ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
14 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Cara Menghilangkan Bekas Jerawat

Cara Menghilangkan Bekas Jerawat

Konfirmasitimes.com-Jakarta (01/03/2021). Tak jarang kita perlu mencari tahu cara menghilangkan bekas jerawat. Pasalnya jerawat selain mengganggu juga jerawat tertentu bisa terasa sakit.

Sebelum mengetahui cara menghilangkan bekas jerawat, berikut informasi yang dihimpun dari berbagai sumber mengenai apa itu jerawat yang perlu Anda ketahui.

Jerawat adalah peradangan kulit yang mengenai kelenjar sebum dan folikel rambut akibat tersumbatnya pori-pori kulit. Jerawat bisa muncul di mana saja, selama terdapat kelenjar sebum dan folikel rambut.

Proses terbentuknya jerawat tidak serta merta muncul di kulit. Dalam kondisi normal (bukan breakout atau alergi), proses dari pori tersumbat sampai akhirnya inflamasi muncul di permukaan kulit bisa memakan waktu yang cukup lama (sekitar 1 siklus kulit). Oleh karena itu, perbuatan yang bisa mengakibatkan jerawat jika dilakukan hari ini (menggunakan produk yang pore-clogging) baru dapat dilihat efeknya beberapa waktu kemudian.

Jerawat merupakan kondisi yang akan selalu berulang, walaupun tidak berarti kondisi ini tidak bisa dikontrol. 

Dan tidak semua jerawat disebabkan hanya oleh Propionibacterium acnes, oleh karena itu ada baiknya Anda berkonsultasi pada dokter kulit jika Anda tidak mengerti tentang kondisi kulit Anda.

Proses terbentuknya jerawat

1. Kulit dalam kondisi normal

Pada mulanya, kulit berada dalam kondisi yang ‘normal’. Semua pori terbuka, sebum dapat mengalir ke luar pori dengan lancar, proses sel kulit mati ‘rontok’ dari permukaan kulit terjadi secara teratur, dan kulit berada dalam kondisi bersih. Tentu saja hal ini tidak merupakan kondisi yang paling ideal, dan Anda perlu sadari bahwa hal ini merupakan sesuatu yang sangat jarang terjadi.

2. Penyumbatan pori

Penyumbatan pori tidaklah terjadi karena penyebab yang tunggal. Umumnya sel kulit mati setelah mencapai lapisan terluar kulit akan berada di sana dalam beberapa waktu lalu akhirnya ‘rontok’ dengan sendirinya. Proses rontoknya sel kulit mati ini disebut juga dengan deskuamasi (atau bahasa lainnya ‘ganti kulit’). Sayangnya, proses ini tidak selamanya berjalan dengan lancar. Kondisi seperti usia, produksi sebum berlebih, sampai kulit yang kering atau dehidrasi sekalipun akan menyebabkan proses deskuamasi terganggu. Bersama-sama dengan kotoran dan minyak, ‘campuran ini’ akhirnya akan membentuk semacam ‘sumbat’ pada pori-pori, bayangkan seperti menutup ujung selang dengan jempol.

3. Propionibacterium acnes tumbuh

Saat saluran ini tersumbat, oksigen tidak bisa masuk ke dalam pori. Kondisi minim oksigen ini sangat disukai oleh Propionibacterium acnes, bakteri penyebab jerawat. Tidak hanya itu, P. acnes juga sangat suka dengan sebum (karena sebum juga termasuk trigliserida), bahkan bisa dibilang kalau sebum merupakan ‘makanan’ dari bakteri tersebut. Kondisi ini akan membuat P. acnes tumbuh sangat subur di dalam saluran yang tersumbat tersebut, akibatnya jumlahnya akan bertambah banyak dengan saat cepat.

4. Reaksi imun

Saat tubuh Anda ‘mendeteksi’ kalau ada jumlah bakteri berlebih di dalam pori, tubuh akan segera berusaha melawan bakteri tersebut dan inflamasi atau peradangan adalah salah satu tanda kalau infeksi sedang dilawan. Ada video yang cukup menarik tentang bagaimana sistem imun bekerja yang bisa Anda lihat di sini. I highly highly recommend you to watch this untuk tahu bagaimana sistem imun bekerja sehingga beberapa reaksi yang terjadi di tubuhmu bisa Anda pahami. Salah satu tanda infeksi sedang terjadi adalah adanya nanah pada daerah terinfeksi (nanah sebenarnya merupakan kumpulan sel sel imun yang ‘gugur’ setelah melawan infeksi. Lebih lengkapnya baca di sini).

