ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
14 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Kabareskrim Polri: Barang Bukti KM 50 Akan Dipelajari Penyidik

Konfirmasitimes.com-Jakarta (25/02/2021). Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi melantik Komjen Agus Andrianto sebagai Kabareskrim Polri.

Satu janji Komjen Agus yang tentunya akan diingat oleh publik, yakni terkait kasus ‘Km 50’ Tol Jakarta-Cikampek yang menewaskan 6 laskar FPI.

Janji terkait kasus Km 50 itu dilontarkan Komjen Agus usai dilantik menjadi Kabareskrim, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (24/02/2021).

“Kemudian Km 50 mungkin rekan-rekan sudah menunggu. Tadi beliau (Kapolri) sudah menekankan untuk segera dilakukan apa yang menjadi rekomendasi Komnas HAM,” kata Agus.

Kabareskrim meminta masyarakat memberikan waktu kepada jajarannya terkait penyelesaian kasus Km 50.

“Itu kan membutuhkan waktu. Penanganan perkara membutuhkan waktu, alat bukti sudah ada pelimpahan dari Komnas HAM, semakin cepat semakin baik,” kata Komjen Agus Andrianto.

Kabareskrim juga meyakini jajarannya akan menemui kendala dalam menangani kasus Km 50. Tapi tentu, harapan agar penanganan kasusnya segera tuntas tetap ada.

“Namun kendala dalam proses penyelidikan ini kan pasti ada. Mudah-mudahan bisa kita penuhi dan semoga bisa kita berikan kepastian hukum kepada pelakunya,” tandas Agus.

Sebagai informasi ada 16 item barang bukti kasus Km 50 telah diserahkan oleh Komnas HAM ke Bareskrim Polri. Barang bukti tersebut diserahkan oleh Ketua Tim Penyelidikan Komnas HAM Choirul Anam kepada Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi, Selasa (16/02/2021).

“Ada 16 item, ini ada berbagai hal mulai dari ini (bungkusan) yang kami uji balistik dengan berita acara akan kami berikan dan berbagai temuan lain terkait 16 item,” kata Anam.

“Kenapa kami serahkan, karena memang ini guna kepentingan pelaksanaan rekomendasi dari Komnas ham khususnya untuk penegakan hukum. Jadi memang dari surat yang kami terima dari Reskrim menindaklanjuti rekomendasi dari Komnas HAM. Komitmen bersama ini akan ditindaklanjuti dengan maksimal dan serius. Dan kami berharap demikian,” lanjutnya.

Sebanyak 16 barang bukti kasus Km 50 tersebut akan dipilah dan dipelajari oleh Bareskrim. Brigjen Andi menjelaskan bahwa ada 3 macam barang bukti, salah satunya barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP).

“Itu kan (barang bukti) bentuknya ada 3 macam, barang bukti temuan di TKP, juga sudah diuji oleh labfor kemudian barang bukti digital. Nanti penyidik akan mempelajari, kita akan pilah yang mana yang akan bisa membantu atau melengkapi alat bukti yang sudah dimiliki penyidik,” kata Brigjen Andi.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Percepat Pemulihan Ekonomi, BRI Menurunkan Suku Bunga Kredit

Read Next

Terungkap! Mengapa Wawali Tegal Tak Bisa Ngantor