ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
14 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Kisruh Demokrat, ‘Perang’ Belum Berakhir

Kisruh Demokrat, 'Perang' Belum Berakhir

Konfirmasitimes.com-Jakarta (01/03/2021). Isu kabar burung rencana kudeta di Partai Demokrat rupanya berbuntut panjang. Mulai dari yang terbaru terjadinya pemecatan kepada beberapa kader hingga upaya saling serang pernyataan di media.

Ketujuh eks kader Demokrat yang dipecat saling buka suara seakan membuat masalah di Demokrat semakin kompleks dan rumit.

Tak tinggal diam, kubu Demokrat juga mengeluarkan beragam pernyataan seakan menepis tuduhan yang ada.

Terbaru, Jhoni Allen Marbun menyinggung Partai Demokrat yang disebutnya dicap masyarakat sebagai partai dinasti keluarga. Menurut Jhoni, fenomena partai seperti ini adalah yang pertama di Indonesia.

Dalam pernyataannya, Jhoni Allen Marbun bersaksi SBY tidak berdarah-darah memperjuangkan Partai Demokrat lolos pemilu 2004.

“Demi Tuhan saya bersaksi bahwa SBY tidak berkeringat sama sekali, apalagi berdarah-darah sebagaimana pernyataannya di berbagai kesempatan,” kata Jhoni Allen dalam sebuah video berdurasi 09.25 menit.

Menanggapi banyak serangan yang bermunculan, partai Demokrat ikut merespon. Seperti sejumlah anggota Partai Demokrat, mereka menyayangkan serangan dari kader-kader yang dipecat karena isu kudeta. Partai Demokrat meminta semua kader yang dipecat tidak terbawa perasan atau baper.

“Jangan baperlah. Mereka kan bukan kader kami lagi. Jangan lagi bawa-bawa nama Partai Demokrat,” kata Ketua Bakomstra PD, Herzaky Mahendra Putra, dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (01/03/2021).

Herzaky menyampaikan mereka dipecat karena ulah mereka sendiri.

“Anda-Anda dipecat karena tindakan Anda sendiri, terlibat dalam Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat dan bekerja sama dengan oknum kekuasaan melakukan abuse of power serta mencederai demokrasi Indonesia,” katanya.

Menurutnya pemecatan itu merupakan konsekuensi atas upaya kudeta terhadap Ketum PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dia menganggap setiap pernyataan dari para mantan kader yang dipecat sebagai bentuk kekecewaan atas pemecatan yang dilakukan.

“Apa yang disampaikan, itu hanya nyanyian sumbang orang-orang yang kecewa karena dipecat,” katanya.

Selain itu, Herzaky menegaskan Partai Demokrat solid di bawah kepemimpinan Ketum PD AHY. Menurut dia, banyak kader aktif di pusat maupun daerah yang bergembira atas pemecatan yang ada.

“Partai Demokrat alhamdulillah solid di bawah Ketua Umum AHY. Para pemilik suara dan kader di pusat maupun di daerah, di akar rumput, banyak yang bersuka cita para pelaku GPK PD yang bekerja sama dengan oknum kekuasaan dipecat. Banyak pesan teks masuk di berbagai grup Demokrat mengenai ini. Bahkan, di Jatim ada yang cukur gundul menyampaikan rasa syukurnya,” terang Herzaky.

Menurut Lasmi Indaryani Legislator DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah 7 yang meliputi Kabupaten Banjarnegara, Kebumen dan Purbalingga menyebut serangan- serangan Marzuki Alie cs terhadap kepemimpinan Ketua umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan dan aspirasi dari kader sampai akar rumput.

“Kepemimpinan Mas AHY membuat demokrat menjadi lebih segar, membumi dan responsif. Struktur juga menjadi lebih solid,” kata Lasmi kepada media, Senin, (01/03/2021).

Menurut Lasmi yang merupakan Anggota Komisi V DPR Fraksi Partai Demokrat, kepemimpinan demokrat dibawah AHY, banyak memunculkan ide-ide dan direspon positif oleh masyarakat.

“Di era kepemimpinan mas AHY, banyak ide dari DPP yang direspon positif oleh masyarakat seperti Bansos Covid19 dan bina UMKM,” kata Lasmi.