Pada saat melawan infeksi, sel-sel kulit juga akan bereaksi karena jerawat juga ‘dibaca’ sebagai luka. Makanya selama proses ini terjadi, kulit juga akan berusaha memperbaiki dirinya dan sedikit lebih aktif dari biasanya agar bisa melindungi dan memperbaiki daerah yang terinfeksi (kulit akan segera memperbaiki luka karena luka yang terbuka adalah gerbang masuk patogen ke dalam tubuh).

5. Jerawat mereda

Setelah infeksi selesai dilawan, inflamasi akan mereda dan kulit akan terus melaksanakan tugasnya untuk memperbaiki daerah yang sebelumnya terinfeksi. Dalam kondisi ‘sempurna’, kulit akan kembali ke dalam kondisi yang sama seperti saat sebelum terinfeksi. Walaupun begitu, seringkali setelah jerawat sembuh, bekas jerawat seperti flek hitam dan flek kemerahan akan sangat mungkin muncul.

Jika tidak ditangani, akan sangat mungkin jerawat terjadi lagi. Tidak mustahil juga saat jerawat sudah terjadi, jerawat tersebut akan menyebar luas di bagian kulit sekitarnya jika diperlakukan secara tidak tepat.

Memahami proses bagaimana jerawat terbentuk akan membuat Anda lebih paham bagaimana obat jerawat atau skincare yang bisa mencegah jerawat bekerja dalam mengatasi masalah ini.

Cara Menghilangkan Bekas Jerawat

Cara Menghilangkan Bekas Jerawat

Cara menghilangkan bekas jerawat, bisa mengikuti cara efektif ini yang bahkan mudah untuk dilakukan, diantaranya sebagai berikut:

Bawang Putih

Bawang putih bisa sebagai alternatif, cara menghilangkan bekas jerawat. Di berbagai masakan, bawang putih selalu ada tak hanya sebagai pelengkap. Tapi juga menciptakan kenikmatan pada makanan itu sendiri.

Ternyata, bukan soal perut saja bawang putih bisa berjasa. Rempah ini juga bisa membantu perawatan kulit dan menyembuhkan bekas jerawat.

Untuk memanfaatkan kemanjuran bawang putih, berikut langkahnya:

  • Sediakan bawang putih secukupnya.
  • Haluskan bawang putih dengan blender atau ditumbuk.
  • Setelah halus, oleskan bawang putih pada bagian bekas jerawat.
  • Diamkan sejenak hingga 2 menit.
  • Kemudian bilas menggunakan air hangat hingga berasih.

Cuci Muka

Cara menghilangkan bekas jerawat dengan rajin cuci muka. Jerawat yang tumbuh di area permukaan wajah akan sangat mengganggu apabila jerawat tersebut meninggalkan bekas, apalagi permukaan wajah merupakan bagian tubuh yang paling sering diperhatikan orang-orang. Makanya, bekas jerawat di wajah harus segera diatasi, terutama bekas jerawat membandel, ya.

Agar menghilangkan bekas jerawat yang tersisa di permukaan wajah, kebersihan wajah perlu dijaga secara teratur. Anda harus cuci muka minimal dua kali sehari. Gunakan juga sabun cuci muka yang mengandung asam hidroksi alpha (AHA).

Gunakan Krim atau Gel Khusus

Anda dapat melakukan cara menghilangkan bekas jerawat yang satu ini. Pada beberapa kasus permasalahan kulit, bekas jerawat akan membutuhkan waktu yang lama untuk menghilang.

Terlebih lagi, bekas jerawat tersebut dapat semakin menghitam dan meninggalkan jaringan parut yang berlebih. Kondisi tersebut disebut dengan hiperpigmentasi.

Jika hal itu terjadi, Anda dapat melakukan cara menghilangkan bekas jerawat yang menghitam dengan menggunakan krim penghilang bekas jerawat, krim penghilang flek hitam, atau gel khusus sejenisnya yang memiliki kandungan niacinamide, allium cepa, pionin, dan mucopolysaccharide polysulfate (MPS).

