Konfirmasi Times
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
1 March 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Viral! Kisah Unik Pemuda Indonesia Lamar Gadis Turki

indonesia turki

Konfirmasitimes.com-Jakarta (09/02/2021). Tak pernah bertemu dan menjalani hubungan jarak jauh selama beberapa tahun. Pemuda Indonesia terbang ke Turki melamar gadis pujaan hatinya.

Menurut akun Instagram eseseda98, Gadis tersebut diketahui bernama Edanur Yildiz. Dia merupakan gadis asal Turki. Keduanya sebelumnya menjalani hubungan jarak jauh dan bahkan tak pernah bertemu.

Edanur juga dikenal sebagai sosok wanita yang aktif. Dia merupakan seorang aktivis Islam. Hal ini bisa dilihat dari beberapa unggahannya di akun Instagram.

“Muslimah asal Turki ini @eseseda98 mengajak kamu semua untuk peduli Muslim Rohingnya yang saat ini berada di Aceh 😭😭,” tulisnya dalam keterangan foto.

Tak hanya itu, Edanur juga menjadi seorang aktivis kemanusiaan. Gadis cantik asal Turki ini beberapa kali turut serta dalam kegiatan kemanusiaan. Salah satunya di Indonesia saat terjadi bencana alam.

“BERSAMA PEDULI BENCANA. Tolong menolong adalah suatu keharusan, terlebih lagi saat ini saudara kita sedang terkena musibah bencana. Saya bersama @rumahzakat mengajak sahabat semua untuk turut peduli dan membantu saudara kita yang sedang terkena musibah saat ini,” tulisnya.

Meski berasal dari Turki, Edanur rupanya sering kali datang ke Indonesia. Khususnya ke Aceh. Edanur juga tampak begitu akrab dengan penduduk di sana terutama anak-anak.

“Teşekkürler ENDONEZYA ACEH MEULİNGGE ❣️ Yolunuz Endonezya’ya düşerse Aceh’e uğramadan dönmeyin memleketinize gerçekten harika olan ve keşfedilmeyi bekleyen doğal manzaraları var 🙂,” tulisnya.

Proses lamaran keduanya pun juga diunggah di media sosial masing-masing pihak.

“Jadwal terbaik adalah yang diatur Allah. Ketika Dia letakkan kita di suatu tempat dan waktu; Dia tak pernah keliru, ada kebaikan yang selalu. – Salim A. Fillah -,” tulisnya.

Siapa pemuda Indonesia itu?

Pemuda itu asal Kota Jambi, Provinsi Jambi Muhammad Mutawalli (27).

Kisahnya viral di sejumlah media sosial di Indonesia karena kisah perjuangannya mengkhitbah (lamaran) gadis asal Turki Edanur Yildiz (22).

Kisah perjuangan menjemput kekasih

Keduanya berkenalan di media sosial selama sekitar 2 tahun hingga merencanakan pernikahan.

Muhammad Mutawalli menceritakan kisahnya berawal sekitar bulan Agustus tahun 2018. Dia melihat Edanur Yildiz lewat akun instagramnya dengan akun bernama @eseseda98 yang saat ini sudah punya 34 ribu pengikut. Saat itu dia memberikan komentar pada foto di akun tersebut hingga 3 foto, tapi tidak pernah dibalasnya.

“Kemudian saya juga inbox beberapa kali tapi tidak dibalas, tidak tahu kenapa, soalnya dia banyak penggemar dan folower. Lalu sekitar 2 atau 3 minggu setelahnya, ternyata ia membalas,” kata Mutawalli kepada media.

Saat dibalas itulah akhirnya dia bisa kenalan dengan wanita tersebut. Kemudian ia bertukar nomor WhatsApp. Lalu kenalan berlanjut lewat chatingan di WhatsApp. Dari situ, Mutawalli diberitahu kalau Edanur mau berkenalan dengan dirinya karena postingan di akun intagramnya @muhammad_mutawally-asshidiqiy.

Postingan yang dimaksud soal dirinya membaca Alquran, Edanur mengaku menyukai karena senang mendengar Mutawalli mengaji dan membaca shalawat. Wanita Turki itu mengaku kagum dengan dirinya dan Mutawalli juga mengakui kagum dengan Edanur. Dia juga pengagum Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

“Apalagi saya ini memang pencinta Turki karena sejarah Islam ada di sana, ditambah lagi dengan adanya Presiden Erdogan, saya suka sekali,” katanya.

Kemudian dia juga mengatakan kepada Edanur waktu itu dan berjanji akan datang suatu saat ke Turki untuk melamarnya. Kemudian komunikasi terus berjalan baik lewat chatingan, teleponan, maupun video call. Dirinya saling berbagi baik tentang Indonesia maupun Turki maupun tentang kegiatan dan pekerjaan masing-masing.

Namun dirinya mengaku tidak memiliki hubungan seperti pacaran. Selama berkomunikasi dirinya mengaku juga pernah mengakui cemburu dengan yang lain. Hal ini karena Edanur memiliki banyak pengikut di Instagramnya. Namun keduanya tetap saling mendukung.

“Saya bilang kepada dia, saya janji dari sekarang kalau saya ingin serius, saya kagum, insyallah suatu saat saya akan datang ke Turki untuk melamar, saya mengatakan itu pada tahun 2018 lalu,” ujarnya.

