini. Inna Lillah Wainna Ilahi raji’un. Allahumma ighfir lahu,” tulis Mahfud MD di akun Twitternya.

Menurut informasi yang dihimpun Artidjo masih terlihat prima saat menjalankan aktivitas sebagai anggota Dewan Pengawas KPK pada Jumat, 26 Februari 2021 di gedung Anti-Corruption Learning Center (ACLC) KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Kepergian mendadak Artidjo ini mengejutkan sejumlah pihak.

Menurut keterangan sopir Artidjo, pada Minggu siang sekitar pukul 14.00 WIB, ia menelepon ajudan dan menyampaikan bahwa pintu kamar Artidjo tidak bisa dibuka di Apartemen Springhill Terrace Residence Tower Sandalwood, lantai 6 No. 6-H, Kemayoran, Jakarta.

Setelah pintu didobrak, Artidjo terlihat sudah tak sadarkan diri dan diketahui telah meninggal. Jenazah Artidjo kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta.

Sebagai informasi, Artidjo resmi dilantik menjadi anggota Dewas KPK periode 2019-2023 pada Desember 2019. Sebelum itu, Artidjo merupakan seorang Hakim Agung. Ia mulai mengabdi di Mahkamah Agung (MA) pada tahun 2020.

Artidjo menjadi salah satu hakim yang paling ditakuti oleh koruptor kala mengajukan kasasi di MA, sebab ia tak segan untuk menjatuhkan hukuman yang lebih berat kepada koruptor.

Artidjo kemudian pensiun sebagai hakim agung pada Mei 2018. Selama 18 tahun mengabdi di MA, ia telah menyelesaikan sebanyak 19.708 perkara.

KPK Berduka

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengucapkan duka cita atas wafatnya Artidjo.

“Kami sangat berduka cita atas wafatnya anggota Dewas KPK Pak Artidjo Alkostar, tokoh hukum nasional yang penuh integritas, pada Minggu, (28/02/2021), sekitar pukul 14.00 WIB,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada media, Minggu (28/02/2021).

Ali mengungkapkan, Artidjo meninggal karena sakit.

Selanjutnya, jenazah akan disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Apartment Springhill Terrace Residence, Kemayoran, Jakarta Utara.

“Semoga Allah SWT menerima segala amal baiknya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Amin,” katanya.

Jenazah Artidjo kabarnya akan dimakamkan di tanah kelahirannya di Situbondo, Jawa Timur.

“Almarhum akan disemayamkan ke RS Polri karena di sana sudah siap. Nanti kita siapkan akan rencana dibawa dimakamkan keluarga di Situbondo, itu keputusan pimpinan KPK dan Dewas,” kata Ketua KPK Firli Bahuri, dalam keterangannya kepada media di kediaman Artidjo, di Jakarta Utara, Minggu (28/02/2021).

Menurut Firli, Artidjo adalah sosok yang berintegritas semasa hidupnya. Firli pun berharap semangat almarhum dalam memberantas korupsi dapat dijadikan pedoman bersama.

“Kita akan mendoakan beliau supaya di lapangkan jalan ke surga, berdoa dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan dan semangat beliau memberantas korupsi kita jadikan untuk semangat kita semua,” katanya

Profil Artidjo Alkostar:

Artidjo adalah salah satu sosok hakim yang paling ditakuti oleh koruptor kala mengajukan kasasi di MA.

Saat palu hakim di tangan Artidjo, alih-alih para koruptor berharap mendapatkan keringanan hukuman, justru diganjar dengan vonis yang lebih berat.

Diketahui Artidjo Alkostar mengawali karirnya sebagai pembela hukum di LBH Yogyakarta.

Pria kelahiran Situbondo, 22 Mei 1948 ini pernah menjadi hakim agung selama 18 tahun lebih.

Sebelum menjadi Hakim Agung pada 2000, Artidjo berkarier sebagai advokat selama 28 tahun.

Saat menjabat sebagai hakim agung, 19.708 berkas perkara pernah ia tangani. Atau rata-rata setiap tahunnya dia menangani 1.095 perkara.

Selama menjabat, Artidjo tak pernah mengambil cuti dan selalu menolak ketika diajak ke luar negeri.

Alasannya, hal tersebut bisa berimplikasi besar terhadap tugas-tugasnya.


Selain itu, saat sebagai Hakim Agung, Artidjo Alkostar dikenal “galak” dalam memberikan hukuman kepada terdakwa kasus korupsi yang mengajukan kasasi.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Berlaku Mulai Hari Ini, Sumsel Uji Coba Tilang Elektronik

Read Next

Warga Jabar Tewas Berlumuran Darah di Hotel Kediri