Bahan kandungan tersebut dapat menyamarkan tekstur kulit yang tidak merata sekaligus membunuh bakteri penyebab jerawat yang ada.

Scrubbing dan Peeling Wajah

Cara menghilangkan bekas jerawat dengan scrubbing bisa Anda coba. Barangkali, beberapa orang masih ada yang menganggap kedua kegiatan perawatan diri ini sama. Akan tetapi, nyatanya tidak begitu. Scrubbing dan peeling merupakan dua hal yang berbeda.

Scrubbing adalah tindakan perawatan diri berupa eksfoliasi dengan menggunakan krim, gel, atau sabun yang memiliki butiran-butiran halus, sedangkan peeling adalah tindakan pembersihan kulit yang menggunakan cairan kimia tanpa melibatkan butiran-butiran scrub.

Dengan melakukan scrubbing, sel-sel kulit mati akan terangkat dan terkikis dari permukaan kulit. Sementara itu, peeling akan menstimulan regenerasi kulit.

Perlu diingat juga bahwa Anda tidak boleh menggosok wajah terlalu kuat ketika melakukan scrubbing agar tidak menimbulkan luka.

Minum Air Mineral yang Cukup

Lalu, lainnya cara menghilangkan bekas jerawat dengan rajin minum air. Anda pun perlu meminum air mineral yang cukup. Cara ini dilakukan agar kesehatan Anda semakin optimal, termasuk dalam mengatasi masalah bekas jerawat yang menghitam dan memerah.

Air mineral yang cukup akan memperlancar proses kerja tubuh dan menyehatkan kulit Anda sekaligus. Selain itu, air mineral pun dapat mencegah kekeringan dan iritasi pada kulit.

Berdasarkan rekomendasi para ahli kesehatan, seseorang perlu meminum air mineral setidaknya 2 liter (l) per hari.

Andalkan Kunyit sebagai Antioksidan

Jika Anda ingin menghilangkan bekas jerawat secara alami, cobalah untuk menggunakan kunyit. Sifat antiinflamasi dan antioksidan yang dimiliki kunyit dapat mempercepat penyembuhan jaringan parut.

Untuk menggunakan kunyit sebagai produk herbal penghilang bekas jerawat, caranya yaitu:

Campur 1 hingga 2 sendok teh ke dalam perasan lemon.
Setelah itu, aduk hingga berbentuk pasta.
Selanjutnya, oleskan pasta tersebut ke bagian bekas jerawat dan tunggulah selama 30 menit.
Bilas hingga bersih jika sudah selesai.

Madu Cegah Peradangan

Si manis madu pun dapat menjadi pilihan alternatif Anda untuk menghilangkan bekas jerawat yang menghitam dan memerah. Bekas jerawat yang menghitam dan memerah mengindikasikan bahwa bekas jerawat tersebut telah mengalami iritasi atau inflamasi kulit.

Sementara itu, madu memiliki kandungan alami, seperti antibiotik yang mampu mencegah infeksi dan peradangan. Cara penggunaannya pun terbilang mudah. Anda hanya perlu mengoleskan madu saja di bagian bekas jerawat.

Minyak Kelapa dengan Kandungan Alami

Terdapat berbagai manfaat yang ada pada minyak kelapa atau coconut oil. Manfaat yang ada tersebut berasal dari kandungan-kandungan alaminya, seperti zat antioksidan, vitamin E, dan vitamin K.

Kandungan-kandungan alami minyak kelapa dapat membantu perbaikan kulit serta menstimulan regenerasi kulit, sehingga kulit Anda akan semakin sehat dan terawat.

Gosokkan sesendok teh minyak kelapa di permukaan kulit yang ada bekas jerawatnya, kemudian pijat dengan lembut.

Efektivitas Tea Tree Oil

Di dalam pembahasan skincare, khususnya perawatan bekas jerawat, Anda pasti akan menemukan penghilang bekas jerawat yang satu ini. Tea tree oil sudah dikenal manfaatnya untuk kesehatan dan perawatan kulit sejak dahulu.

Kandungan yang terdapat di dalam minyak ini ampuh untuk melawan kuman dan bakteri sekaligus meredakan peradangan berkat zat antimikroba dan antiinflamasinya.

Campurkan maksimal 4 tetes tea tree oil ke dalam sesendok teh minyak kelapa. Aduk hingga merata, lalu oleskan pada bekas jerawat yang dimiliki.

