ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
26 February 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Viral Aisha Wedding, Begini Nasibnya Sekarang

Aisha Weddings

Konfirmasitimes.com-Jakarta (11/02/2021). Aisha Wedding Organizer pertama kali diketahui publik lewat cuitan @SwetaKartika di Twitter.

Lewat akun itu, Kartika mengunggah tangkapan layar berupa penjelasan yang dimuat di website Aisha Weddings.

Memang beberapa waktu belakangan, publik dihebohkan dengan salah satu wedding organizer yang mempromosikan pernikahan dini.

“Ada Mak Comblang digital yang meng-encourage pernikahan anak-anak yeuh. Dis is ‘n outrage. Edan… aishaweddings.com/keyakinan/,” tulis Kartika.

Nama Aisha Wedding seketika viral lantaran menuai banyak kritikan. Jika dicek melalui website resmi Aisha Wedding, WO tersebut dengan terang-terangan melakukan kampanye pernikahan dini.

“Semua wanita muslim ingin bertakwa dan taat kepada Allah SWT dan suaminya. Untuk berkenan di mata Allah dan suami, Anda harus menikah pada usia 12-21 tahun dan tidak lebih,” tulis di keterangan websitenya.

Setelah membuat geger publik, website resmi Aisha Wedding menghilang. Kontroversi yang ditimbulkan jasa pernikahan ini membuat nasibnya menjadi kurang baik. Melansir dari Antara, nasib Aisha Wedding berujung pada pelaporan ke Polda Metro oleh Sahabat Milenial Indonesia (SAMINDO)-Setara Institue.

Pelaporan Aisha Wedding ke pihak berwajib bukan tanpa alasan, melalui advokat SAMINDO Disna Riantina menjelaskan jika undang-undang perlindungan anak telah dilanggar.

Dalam UU Perlindungan Anak dan Perempuan disebutkan jika 18 tahun menjadi batas usia anak-anak. Anehnya, Aisha Wedding justru mempromosikan pernikahan sejak anak berusia 12 tahun.

“Jelas melanggar undang-undang, karena kita mengatur tentang perlindungan anak, anak itu 18 tahun ya, jadi ada pelanggaran di situ,” tutur Disna.

Tak main-main dengan laporannya, Disna mengaku telah melengkapi sederet bukti pelanggaran yang dilakukan Aisha Wedding. Pamflet yang verisi kampanye pernikahan dini telah disimpan oleh Disna sebagai barang bukti kasus.

Laporan yang dimasukkan oleh SAMINDO juga sudah terdaftar dikepolisian dengan nomor TBL/800/II/Yan 2.5/2021/SPKT PMJ tanggal 10 Februari 2021.

“Pamflet yang disebar itu dibungkus lipatan koran yang dimasukkan ke dalam plastik di daerah Kebayora Baru,” terang Disna.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Orang Kaya yang Sebenarnya – Ngaji Roso Kehidupan Bareng Kang Akhlis

Read Next

Kartika Putri Angkat Suara Terkait Perseteruannya dengan Richard Lee