Sebagai informasi beberapa waktu lalu Partai Demokrat memutuskan memberhentikan sejumlah kader yang terbukti terlibat kongres luar biasa (KLB) secara ilegal terkait pengambilalihan kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Nama-nama kader partai seperti Jhoni Allen Marbun hingga Darmizal dipecat dari anggota Partai Demokrat.

Sejumlah kader yang dipecat pun memberikan suara seperti Marzuki Alie, Darmizal, dan Jhoni Allen Marbun.

Sebelumnya eks kader yang lain, Darmizal mengaku bahwa dirinya dan kader lainnya berencana mengajukan ihwal pemecatan ini kepada Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Segera kami lakukan pada kesempatan pertama,” kata Darmizal kepada wartawan, Sabtu (27/02/2021).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa 7 orang yang dipecat akan mengajukan gugatan, termasuk Marzuki Alie yang dipecat karena pelanggaran etik.

“Benar demikian (7 orang termasuk Marzuki Alie),” kata Darmizal.

Darmizal menekankan, pihaknya tidak akan tinggal diam atas kesewenangan yang dilakukan oleh DPP Partai Demokrat.

“Kami tidak akan tinggal diam melihat arogansi dan otoritarianisme ini. Kini sudah kepalang basah jadi mandi sekalian, maka kami para senior lainnya, tidak akan segan-segan untuk membongkar semua dosa politik mereka di depan publik dan segera tanpa kecuali,” katanya.

Darmizal juga menyampaikan, pihaknya akan melawan dan menggugat keputusan pemecatan tersebut, agar tidak terjadi kesewenangan di kemudian hari.

“Kita lawan dengan menggugat. Supaya jadi pembelajaran di kemudian hari. Tidak ada lagi semena mena, mekanisme dan hukum di atas segalanya,” tegas Darmizal.

Sementara menurut keterangan Marzuki Alie, dikatakan bahwa pihaknya akan melakukan konsolidasi terlebih dulu sebelum melakukan gugatan ke PTUN.

“Kami akan konsolidasi dulu,” kata Marzuki kepada wartawan, Sabtu (27/02/2021).

Sementara itu, Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Yus Sudarso justru perihal pemecatan dirinya oleh Partai Demokrat. Yus justru bangga atas pemecatan tersebut.

“Hari begini kan, dipecat partai seperti model partai kerajaan, bangga saja,” kata Yus.

Menurut pengakuan Yus Sudarso, Partai Demokrat merupakan partai yang didirikan atas perjuangan kader Partai Demokrat dari bawah.

Sementara itu, mantan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) justru baru bergabung setelah Partai Demokrat dinyatakan lolos verifikasi peserta pemilu 2004.

“Padahal kita tahu betapa beratnya satu partai bisa lolos verifikasi itu adalah perjuangan keringat dan darah kader Demokrat seluruh Indonesia pada saat itu, tidak ada keringat Pak SBY pada saat itu. Tolong dicatat itu, tidak ada keringat Pak SBY,” ujar Yus, dalam keterangannya kepada media , Jumat (26/02/2021).

Tak sampai disitu, Yus menceritakan kembali bagaimana perjuangan kader agar Partai Demokrat bisa lolos verifikasi KPU. Ketua DPC Partai Demokrat Lamongan pertama saat itu sampai menjual kerbau agar Partai Demokrat lolos verifikasi. Bahkan sampai saat ini tidak ada yang mengganti kerbau yang telah dijual tersebut.

“Sekali lagi Partai Demokrat ini sejatinya partai yang tumbuh dari bawah, nah kemudian saat itu barulah ada icon, karena emang partai di Indonesia kalau nggak ada icon kan susah,” kata Yus.

Yus tak menepis SBY seolah-seolah seperti kacang lupa kulit. Kabarnya, hal itu tidak hanya dirasakan olehnya dan kader lainnya yang juga dipecat, tetapi juga dirasakan seluruh kader yang ada sekarang.

“Yang saya lihat gerakan ini bukan gerakan dari atas, untuk menuju KLB (kongres luar biasa) bukan kehendak di atas, juga bagian dari kehendak suara bawah,” kata Yus.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Kompak..!!! Ketum PBNU dan Wakil Ketua MPR Tolak Investasi Miras; Miras Jalan Syetan…!!!

Read Next

Cara Mendapatkan Kuota Gratis 2021, Ini Syaratnya..