ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
14 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Penumpang Pesawat Bisa Pakai GeNose untuk Syarat Perjalanan Udara

GeNose C19

Konfirmasitimes.com-Jakarta (24/02/2021). Mulai 1 April 2021, GeNose bisa digunakan screening COVID-19 sebagai syarat untuk perjalanan transportasi udara.

Hal itu disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai melakukan rapat dengan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut mengatakan pemerintah dan PT KAI (Persero) juga akan memaksimalkan penyediaan layanan GeNose di 44 stasiun kereta api di seluruh Indonesia.

“Untuk yang udara, kami konsultasi dengan Pak Luhut, KAI, dan UGM. Ini direncanakan akan dilakukan pada 1 April, jadi 5 minggu dari sekarang. Itu dilakukan setelah 44 stasiun ini sudah selesai,” kata Budi Karya, dalam keterangannya, Selasa (23/02/2021).

Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto menyampaikan per 1 April GeNose akan menjadi salah satu opsi syarat perjalanan untuk transportasi udara. Sebelumnya, syarat perjalanan transportasi udara hanya bisa menggunakan hasil tes swab PCR dan rapid test antigen.

“Kami di sektor perhubungan udara gembira menyambut GeNose, per 1 April akan kita gunakan. Ini akan jadi opsi. Sekarang kan sudah ada PCR dan rapid antigen, nanti akan dilengkapi GeNose,” kata Novie.

Saat ini Novie mengaku akan melakukan persiapan standar operasional penggunaan GeNose di bandara. Pihaknya juga akan melakukan revisi aturan soal syarat perjalanan pada transportasi udara agar GeNose bisa digunakan.

Novie juga menyebutkan pihaknya akan mengkaji pemilihan bandara yang akan menerapkan screening GeNose.

“Nanti akan kita revisi aturannya. Bandaranya kita belum tahu masih dikaji. Pokoknya kita masih prepare. Supaya semuanya matang, peralatan siap, tempat siap, prosedur siap, airline siap, bandara siap,” kata Novie.

Direktur Utama PT KAI (Persero) Didiek Hartantyo mengatakan tes COVID-19 GeNose sangat diminati masyarakat pengguna kereta api.

Didiek mengatakan keunggulan GeNose bagi masyarakat adalah harganya murah. Selain itu, dalam pelaksanaan tesnya tidak sakit. Dibandingkan dengan layanan rapid test antigen di stasiun kereta api, GeNose lebih banyak dipilih masyarakat.

“Para penumpang prefer ke GeNose karena mudah, tidak sakit, dan murah. Ini sesuai dengan angkutan murah. Masyarakat akan sangat menbantu,” kata Didiek ketika ditemui di Kantor Kemenko PMK.

Memang kalau dilihat harganya, GeNose jauh lebih murah dibandingkan dengan rapid test antigen. Per sekali tes layanan GeNose harganya cuma Rp 20.000, sedangkan rapid test antigen mencapai Rp 105.000 per sekali tes.

Hingga 22 Februari, dari data yang dihimpun KAI sudah ada 63.523 kali tes GeNose yang dilakukan. Dari tes itu ada 617 tes yang menyatakan positif COVID-19.

“Secara total sampai 22 Februari ada 63.523, dari situ ada 617 positif, sisanya negatif,” ungkap Didiek.

Didiek menyatakan targetnya akan ada 5 stasiun baru yang menyediakan GeNose setiap 10 hari. Targetnya akan ada 44 stasiun kereta api yang akan menyediakan tes GeNose.

“Rencana kami per 10 hari ada 5 stasiun, sampai 44 stasiun sesuaikan kapasitas UGM,” kata Didiek.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Doa, Shalawat dan Kidung dalam Ritual Keba (Mitoni)

Read Next

Harlah IPNU ke 67