ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
26 February 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Fakta-fakta #TangkapAbuJanda Menggema di Twitter

#TangkapAbuJanda

Konfirmasitimes.com-Jakarta (28/01/2021). Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) melaporkan Permadi Arya alias Abu Janda atas dugaan rasisme kepada Natalius Pigai.

Abu Janda dituduh rasis

Laporan tersebut bernomor: LP/B/0052/I/2021/Bareskrim pada Kamis 28 Januari 2021. Abu Janda dilaporkan atas dugaan melanggar Pasal 45 ayat (3) juncto Pasal 27 ayat (3) dan/atau Pasal 45 A ayat (2) juncto Pasal 25 ayat (2) dan/atau Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Kebencian atau Permusuhan Individu dan/atau Antar Golongan (SARA), Pasal 310 dan/atau Pasal 311 KUHP.

“Telah diterima laporan kami secara kooperatif dari pihak polisi, sudah kami tunjukkan bukti-buktinya. Bahwa kami telah melaporkan akun Twitter @permadiaktivis1 yang diduga dimiliki Saudara Permadi alias Abu Janda. Yang kami laporkan adalah dugaan adanya ujaran kebencian dengan memakai SARA dalam tweet-nya tanggal 2 Januari tahun 2021 yang menyebut kau @nataliuspigai2 apa kapasitas kau, sudah selesai evolusi kau,” kata Ketua Bidang Hukum KNPI Medya Riszha Lubis di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (28/01/2021).

Medya mengatakan kata ‘evolusi’ dalam cuitan tersebut yang menjadi dasar pihaknya melaporkan Abu Janda ke polisi. Medya menilai kata-kata evolusi itu telah menebarkan ujaran kebencian bertujuan untuk menghina bentuk fisik, terutama dari wilayah Natalius Pigai berasal.

“Kata-kata evolusi menjadi garis bawah bagi kami untuk melaporkan akun @permadiaktivis1. Karena diduga telah menyebarkan ujaran kebencian. Dengan adanya kata-kata evolusi tersebut, sudah jelas maksud dan tujuannya bukan sengaja nge-tweet, tapi tujuannya menghina bentuk fisik dari adik-adik kita ini yang satu wilayah dengan Natalius Pigai,” ujarnya.

“Kata evolusi jelas, selain nggak nyambung sama topik sebelumnya yang sedang dia bicarakan di Twitter, tahu-tahu langsung disebut ‘eh kau sudah selesai evolusi atau belum’. Itu maknanya nggak bagus. Atas adanya dugaan tersebut, kami atas mandat Ketua Umum berinisiatif melaporkan hal tersebut ke Bareskrim Polri untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” sambungnya.

Menanggapi hal itu, Permadi Arya alias Abu Janda menilai pelaporan itu kental dengan muatan politis.

“Ini jelas dendam politik karena pelapornya ini Haris Pertama, ini pembela FPI, saya punya jejak digitalnya. Ini jelas Haris Pertama ini jelas sakit hati FPI dibubarin. Terus dia mau balas dendam Rizieq dipenjara, dia mau mata balas mata, ini jelas motifnya politik ini,” kata Abu Janda, dalam keterangannya kepada media, Kamis (28/01/2021).

Abu Janda menyatakan siap mengikuti proses hukum atas laporannya. Dia mengaku akan memenuhi tiap panggilan kepolisian kepadanya terkait kasus tersebut.

“Saya warga negara yang taat hukum. Kalau memang saya dipanggil, saya akan datang pasti. Saya cuma yakin pak polisi bisa menilai karena ini jelas ini dendam politik. Ini motifnya politik, pelapornya pembela FPI ya, mungkin sakit hati FPI dibubarin,” katanya.

Abu Janda mengaku bahwa kata-kata ‘evolusi’ yang ditujukan kepada Natalius Pigai saat itu tidak ada kaitannya dengan Teori Darwin.

Lebih lanjut, Abu Janda juga menilai laporan Haris Pertama bersifat asumtif. Padahal, menurutnya, kata-kata yang dia lontarkan bukan sebuah pernyataan, melainkan pertanyaan.

“Yang aku maksud itu jadi ‘Kau ini sudah berkembang belum otak kau’, itu maksudnya kau nggak ada otak gitu, cuma dikaitkan ke Teori Darwin sama si Rocky Gerung itu,” katanya.

Ketua KNPI Siap jika dilaporkan balik Abu Janda

Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia ( KNPI ) Haris Pertama menegaskan, dirinya ikhlas jika harus ditangkap karena melawan pihak yang rasisme dan pemecah belah persatuan bangsa.

Hal ini dikatakan Haris, dalam merespons rencana Permadi Arya alias Abu Janda yang akan melaporkan balik dirinya terkait kasus isu rasisme, Kamis (28/1/2021).

“Jika memang saya harus ditangkap karena melawan orang rasis dan pemecah belah persatuan seperti ini maka saya ikhlas. Tapi saya dan seluruh rakyat Indonesia masih yakin Polri akan menegakkan hukum yang adil dan menjaga persatuan di Indonesia,” kata Haris seperti dikutip SINDOnews melalui akun Twitternya, @harisknpi.
Bakal Dilaporkan Abu Janda, Ketua KNPI: Saya Ikhlas Ditangkap karena Melawan Pemecah Belah Bangsa

Haris menilai, pernyataan Abu Janda tidak mencerminkan prinsip kebhinnekaan dan tak menghargai perbedaan suku, agama ras dan antargolongan. “Polri sebagai aparat penegak hukum jangan ragu untuk melakukan penegakan hukum terhadap kasus ini secara cepat dan tegas,” ujarnya.

Sebelumnya, Permadi Arya menegaskan dirinya tak gentar dengan laporan Haris Pertama ke Polisi soal kasus rasisme ini.

“Mau maen laporan-laporan ke polisi isu rasisme, bang @harisknpi, pace @NataliusPigai2? yuk maen kita. Kita lihat laporan siapa yang diproses,” tegasnya di akun Twitternya, @permadiaktivis1.
Bakal Dilaporkan Abu Janda, Ketua KNPI: Saya Ikhlas Ditangkap karena Melawan Pemecah Belah Bangsa

Sebagai informasi, Abu Janda di akun Twitternya mengejek Natalius Pigai dengan sebutan evolusi. “Kau @NataliusPigai2 apa kapasitas kau? sudah selesai evolusi belom kau?” kata Abu Janda.

Kontroversi Permadi Arya ramai dibahas netizen hingga trending di Twitter #TangkapAbuJanda dan TangkapAbuJandaRasis

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Parah! Natalius Pigai Hina Suku Jawa

Read Next

SAWUT