Setelah dekat sekitar 2 tahun, Mutawalli akhirnya melaksanakan rencana mengkhitbah Edanur langsung ke Turki pada pertengahan tahun 2020. Namun rencana itu ditunda akibat pandemi covid-19 yang masih berlangsung. Dirinya juga sudah membuat paspor pada bulan Maret 2020.

Tertunda beberapa bulan, akhirnya rencana itu bisa berjalan Januari 2021. Perjalanannya juga tidak mudah karena banyak urusan akibat pandemi. Dirinya berangkat dengan pesawat terbang dari Bandara Sultan Thaha Kota Jambi ke Jakarta pada 16 Januari 2021.

Sampai di Jakarta siang hari, kemudian pada sore harinya melakukan PCR Tes Swab untuk berangkat besoknya, 17 Januari 2021. Dirinya menginap untuk transit sebelum berangkat ke Turki, namun malah saat pengumuman PCR Tes dirinya dinyatakan positif covid-19.

“Jadi tiket hari itu tanggal 17 Januari terpaksa batal, padahal keluarga di Turki sudah siapkan semuanya, saya juga sudah siapkan semua barang-barang, akhirnya saya masuk isolasi di Wisma Atlet selama 10 hari,” tuturnya.

Mutawalli kemudian mengikuti semua prosedur isolasi sampai pulih dan bisa keluar pada 27 Januari. Keluar dari Wisma Atlet dirinya juga mencari penginapan sambil melakukan jadwal ulang penerbangannya ke Turki menjadi tanggal 1 Februari 2021.

Tidak hanya masalah positif covid-19, pada 27 Januari itu dirinya juga tertimpa masalah lagi. Saat akan membayar penginapan, kartu ATM malah tertelan. Akhirnya dia mengurus dulu ke bank. Namun sampai di bank, buku tabungan ternyata lupa dibawa dari kampung. Maka dikirimlah buku tabungan dari Jambi dan sampai 30 Januari di Jakarta.

“Bahkan saat itu uang yang saya pegang hanya tinggal sekitar Rp100 ribu, pada 1 Februari hari Senin pagi baru saya urus ATM ke bank sebelum ke Turki,” katanya.

Ia juga sudah melaksanakan PCR tes swab lagi pada Minggu (31/01/2021) dan hasilnya negatif covid-19, sehingga dirinya bisa berangkat ke Turki pada 1 Februari. Barulah besoknya pada 2 Februari sampai di Turki jam 5 subuh.

Pada 5 Februari 2021 dirinya akhirnya bisa mengkhitbah Edanur Yildiz di rumahnya. Proses khitbah dengan membawa bukte bunga itu divideokan dan itulah yang menjadi viral di media sosial di Indonesia.

“Jadi itulah video yang viral membawa buket bunga, pada acara lamaran, acara khitbahnya pada 5 Februari lalu, begitulah perjalanannya, banyak rintangan,” ungkapnya.

Terkait rencana menikah, dirinya menargetkan pada tahun ini juga. Paling lambat akhir tahun 2021 ini. Sambutan keluarga di sana juga menyambut dengan baik dan ramah. Sesuai niat awal, saat ini dirinya menyelesaikan proses khitbah. Apalagi pernikahan antar negara banyak persoalan surat menyurat dan administrasi yang mesti diselesaikan dahulu.

“Alhamdulillah banyak sambutan, tetangganya disini menyambut, wawancara dengan berbagai media di Turki juga banyak, dari wartawan TV disini juga banyak,” katanya.

Ia mengatakan saat ini dirinya masih berada di Kota Inegol berada di Turki untuk mengurus semua persiapan pernikahan. Pada 21 Februari nanti dia akan kembali ke Indonesia untuk menyiapkan semua urusan administrasi dan surat surat penting.

Mutawalli mengaku berkomunikasi tidak terlalu sulit dengan Edanur. Keduanya lebih mengandalkan bahasa Inggris. Dirinya tidak bisa berbahasa Turki namun sedikit-sedikit terus belajar. Selain itu, calon istrinya juga bisa sedikit berbahasa Indonesia karena pernah juga ke Indonesia tepatnya ke Aceh.

Terkait rencana ke depan, dia belum memutuskan apakah tinggal di Turki atau di Indonesia. Namun itu tergantung kesepakatannya dengan calon istri dan tergantung kondisi ekonomi. Jika di Turki bisa mendapat ekonomi lebih maka bisa saja bertahan di sana.

“Mohon doanya ya, semoga semua proses pernikahan kami lancar dan kami bisa segera halal,” katanya

Mutawalli saat ini tinggal di Kota Jambi dan memiliki usaha kafe di dekat Universitas Negeri Jambi (Unja). Dia merupakan alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang. Mahasiswa angkatan 2012 jurusan Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam itu wisuda pada tahun 2016 silam.

Sementara calon istrinya Edanur Yildiz berasal dari Kota Inegol, Provinsi Bursa, Turki. Saat ini istrinya mahasiswa Universitas Selcuk, Kota Selcuk, Provinsi Konya Turki. Daerah asal calon istrinya dengan tempat kuliah berjarak sekitar 8 jam perjalanan darat.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Jalan Ambles di Km 122 , Tol Cipali Berlakukan Contraflow Tiga Hari ke Depan

Read Next

Artikel Opini Dengan Bahasa yang Baik dan Benar