Lidah Buaya yang Multifungsi

Siapa yang tidak tahu tumbuhan ini, terutama manfaatnya yang beragam? Ya, lidah buaya sudah dikenal sebagai bahan produk kecantikan dan kesehatan alami yang ampuh mengatasi bermacam permasalahan kulit.

Lidah buaya mengandung polisakarida dan giberelin yang dapat meningkatkan penyembuhan bekas jerawat, serta memiliki sifat antioksidan yang baik.

Penggunaannya pun mudah. Anda hanya perlu mengoleskan gel yang terkandung di dalam lidah buaya.

Lemon yang Beri Kesegaran

Kandungan vitamin C yang terdapat pada buah lemon memang terbukti ampuh untuk menyembuhkan jerawat beserta bekas-bekasnya. Gunakan air perasan lemon sebagai masker dan pijat dibagian bekas jerawat.

Meskipun awalnya akan terasa perih tapi jika Anda melakukannya secara rutin, bekas jerawat pun akan berangsur-angsur menghilang.

Asam sitrat pada lemon juga ampuh untuk menghilangkan minyak serta tumpukan kotoran di wajah, sehingga terlihat lebih bersih dan cerah.

Atasi Noda Hitam dengan Kentang

Kentang ternyata tidak hanya bisa dibuat kentang goreng . Kentang juga bisa dipakai untuk menghilangkan noda hitam bekas jerawat yang membandel. Cara memanfaatkannya pun cukup mudah. hanya perlu mencuci kentang hingga bersih lalu kupas dan parut kentang tersebut. Kemudian balurkan parutan kentang pada permukaan kulit dan diamkan selama 20 menit. Setelah itu cuci hingga bersih dengan air hangat.

Kandungan nutrisi dan vitamin pada masker kentang seperti vitamin A, B, C, zat besi, potasium, dan fosfor ternyata juga mampu mengangkat sel kulit mati, mencerahkan kulit sampai mampu mencegah penuaan dini.

Konsumsi Suplemen untuk Kesehatan Kulit

Upaya menghilangkan bekas jerawat bukan hanya dapat dilakukan dari luar tubuh saja, tetapi juga dapat dilakukan dari dalam tubuh. Salah satunya adalah pengonsumsian suplemen multvitamin.

Beberapa vitamin seperti vitamin A, vitamin B, vitamin C, dan vitamin D memiliki sejumlah manfaat terhadap kesehatan kulit.

Vitamin A dapat melawan infeksi dan inflamasi yang terjadi di permukaan kulit. Sementara itu, lapisan kulit yang rusak akan diatasi oleh vitamin B dan C. Juga, vitamin D akan turut serta dalam pengendalian hormon tubuh.

Scrub Praktis dari Gula Pasir

Siapa sangka kalau salah satu bahan wajib yang ada di dapur ini bisa membantu mempercepat dalam menghilangkan bekas jerawat?

Anda bisa memanfaatkannya sebagai scrub, caranya sebagai berikut:

  • Siapkan bahan-bahan: gula pasir, minyak zaitun secukupnya dan perasan lemon beberapa tetes.
  • Campurkan bahan-bahan tersebut hingga merata.
  • Setelah menjadi scrub, oleskan pada bagian bekas jerawat di kulit.
  • Jika sudah diaplikasikan merata, tunggu hingga 15 menit.
  • Kemudian, bilas dengan menggunakan air hangat hingga bersih.
  • Lakukanlah 2-3 kali dalam sehari.

Buat Masker Mentimun

Mentimun memang sudah terkenal memiliki manfaat untuk kecantikan sehingga sering dijadikan masker. Sensasi dingin masker mentimun akan membuat wajah terasa segar.

Ternyata, mentimun juga memiliki kegunaan untuk mengatasi masalah bekas jerawat. Kandungan air yang banyak pada mentimun dapat menenangkan peradangan pada kulit, sehingga dapat digunakan untuk menghilangkan bekas jerawat.

Cara memanfaatkan mentimun cukup mudah . Anda cukup mengiris timun tipis-tipis, kemudian tempelkan irisan timun pada bekas jerawat. Atau Anda juga dapat menghaluskan mentimun dan memakainya menjadi masker.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Cara Dapat Token Listrik Gratis

Read Next

Hati-hati Kena Tipu Modus Investasi