ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
26 February 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Pemkot Tarik Semua Fasilitas, Wawali Tegal Tak Bisa Masuk Kantor Sendiri, Ada Apa?

Pemkot Tarik Semua Fasilitas, Wawali Tegal Tak Bisa Masuk Kantor Sendiri, Ada Apa?

Konfirmasitimes.com-Jakarta (23/02/2021). Saat tiba di depan ruang kerja, Wakil Wali Kota Tegal, Jawa Tengah, M Jumadi disambut tulisan pintu ruang kerjanya yang terkunci rapat ‘BAPAK WAKIL WALI KOTA TEGAL TIDAK ADA DI TEMPAT MULAI TANGGAL 11 FEBRUARI 2021 SAMPAI DENGAN SEKARANG’.

Wakil Wali Kota Tegal, Jawa Tengah, M Jumadi, hari ini tidak bisa masuk kantor karena semua ruang kerja dan stafnya, termasuk ajudan dan sopir ditarik oleh Pemkot Tegal. Bahkan mobil dinas juga ditarik.

“Sejak Jumat mobil dinas dan sopir ditarik. Kemudian hari ini saya tidak bisa masuk kantor karena ruangan saya dikunci. Jadi saya tidak masuk,” kata Jumadi kepada wartawan di depan ruang kerjanya, Selasa (23/02/2021).

Jika biasanya Jumadi berangkat diantar dengan mobil dinas, namun kali ini dia masuk kerja menggunakan mobil pribadi dan disopiri oleh istrinya. Tidak ada ajudan dan sopir dinas, karena juga sejak Jumat itu pula ajudan dan sopir dinas ikut ditarik.

“Tadi saya berangkat ke kantor diantar istri. Pas mau masuk sini (ruang kerja) ternyata dikunci. Tidak ada staf di dalam jadi saya tidak bisa kerja. Mau pulang saja saya,” ungkap Jumadi.

Hari ini rencananya Jumadi ada agenda menerima kunjungan sejumlah mahasiswa. Namun harus ia batalkan.

Terkait penarikan fasilitas kedinasan tersebut, menurut keterangan Johardi, dikatakan hal itu karena Jumadi tidak berada di tempat sejak tanggal 11 Februari lalu. Sehingga staf dan ajudan dikembalikan lagi ke OPD.

“Sejak tanggal 11 Februari, pak Wakil tidak ada di tempat, jadi staf dan ajudan tidak ada kegiatan. Jadi akhirnya dikembalikan kepada OPD,” kata Johardi.

Untuk ajudan dan sopir dinas wakil wali kota, Sekretaris Pemkot Tegal, Johardi menegaskan, mereka mengundurkan diri sehingga terjadi kekosongan. Namun jika kondisinya normal, semua fasilitas itu akan dikembalikan lagi.

“Ajudan dan sopir itu mengundurkan diri. Sedangkan staf, sementara dialihkan ke OPD yang membutuhkan. Tapi kalau (Jumadi) sudah kembali nanti akan dikembalikan,” tambah Johardi.

Saat ditanya siapa pemberi perintah penarikan fasilitas dan mengunci ruang kerja wakil wali kota, Johardi enggan menjawab.

“Kalau soal perintah siapa, tidak usah disebutkan perintah dari mana. Tapi karena wakil wali kota tidak berada di tempat jadi staf dan ajudan ditarik,” kata Johardi.

Menurut informasi yang dihimpun, desas desus hubungan antara wali kota dan wakil wali kota sedang tidak harmonis namun informasi tersebut belum bisa dikonfirmasi.

Bahkan Jumadi sendiri juga menepisnya.

“Sebenarnya sih oke oke saja. Makanya saya tidak ngerti ada apa ini. Komunikasi terakhir Minggu lalu pas saya pulang dari Jakarta,” tutur Jumadi.

Jumadi sempat menemui Johardi untuk menanyakan alasan ruang kerja wakil wali kota yang dikunci maupun penarikan fasilitas melekat seperti sopir, ajudan dan satpol yang berjaga di rumahnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Penampakan Misterius di Air Terjun Wisata Guci

Read Next

Ajian Semar Tangis Versi Anak Kesurupan